PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Asyik 'Nongkrong' di Warnet, 32 Remaja Diangkut Satpol PP Pekanbaru
PEKANBARU, Riauin.com - Satpol PP Kota Pekanbaru melakukan razia di beberapa Warung Internet (Warnet) di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Kamis (22/11/2018). Hasilnya, 32 remaja berhasil diangkut dan dibawa ke Kantor Satpol PP, Jalan Cut Nyak Dien.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, dari total 32 remaja itu, 21 diantaranya masih sekolah dan 11 remaja putus sekolah. Razia sengaja dilakukan saat jam sekolah berlangsung.
"Yang kita tertibkan ini anak yang keluar di jam sekolah," kata Agus.
Sebagai sanksi, Satpol PP memanggil orang tua puluhan remaja ini. Selanjutnya, diberi peringatan dan menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi lagi.
"Kita akan panggil orang tuanya. Kita berikan peringatan," kata dia.
Pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan supaya memberitahu sekolah. Sehingga, pihak sekolah lebih mengawasi siswa yang sering bolos.
Agus juga mengungkapkan, diantara Warnet yang dirazia memang mengantongi rekomendasi dari RT dan RW. Tapi, walaupun mengantongi rekomendasi, jika keberadaan warnet meresahkan masyarakat, pihaknya akan mengambil tindakan.
"Dia menggunakan rekomendasi RT dan RW. Walau menggunakan rekomendasi, kalau ada keluhan dan aduan dari masyarakat, kita tindak," tegasnya.
Pemilik Warnet ini juga mendapat peringatan dari Satpol PP. Mereka dilarang menerima pelajar main di jam sekolah. Jika tidak diindahkan, pihaknya akan merekomendasikan izin Warnet itu dicabut.
"Kita data. Kalau sampai dua kali, kita berikan peringatan keras pada pemilik Warnet, kalau sudah dua kali, kita berikan peringatan terakhir. Kalau ada juga, kita akan rekom ke DPMPTSP, cabut izinnya," tegasnya. (int/nol)
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, dari total 32 remaja itu, 21 diantaranya masih sekolah dan 11 remaja putus sekolah. Razia sengaja dilakukan saat jam sekolah berlangsung.
"Yang kita tertibkan ini anak yang keluar di jam sekolah," kata Agus.
Sebagai sanksi, Satpol PP memanggil orang tua puluhan remaja ini. Selanjutnya, diberi peringatan dan menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi lagi.
"Kita akan panggil orang tuanya. Kita berikan peringatan," kata dia.
Pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan supaya memberitahu sekolah. Sehingga, pihak sekolah lebih mengawasi siswa yang sering bolos.
Agus juga mengungkapkan, diantara Warnet yang dirazia memang mengantongi rekomendasi dari RT dan RW. Tapi, walaupun mengantongi rekomendasi, jika keberadaan warnet meresahkan masyarakat, pihaknya akan mengambil tindakan.
"Dia menggunakan rekomendasi RT dan RW. Walau menggunakan rekomendasi, kalau ada keluhan dan aduan dari masyarakat, kita tindak," tegasnya.
Pemilik Warnet ini juga mendapat peringatan dari Satpol PP. Mereka dilarang menerima pelajar main di jam sekolah. Jika tidak diindahkan, pihaknya akan merekomendasikan izin Warnet itu dicabut.
"Kita data. Kalau sampai dua kali, kita berikan peringatan keras pada pemilik Warnet, kalau sudah dua kali, kita berikan peringatan terakhir. Kalau ada juga, kita akan rekom ke DPMPTSP, cabut izinnya," tegasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap