PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Pemko Pekanbaru Targetkan kota bebas dari persoalan sampah
Riauin.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru serius dalam mengatasi persoalan sampah diwilayah perkotaan. Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten II, Elsyabrina mengatakan Pemko pekanbaru beserta perusahaan-perusahaan terkait berusaha untuk mencari solusi terhadap sampah rumah tangga di daerah perkotaan.
Dalam acara Workshop Desain Pencarian Solusi pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Pekanbaru, berlokasi di Aula Kantor Bappeda Pekanbaru. Selasa (13/11/2018) Elsyabrinamengungkapkan Pemko tengah mengupayakan pendekatan Reduce, Rause, Recycle atau biasa di sebut 3R, tujuanya untuk mengolah sampah ataupun mendaur ulang sampah menjadi lebih berguna.
"Acara workshop ini sangat penting, karena kita di sini sama-sama mencari solusi serta mengkaji lebih dalam apa itu pendektan 3R," ungkapnya sebelum membuka secara resmi acara Workshop yang dimulai hari ini hingga kamis mendatang.
Adapun maksud dari pendekatan 3R yaitu menuntut semua kalangan masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap harinya, memanfaatkan sampah yang masih layak pakai serta mengelola kembali sampah menjadi barang yang berguna.
Selain itu, Elsyabrina mengemukakan memenurut data dari tahun 2016 tercatat 342.103 ton sampah pertahunya dan akan terus bertambah jumlahnya jika tidak dikelola dengan baik. "Selain pemerintah masyarakat juga turut andil dalam mengatasi persoalan sampah ini," ujarnya.
Selanjutnya, salah satu pembicara dalam Workshop ini, Muharam mengatakan 83% sampah perkotaan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar Rumbai. "Jika sampah-sampah itu tidak diolah sebagaimana mestinya, maka daya tampung TPA yang diperkirakan mencapai 6 tahun, jika kunjung tidak di kelola maka akan hanya berumur 1 tahun setengah," katanya.(Ar)
Dalam acara Workshop Desain Pencarian Solusi pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Pekanbaru, berlokasi di Aula Kantor Bappeda Pekanbaru. Selasa (13/11/2018) Elsyabrinamengungkapkan Pemko tengah mengupayakan pendekatan Reduce, Rause, Recycle atau biasa di sebut 3R, tujuanya untuk mengolah sampah ataupun mendaur ulang sampah menjadi lebih berguna.
"Acara workshop ini sangat penting, karena kita di sini sama-sama mencari solusi serta mengkaji lebih dalam apa itu pendektan 3R," ungkapnya sebelum membuka secara resmi acara Workshop yang dimulai hari ini hingga kamis mendatang.
Adapun maksud dari pendekatan 3R yaitu menuntut semua kalangan masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap harinya, memanfaatkan sampah yang masih layak pakai serta mengelola kembali sampah menjadi barang yang berguna.
Selain itu, Elsyabrina mengemukakan memenurut data dari tahun 2016 tercatat 342.103 ton sampah pertahunya dan akan terus bertambah jumlahnya jika tidak dikelola dengan baik. "Selain pemerintah masyarakat juga turut andil dalam mengatasi persoalan sampah ini," ujarnya.
Selanjutnya, salah satu pembicara dalam Workshop ini, Muharam mengatakan 83% sampah perkotaan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar Rumbai. "Jika sampah-sampah itu tidak diolah sebagaimana mestinya, maka daya tampung TPA yang diperkirakan mencapai 6 tahun, jika kunjung tidak di kelola maka akan hanya berumur 1 tahun setengah," katanya.(Ar)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap