PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Polisi Aceh Tangkap 10 Napi Kabur
BANDA ACEH -- Polisi menangkap 10 narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (29/11) malam. Sedangkan ratusan lainnya masih buron.
Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono kepada wartawan di Banda Aceh menyatakan, personel kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh terus mengejar seratusan napi yang kabur sekitar pukul 18.30 WIB. "Berdasarkan data sementara napi yang ada di LP Kelas II A Lambaro berjumlah 720 orang, dan yang melarikan diri sebanyak 113 orang serta telah berhasil diamankan 10 orang. Selebihnya masih dalam pengejaran oleh personel jajaran Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh," ujar dia lagi.
Dalam peristiwa itu, seorang petugas LP bernama Budiawan Akbar menjadi korban akibat dianiaya oleh para napi di parkiran luar LP. Ery menjelaskan, pada Kamis pada waktu Shalat Magrib telah terjadi pembobolan LP Kelas II A Lambaro yang dilakukan oleh napi binaan yang diperkirakan berjumlah lebih kurang 110 orang.
Menurut Kabid Humas, kronologis kejadian sekitar pukul 18.30 WIB saat para napi hendak melaksanakan Shalat Magrib tiba-tiba sekumpulan napi yang berada di bagian kanan lapas mendobrak pagar jaring besi. Kemudian mendengar suara keributan tersebut, seorang petugas jaga bernama Munawar yang sedang berjaga di ruang P2U mengecek keributan itu. "Dia pun melihat petugas jaga lain yang berada di bagian dalam LP diserang oleh para napi yang berjumlah Lebih kurang 100 orang," kata Kabid Humas.
Melihat petugas di bagian dalam diserang oleh para napi, petugas jaga lainnya bernama Darmawan bersama tujuh orang CPNS Kemenkumham yang sedang berada di lokasi berupaya menghentikan tindakan para napi tersebut. Namun, karena situasi yang semakin tidak terkendali sementara jumlah petugas jaga tidak sebanding dengan para napi. Para napi pun berhasil menjebol dinding pengamanan dan melarikan diri melalui persawahan yang ada di belakang LP.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto SH menyatakan, pihaknya telah mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pengejaran atau penangkapan terhadap narapidana yang kabur tersebut. "Petugas terus melakukan pengajaran dan sekarang kami sedang mendata jumlah napi," ujar dia.
Lebih lanjut dia menyatakan, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan penyebab kaburnya 113 napi dari Rutan Kelas II Lambaro, Aceh Besar itu. "Sekarang kami sedang mengumpulkan informasi penyebab larinya 113 napi," ujar Kapolresta Banda Aceh itu pula.(int/nol)
Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono kepada wartawan di Banda Aceh menyatakan, personel kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh terus mengejar seratusan napi yang kabur sekitar pukul 18.30 WIB. "Berdasarkan data sementara napi yang ada di LP Kelas II A Lambaro berjumlah 720 orang, dan yang melarikan diri sebanyak 113 orang serta telah berhasil diamankan 10 orang. Selebihnya masih dalam pengejaran oleh personel jajaran Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh," ujar dia lagi.
Dalam peristiwa itu, seorang petugas LP bernama Budiawan Akbar menjadi korban akibat dianiaya oleh para napi di parkiran luar LP. Ery menjelaskan, pada Kamis pada waktu Shalat Magrib telah terjadi pembobolan LP Kelas II A Lambaro yang dilakukan oleh napi binaan yang diperkirakan berjumlah lebih kurang 110 orang.
Menurut Kabid Humas, kronologis kejadian sekitar pukul 18.30 WIB saat para napi hendak melaksanakan Shalat Magrib tiba-tiba sekumpulan napi yang berada di bagian kanan lapas mendobrak pagar jaring besi. Kemudian mendengar suara keributan tersebut, seorang petugas jaga bernama Munawar yang sedang berjaga di ruang P2U mengecek keributan itu. "Dia pun melihat petugas jaga lain yang berada di bagian dalam LP diserang oleh para napi yang berjumlah Lebih kurang 100 orang," kata Kabid Humas.
Melihat petugas di bagian dalam diserang oleh para napi, petugas jaga lainnya bernama Darmawan bersama tujuh orang CPNS Kemenkumham yang sedang berada di lokasi berupaya menghentikan tindakan para napi tersebut. Namun, karena situasi yang semakin tidak terkendali sementara jumlah petugas jaga tidak sebanding dengan para napi. Para napi pun berhasil menjebol dinding pengamanan dan melarikan diri melalui persawahan yang ada di belakang LP.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto SH menyatakan, pihaknya telah mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pengejaran atau penangkapan terhadap narapidana yang kabur tersebut. "Petugas terus melakukan pengajaran dan sekarang kami sedang mendata jumlah napi," ujar dia.
Lebih lanjut dia menyatakan, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan penyebab kaburnya 113 napi dari Rutan Kelas II Lambaro, Aceh Besar itu. "Sekarang kami sedang mengumpulkan informasi penyebab larinya 113 napi," ujar Kapolresta Banda Aceh itu pula.(int/nol)
Berita Lainnya
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU