PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Polda Riau Siap Tindak Tegas Perusuh Jelang Pilpres dan Pileg 2019
PEKANBARU, Riauin.com - Jelang pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019, partai politik memang berlomba-lomba cari perhatian pemilih. Namun cara-cara anarkis dan curang sangat terlarang dilakukan.
Untuk itu, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo tidak menginginkan aksi perusakan baliho dan atribut bendera partai terulang lagi seperti yang dialami Partai Demokrat, Sabtu (15/12/2018) lalu.
"Terhadap para pelaku yang akan menciptakan suasa kericuhan itu, kita tindak tegas. Sebagai warga negara yang baik, harus selalu menjaga keamanan dan ketertiban," kata Kapolda saat konferensi pers, Senin (17/12/2018).
Menurut Kapolda, kejadian perusakan baliho dan atribut partai telah dianggap selesai. Itu dikarenakan Polresta Pekanbaru telah menjalankan proses penyelidikan dan penyidikannya, sehingga menetapkan langsung 3 orang tersangka.
"Tersangka ini telah melakukan pengrusakan di dua lokasi berbeda. Di antaranya Jalan Sudirman tersangkanya HS dan Tenayan Raya tersangkanya KS dan MW sudah penyidikan. Berharap tidak terjadi lagi," pinta Kapolda.
Penyelidikan yang dilakukan aparat terhadap tersangka ini, tidak hanya diperoleh berdasarkan pesanan atau suruhan. Tapi, kata Kapolda sesuai dengan kenyataan di lapangan yang dilakukan penyidik.
"Selama dilaporkan berdasarkan fakta yang ada dan memiliki kekuatan hukum, kita layani. Tapi kalau hanya katanya-katanya, itu no, selesai," sebut Kapolda.
Berkaca pada kejadian tersebut, Kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat khusus Riau jangan mudah terprovokasi baik di medsos dan informasi hoax. Masyarakat diminta lebih cermat dan pandai melihat pemberitaan yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami menyadari, teman-teman Caleg di Riau masa kampanye merupakan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan meraih hati masyarakat. Itu silahkan saja, yang terpenting menjaga keamanan dan ketertiban. Selain etika dalam kehidupan dan berbangsa negara jangan dilupakan," terang Kapolda.
Dalam waktu menjelang Pilpres dan Pileg 2019 di Riau menyisahkan waktu yang tidak banyak lagi di Bulan April. Hanya 117 hari lagi sudah termasuk masa tenang, Kapolda mengajak masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan damai.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 170 Jo Pasal 406 KUHP, tentang Perusakan Secara Bersama Sama Dengan Ancaman Hukuman Maksimal Kurungan 5 Tahun Penjara.(int/nol)
Untuk itu, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo tidak menginginkan aksi perusakan baliho dan atribut bendera partai terulang lagi seperti yang dialami Partai Demokrat, Sabtu (15/12/2018) lalu.
"Terhadap para pelaku yang akan menciptakan suasa kericuhan itu, kita tindak tegas. Sebagai warga negara yang baik, harus selalu menjaga keamanan dan ketertiban," kata Kapolda saat konferensi pers, Senin (17/12/2018).
Menurut Kapolda, kejadian perusakan baliho dan atribut partai telah dianggap selesai. Itu dikarenakan Polresta Pekanbaru telah menjalankan proses penyelidikan dan penyidikannya, sehingga menetapkan langsung 3 orang tersangka.
"Tersangka ini telah melakukan pengrusakan di dua lokasi berbeda. Di antaranya Jalan Sudirman tersangkanya HS dan Tenayan Raya tersangkanya KS dan MW sudah penyidikan. Berharap tidak terjadi lagi," pinta Kapolda.
Penyelidikan yang dilakukan aparat terhadap tersangka ini, tidak hanya diperoleh berdasarkan pesanan atau suruhan. Tapi, kata Kapolda sesuai dengan kenyataan di lapangan yang dilakukan penyidik.
"Selama dilaporkan berdasarkan fakta yang ada dan memiliki kekuatan hukum, kita layani. Tapi kalau hanya katanya-katanya, itu no, selesai," sebut Kapolda.
Berkaca pada kejadian tersebut, Kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat khusus Riau jangan mudah terprovokasi baik di medsos dan informasi hoax. Masyarakat diminta lebih cermat dan pandai melihat pemberitaan yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami menyadari, teman-teman Caleg di Riau masa kampanye merupakan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan meraih hati masyarakat. Itu silahkan saja, yang terpenting menjaga keamanan dan ketertiban. Selain etika dalam kehidupan dan berbangsa negara jangan dilupakan," terang Kapolda.
Dalam waktu menjelang Pilpres dan Pileg 2019 di Riau menyisahkan waktu yang tidak banyak lagi di Bulan April. Hanya 117 hari lagi sudah termasuk masa tenang, Kapolda mengajak masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan damai.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 170 Jo Pasal 406 KUHP, tentang Perusakan Secara Bersama Sama Dengan Ancaman Hukuman Maksimal Kurungan 5 Tahun Penjara.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga