PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Air Sungai Siak Meluap, Madrasah Miftahudin Rumbai Kebanjiran
PEKANBARU, Riauin.com - Musibah banjir melanda sebagian wilayah Pekanbaru, akibat meluapnya air Sungai Siak. Bahkan air masuk ke beberapa sekolah, salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahudin di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/11/2018).
Meski aktivitas belajar mengajar masih berjalan normal, namun siswa terlihat tidak nyaman. Para siswa dan guru tampak menjinjing sepatu dan melipat celana mereka agar tidak basah.
"Ya tetap belajar seperti biasa. Karena banjir tidak begitu parah. Air banjir hanya di satu ruang saja, yaitu di kelas 2," ujar Merry Fest Murzana salah satu guru sekolah saat ditemui Kamis (22/11/2018).
Banjir itu terjadi lantaran naiknya air sungai Siak Pekanbaru hiungga ke daratan dengan ketinggian bervariasi. Namun sebagian wilayah air mencapai 60 centimeter. Untuk itu, sebanyak 276 siswa sekolah tersebut dibolehkan tidak menggunakan sepatu.
''Sekolah buat kebijakan, guru dan siswa boleh pakai sendal ke sekolah," kata Merry.
Merry tak kaget dengan kondisi seperti itu. Setiap tahun sekolah mereka menjadi langganan lokmasi banjir. Sebab, gedung sekolah tersebut berada di tepi sungai.
''Kalau sering hujan, air Sungai Siak meluap hingga ke sekolah. Karena sekolah dekat dengan sungai," jelasnya.
Bahkan, para wali murid atau orang tua mengantarkan anak mereka untuk menuntut ilmu di situ hingga ke ruang kelas. Pihak sekolah juga tetap mengontrol para siswa agar tidak bermain di genangan banjir untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
"Kita selalu mengontrol agar siswa tidak bermain air banjir di pekarangan," terang Merry. (int/nol)
Meski aktivitas belajar mengajar masih berjalan normal, namun siswa terlihat tidak nyaman. Para siswa dan guru tampak menjinjing sepatu dan melipat celana mereka agar tidak basah.
"Ya tetap belajar seperti biasa. Karena banjir tidak begitu parah. Air banjir hanya di satu ruang saja, yaitu di kelas 2," ujar Merry Fest Murzana salah satu guru sekolah saat ditemui Kamis (22/11/2018).
Banjir itu terjadi lantaran naiknya air sungai Siak Pekanbaru hiungga ke daratan dengan ketinggian bervariasi. Namun sebagian wilayah air mencapai 60 centimeter. Untuk itu, sebanyak 276 siswa sekolah tersebut dibolehkan tidak menggunakan sepatu.
''Sekolah buat kebijakan, guru dan siswa boleh pakai sendal ke sekolah," kata Merry.
Merry tak kaget dengan kondisi seperti itu. Setiap tahun sekolah mereka menjadi langganan lokmasi banjir. Sebab, gedung sekolah tersebut berada di tepi sungai.
''Kalau sering hujan, air Sungai Siak meluap hingga ke sekolah. Karena sekolah dekat dengan sungai," jelasnya.
Bahkan, para wali murid atau orang tua mengantarkan anak mereka untuk menuntut ilmu di situ hingga ke ruang kelas. Pihak sekolah juga tetap mengontrol para siswa agar tidak bermain di genangan banjir untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
"Kita selalu mengontrol agar siswa tidak bermain air banjir di pekarangan," terang Merry. (int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga