PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Bantu Guru Kurang Mampu, Disdik Riau Akan Luncurkan Program Jumat Barokah
PEKANBARU, Riauin.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Riau akan membuat program Jumat Barokah sama seperti yang diterapkan Polresta Pekanbaru yang diinisiasi mantan Wakapolresta AKBP Edy Sumardi. Program tersebut untuk menyambangi para guru-guru SMA/SMK yang kurang mampu.
Demikian disampaikan Kepala Disdik Riau, Rudyanto, kepada wartawan, Jumat (23/11/2018) di Pekanbaru. Dia mengatakan, wacana tersebut sudah disetujui oleh kepala sekolah dan guru. Program Jumat Barokah tersebut dinilai cukup bagus dan belum pernah dilakukan sebelumnya.
"Disdik ini keluarga besar, memiliki kepala sekolah dan guru ramai. Makanya kita ingin memberikan apresiasi dan bantuan kepada guru-guru yang susah malalui program Jumat Barokah, yang sebentar lagi kita terapkan," katanya.
Pemberian bantuan tersebut, lanjut Rudyanto, merupakan sumbangan sukarela dari guru dan kepala sekolah. Sehingga setiap Jumat bantuan yang terkumpul diserahkan kepada guru-guru yang susah.
"Bentuk bantuan ada berupa uang dan Sembako, seperti beras dan minyak goreng. Saya harap program ini nantinya dapat berjalan, apalagi guru dan kepala sekolah jumlahnya cukup besar. Karena orang lainnya saja bisa kenapa kita tidak," harapnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, teknis pemberian bantuannya setiap Jumat ada lima guru yang akan disambangi kediamannya. Misalnya guru SMA tiga orang dan SMK dua orang.
"Nanti pembagiannya kita atur, yang jelas ini program dari kita untuk kita. Karena sumbangan yang kita minta juga sukarela dari guru dan kepala sekolah yang memiliki rezeki lebih," cakapnya.(int/nol)
Demikian disampaikan Kepala Disdik Riau, Rudyanto, kepada wartawan, Jumat (23/11/2018) di Pekanbaru. Dia mengatakan, wacana tersebut sudah disetujui oleh kepala sekolah dan guru. Program Jumat Barokah tersebut dinilai cukup bagus dan belum pernah dilakukan sebelumnya.
"Disdik ini keluarga besar, memiliki kepala sekolah dan guru ramai. Makanya kita ingin memberikan apresiasi dan bantuan kepada guru-guru yang susah malalui program Jumat Barokah, yang sebentar lagi kita terapkan," katanya.
Pemberian bantuan tersebut, lanjut Rudyanto, merupakan sumbangan sukarela dari guru dan kepala sekolah. Sehingga setiap Jumat bantuan yang terkumpul diserahkan kepada guru-guru yang susah.
"Bentuk bantuan ada berupa uang dan Sembako, seperti beras dan minyak goreng. Saya harap program ini nantinya dapat berjalan, apalagi guru dan kepala sekolah jumlahnya cukup besar. Karena orang lainnya saja bisa kenapa kita tidak," harapnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, teknis pemberian bantuannya setiap Jumat ada lima guru yang akan disambangi kediamannya. Misalnya guru SMA tiga orang dan SMK dua orang.
"Nanti pembagiannya kita atur, yang jelas ini program dari kita untuk kita. Karena sumbangan yang kita minta juga sukarela dari guru dan kepala sekolah yang memiliki rezeki lebih," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap