PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Polisi Bakal Minta Kominfo Blokir Akun Penyebar Hoax Terkait Tsunami
Jakarta, Riauin.com - Polisi mengatakan telah mengidentifikasi sejumlah kabar bohong alias hoax yang bermunculan pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung. Nantinya, polisi bakal meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memblokir akun penyebar hoax terkait tsunami itu.
"Nanti dalam rangka men-take down, nanti tim Mabes Polri akan bersurat kepada Kemenkominfo maupun Badan Nasional Siber dan Sandi Negara. Nanti akan melakukan take down maupun blokir terhadap akun-akun yang sebarkan berita hoax," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).
Saat ini, ada sejumlah isu bohong yang sudah diketahui oleh tim siber kepolisian. Saat ini, polisi fokus mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan hoax terkait bencana.
"Ada beberapa hoax sudah diprofil dan diidentifikasi tim siber. Tim siber saat ini melakukan pendalaman dulu, berikan literasi digital mengedukasi masyarakat agar tidak sebarkan hoax," ucapnya.
Selain Kominfo, dia mengatakan polisi juga bakal berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait penyebaran hoax ini. Dedi menyatakan polisi bakal menindak tegas pelaku penyebar hoax.
"Kalau masih sebarkan hoax, buat kegaduhan di media, kami bisa lakukan penegakan hukum terhadap orang yang memiliki akun tersebut," ujar Dedi.
Berikut sejumlah hoax yang bermunculan pasca tsunami Selat Sunda:
1. Hoax Alat Deteksi Letusan Gunung
Beredar konten di media sosial yang menampilkan sebuah alat di desa Selat Sunda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu dua jam sebelum meletus. Konten itu dibantah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
2. Hoax SMS Peringatan Bencana Akhir Tahun
Beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018, karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.
3. Hoax Datangnya Tsunami pada 23 Desember
Sebuah gambar berlatar belakang logo BMKG beredar pada Minggu (23/12). Gambar tersebut memuat pengumuman akan ada tsunami di Cilegon, Serang dan Bandar Lampung pada malam hari. Informasi tersebut dipastikan hoax. (int/nol)
"Nanti dalam rangka men-take down, nanti tim Mabes Polri akan bersurat kepada Kemenkominfo maupun Badan Nasional Siber dan Sandi Negara. Nanti akan melakukan take down maupun blokir terhadap akun-akun yang sebarkan berita hoax," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).
Saat ini, ada sejumlah isu bohong yang sudah diketahui oleh tim siber kepolisian. Saat ini, polisi fokus mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan hoax terkait bencana.
"Ada beberapa hoax sudah diprofil dan diidentifikasi tim siber. Tim siber saat ini melakukan pendalaman dulu, berikan literasi digital mengedukasi masyarakat agar tidak sebarkan hoax," ucapnya.
Selain Kominfo, dia mengatakan polisi juga bakal berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait penyebaran hoax ini. Dedi menyatakan polisi bakal menindak tegas pelaku penyebar hoax.
"Kalau masih sebarkan hoax, buat kegaduhan di media, kami bisa lakukan penegakan hukum terhadap orang yang memiliki akun tersebut," ujar Dedi.
Berikut sejumlah hoax yang bermunculan pasca tsunami Selat Sunda:
1. Hoax Alat Deteksi Letusan Gunung
Beredar konten di media sosial yang menampilkan sebuah alat di desa Selat Sunda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu dua jam sebelum meletus. Konten itu dibantah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
2. Hoax SMS Peringatan Bencana Akhir Tahun
Beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018, karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.
3. Hoax Datangnya Tsunami pada 23 Desember
Sebuah gambar berlatar belakang logo BMKG beredar pada Minggu (23/12). Gambar tersebut memuat pengumuman akan ada tsunami di Cilegon, Serang dan Bandar Lampung pada malam hari. Informasi tersebut dipastikan hoax. (int/nol)
Berita Lainnya
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU