PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
GARBI Dukung Riau Jadi Daerah Otonomi Khusus
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Chapter Riau, Juprizal Juprizal SThi MH mendorong agar Riau mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Menurutnya, perhatian lebih itu adalah dengan memberikan Riau otonomi khusus.
Menurut Juprizal, Riau telah banyak memberikan sumbangan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bahkan sebelum kemerdekaan, Sultan Syarif Kasim II telah menyumbang untuk NKRI sebanyak 13 juta gulden.
“Setara dengan 96 juta Euro atau Rp1.074 triliun,†sebut Juprizal.
Sumbangan lain termasuk memberikan mahkota kerajaan kesultanan Siak Sri Indrapura kepada negara dan bergabung ke NKRI beserta 12 wilayah kerajaannya.
Tak itu saja, sumbangan besar lainnya dari Riau bagi NKRI adalah Bahasa Melayu yang awalnya adalah lingua franca dijadikan bahasa pemersatu NKRI sejak sumpah pemuda 1928.
“Bahasa Melayu adalah bahasa peradaban, bukan saja peradaban di nusantara, namun juga peradaban di semenanjung Melayu, Asia Tenggara, Asia Tengah, sampai Afrika. Dunia bahkan mengenal peradaban Indonesia dan budaya Indonesia melalui terjemahan-terjemahan bahasa Melayu,†ujarnya.
Jadi, melihat sumbangan Riau yang sangat besar untuk NKRI, Juprizal menilai sangat wajar Riau mendapatkan hak Otonomi Khusus.
“Agar mendapatkan dana Otonomi Khusus untuk pendidikan dan kesehatan. Dana Otsus ini sangat dibutuhkan Riau untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Riau," terangnya.(int/nol)
Menurut Juprizal, Riau telah banyak memberikan sumbangan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bahkan sebelum kemerdekaan, Sultan Syarif Kasim II telah menyumbang untuk NKRI sebanyak 13 juta gulden.
“Setara dengan 96 juta Euro atau Rp1.074 triliun,†sebut Juprizal.
Sumbangan lain termasuk memberikan mahkota kerajaan kesultanan Siak Sri Indrapura kepada negara dan bergabung ke NKRI beserta 12 wilayah kerajaannya.
Tak itu saja, sumbangan besar lainnya dari Riau bagi NKRI adalah Bahasa Melayu yang awalnya adalah lingua franca dijadikan bahasa pemersatu NKRI sejak sumpah pemuda 1928.
“Bahasa Melayu adalah bahasa peradaban, bukan saja peradaban di nusantara, namun juga peradaban di semenanjung Melayu, Asia Tenggara, Asia Tengah, sampai Afrika. Dunia bahkan mengenal peradaban Indonesia dan budaya Indonesia melalui terjemahan-terjemahan bahasa Melayu,†ujarnya.
Jadi, melihat sumbangan Riau yang sangat besar untuk NKRI, Juprizal menilai sangat wajar Riau mendapatkan hak Otonomi Khusus.
“Agar mendapatkan dana Otonomi Khusus untuk pendidikan dan kesehatan. Dana Otsus ini sangat dibutuhkan Riau untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Riau," terangnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap