PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
PSI Tolak Perda Syariah
MUI Riau: Sekjendnya Anak Kita, Pilu Saya Dengarnya
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua MUI Riau, M Nazir Karim, menyoroti sikap Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menolak Perda berlandaskan Syariat.
"Kita menyesalkan pernyataan tersebut, partai dan golongan itu betarti tidak sayang NKRI. Kan kita tahu NKRI ini dengan keberagaman. Jika Perda itu ada di komunitas muslim, apa salahnya? Kan diimplementasikan dalam kehidupan. Kita sangat menyesalkan berarti mereka tak paham NKRI," kata Nazir.
Mantan Rektor UIN Suska Riau ini menambahkan, yang ia sangat sesalkan lagi ialah Sekjend PSI, Raja Juli Antoni, yang merupakan putra asli Riau yang berada di dalam lingkungan PSI dan menginisiasi tolakan Perda tersebut.
"Sekjendnya itu anak kita, pilu kita dengarnya. Anak kita itu dia paham agama, tapi kok dilepas begitu partainya sama dia. Kita sih berharapnya mereka anak-anak muda masih bisa belajar. Itu merupakan pandangan yang keliru," cakapnya lagi.
Dikatakan Nazir, apabila tidak ada Perda berlandaskan agama, maka tidak akan ada peraturan yang membahas pernikahan secara agama, ekonomi syariah dan peraturan lainnya.
"Perda Islam jalankan sama muslim, Perda Kristen jalankan sama orang Kristen, itulah keberagaman," tukasnya. (int/nol)
"Kita menyesalkan pernyataan tersebut, partai dan golongan itu betarti tidak sayang NKRI. Kan kita tahu NKRI ini dengan keberagaman. Jika Perda itu ada di komunitas muslim, apa salahnya? Kan diimplementasikan dalam kehidupan. Kita sangat menyesalkan berarti mereka tak paham NKRI," kata Nazir.
Mantan Rektor UIN Suska Riau ini menambahkan, yang ia sangat sesalkan lagi ialah Sekjend PSI, Raja Juli Antoni, yang merupakan putra asli Riau yang berada di dalam lingkungan PSI dan menginisiasi tolakan Perda tersebut.
"Sekjendnya itu anak kita, pilu kita dengarnya. Anak kita itu dia paham agama, tapi kok dilepas begitu partainya sama dia. Kita sih berharapnya mereka anak-anak muda masih bisa belajar. Itu merupakan pandangan yang keliru," cakapnya lagi.
Dikatakan Nazir, apabila tidak ada Perda berlandaskan agama, maka tidak akan ada peraturan yang membahas pernikahan secara agama, ekonomi syariah dan peraturan lainnya.
"Perda Islam jalankan sama muslim, Perda Kristen jalankan sama orang Kristen, itulah keberagaman," tukasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap