• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Sebanyak 21 Anggota DPRD Kuansing Sempat Jadi Temuan NHP BPK Senilai Rp163 Juta, Polisi Dalami Bukti Lain
23 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026

  • Home
  • Pekanbaru

BBKSDA Catat Konflik Manusia dengan Satwa di Riau Capai 35 Kasus

Redaksi
Rabu, 21 November 2018 09:07:14 WIB
Cetak

PEKANBARU, Riauin.com - Konflik antara manusia dengan satwa di Provinsi Riau masih saja terjadi. Berdasar data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, tercatat ada 35 konflik yang terjadi selama tahun ini. Konflik itu tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Riau.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, konflik manusia dengan satwa paling banyak terjadi di Kabupaten Kampar. Ada 7 kasus yang tercatat, seperti konflik dengan Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) dan Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus).

Kemudian disusul dengan Kabupaten Siak serta Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Masing-masing ada 6 kasus. "Di Kampar paling sering terjadi konflik dengan Macan Dahan, Beruang Madu dan Gajah Sumatera. Kalau di Kuansing itu dengan Buaya Sinyulong, Ungko dan Siamang," sebut Suharyono, Selasa siang (20/11).

Jumlah ini kemudian disusul oleh Kabupaten Bengkalis sebanyak 5 kasus. Di mana, beruang madu dan gajah sering muncul bahkan konflik dengan warga disana. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan ada 4 kasus. Terdiri dari Harimau Sumatera, Buaya Muara, Beruang Madu dan Gajah Sumatera.

"Di Inhil ada 3 kasus diantaranya harimau Sumatra, buaya muara dan beruang madu. Bukan hanya di kabupaten saja, tetapi di Kota Pekanbaru juga ada konflik dengan satwa. Tercatat ada 2 yaitu dengan gajah," katanya, seperti ditulis jpnn.

Terakhir ada di Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Masing-masing hanya 1 konflik. Di Meranti dengan buaya muara sedangkan di Inhu dengan harimau Sumatera.

Tingginya angka konflik manusia dengan satwa dilindungi ini disebabkan beberapa faktor. Antara lain karena makin sempitnya habitat mereka. Banyak alih fungsi hutan menjadi perkebunan.

"Hewan-hewan itu merasa wilayah jelajahnya sempit. Apalagi perburuan terhadap pakan satwa liar juga banyak, sehingga terkadang satwa itu keluar habitatnya untuk mencari makan," sebutnya.

Ditambah lagi, banyaknya masyarakat yang memburu babi dan memasang jerat mengakibatkan kurangnya pakan para satwa tersebut. "Contohnya saja banyak pemburu memasang jerat babi. Babi salah satu sumber makanan harimau," ungkap mantan Kepala BBKSDA Bali tersebut.

Meski begitu, BBKSDA Riau tak tinggal diam. Pihaknya kata Suharyono, sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka konflik. Diantaranya melakukan sosialisasi dengan masyarakat yang tinggal dekat hutan.

"Masyarakat diminta untuk tidak memasang jerat, tidak membuka perkebunan sawit di hutan dan tidak mengganggu habitat para satwa tersebut," jelasnya.

Sementara itu, jika terjadi konflik, masyarakat juga bisa menghubungi BBKSDA Riau. Dengan cara menghubungi nomor telepon 081374742981. "Kami akan kirim personel yang paling dekat dengan lokasi temuan satwa liar dan jika terjadi konflik dengan manusia," ujar Suharyono.

Selain sosialisasi, BBKSDA Riau juga berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti TNI, Polri, dan aparat pemerintah setempat. "Kami melakukan koordinasi agar penanganan konflik bisa lebih cepat dan tepat sasaran," ucapnya.

"Biasanya jika sudah terjadi konflik, satwa itu akan digiring ke habitat asal. Tetapi jika tidak bisa maka akan kami lakukan evakuasi," pungkasnya.(int/nol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu

DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia

Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya

Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh

Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik

Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap

Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu

DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia

Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya

Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh

Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik

Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
  • 2 Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
  • 3 Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
  • 4 Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
  • 5 BMKG Minta Warga Riau Waspadai Hujan Badai dan Potensi Asap
  • 6 IHK Riau Naik Jadi 114,27, Inflasi Bulanan September 2026 Tembus 0,64 Persen
  • 7 Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
  • 8 BMKG Riau Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Minta Warga Waspadai 11 Hotspot
  • 9 Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila di MPP, Pemko Pekanbaru Perkuat Dedikasi Aparatur
Terkini +INDEKS

Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu

06 Oktober 2026
Sisir Sungai Kuantan, Tim Gabungan Polsek Cerenti Tutup Paksa Tambang Ilegal
06 Oktober 2026
Petani Sawit Plasma Riau Hadapi Penurunan Harga TBS Sepekan Ke Depan
06 Oktober 2026
Sumsel Sumbang 2.511 Hotspot di Sumatera, 8 Titik Tersebar di Riau
06 Oktober 2026
Tahanan Narkotika Kabur, Petugas Lapas Pasir Pangarayan Diperiksa Internal
06 Oktober 2026
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
06 Oktober 2026
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
06 Oktober 2026
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
06 Oktober 2026
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved