PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
PSI Tolak Perda Syariah
MUI Riau: Sekjendnya Anak Kita, Pilu Saya Dengarnya
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua MUI Riau, M Nazir Karim, menyoroti sikap Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menolak Perda berlandaskan Syariat.
"Kita menyesalkan pernyataan tersebut, partai dan golongan itu betarti tidak sayang NKRI. Kan kita tahu NKRI ini dengan keberagaman. Jika Perda itu ada di komunitas muslim, apa salahnya? Kan diimplementasikan dalam kehidupan. Kita sangat menyesalkan berarti mereka tak paham NKRI," kata Nazir.
Mantan Rektor UIN Suska Riau ini menambahkan, yang ia sangat sesalkan lagi ialah Sekjend PSI, Raja Juli Antoni, yang merupakan putra asli Riau yang berada di dalam lingkungan PSI dan menginisiasi tolakan Perda tersebut.
"Sekjendnya itu anak kita, pilu kita dengarnya. Anak kita itu dia paham agama, tapi kok dilepas begitu partainya sama dia. Kita sih berharapnya mereka anak-anak muda masih bisa belajar. Itu merupakan pandangan yang keliru," cakapnya lagi.
Dikatakan Nazir, apabila tidak ada Perda berlandaskan agama, maka tidak akan ada peraturan yang membahas pernikahan secara agama, ekonomi syariah dan peraturan lainnya.
"Perda Islam jalankan sama muslim, Perda Kristen jalankan sama orang Kristen, itulah keberagaman," tukasnya. (int/nol)
"Kita menyesalkan pernyataan tersebut, partai dan golongan itu betarti tidak sayang NKRI. Kan kita tahu NKRI ini dengan keberagaman. Jika Perda itu ada di komunitas muslim, apa salahnya? Kan diimplementasikan dalam kehidupan. Kita sangat menyesalkan berarti mereka tak paham NKRI," kata Nazir.
Mantan Rektor UIN Suska Riau ini menambahkan, yang ia sangat sesalkan lagi ialah Sekjend PSI, Raja Juli Antoni, yang merupakan putra asli Riau yang berada di dalam lingkungan PSI dan menginisiasi tolakan Perda tersebut.
"Sekjendnya itu anak kita, pilu kita dengarnya. Anak kita itu dia paham agama, tapi kok dilepas begitu partainya sama dia. Kita sih berharapnya mereka anak-anak muda masih bisa belajar. Itu merupakan pandangan yang keliru," cakapnya lagi.
Dikatakan Nazir, apabila tidak ada Perda berlandaskan agama, maka tidak akan ada peraturan yang membahas pernikahan secara agama, ekonomi syariah dan peraturan lainnya.
"Perda Islam jalankan sama muslim, Perda Kristen jalankan sama orang Kristen, itulah keberagaman," tukasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga