PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik
PEKANBARU, Riauin.com - Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru terus melakukan pengawasan kepada seluruh siswa. Apalagi, temuan penyakit mematikan ini juga ditularkan oleh kelompok LGBT. Mereka disinyalir juga mengincar anak-anak sekolah.
Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah agar terus meningkatkan kewaspadaan agar para siswa tidak tertular penyakit HIV/AIDS.
"Kewaspadaan sejak dini, perlu kita tingkatkan. Apalagi, kelompok LGBT ini juga menyasar anak-anak pelajar dengan iming-iming memberikan imbalan seperti uang dan hadiah berbentuk barang," kata Jamal, Jumat (9/11/2018).
Jamal menyebutkan, melalui Guru Agama, Guru BK dan Penjaskes di sekolah, anak-anak yang disinyalir memiliki kelainan, akan dibina oleh pihak sekolah.
"Biasanya, pelajar yang tergiur ini kan karena kurangnya perhatian orang tua. Nah, jika ditemukan adanya kelainan pada siswa, tentu menjadi tanggungjawab sekolah untuk membinanya," ungkapnya seraya meminta guru cepat tanggap.
Untuk itu, Jamal berharap pihak orang tua bisa ikut berperan mengawasi anak-anaknya dirumah agar tidak terjerumus ke hal negatif.
"Peran orang tua di rumah tentu kami juga harapkan, karena pengawasan kepada anak-anak, bukan hanya tugas dari sekolah saja. Berikan perhatian dan awasi terus anak-anak jika sudah pulang sekolah," pungkasnya.(int/nol)
Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah agar terus meningkatkan kewaspadaan agar para siswa tidak tertular penyakit HIV/AIDS.
"Kewaspadaan sejak dini, perlu kita tingkatkan. Apalagi, kelompok LGBT ini juga menyasar anak-anak pelajar dengan iming-iming memberikan imbalan seperti uang dan hadiah berbentuk barang," kata Jamal, Jumat (9/11/2018).
Jamal menyebutkan, melalui Guru Agama, Guru BK dan Penjaskes di sekolah, anak-anak yang disinyalir memiliki kelainan, akan dibina oleh pihak sekolah.
"Biasanya, pelajar yang tergiur ini kan karena kurangnya perhatian orang tua. Nah, jika ditemukan adanya kelainan pada siswa, tentu menjadi tanggungjawab sekolah untuk membinanya," ungkapnya seraya meminta guru cepat tanggap.
Untuk itu, Jamal berharap pihak orang tua bisa ikut berperan mengawasi anak-anaknya dirumah agar tidak terjerumus ke hal negatif.
"Peran orang tua di rumah tentu kami juga harapkan, karena pengawasan kepada anak-anak, bukan hanya tugas dari sekolah saja. Berikan perhatian dan awasi terus anak-anak jika sudah pulang sekolah," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Tim Gabungan Pantau Tiga Titik Bekas Karhutla di Payung Sekaki Pekanbaru
Jarak Pandang Terbatas, Pendaratan Dua Pesawat Tujuan Pekanbaru Dialihkan
Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Jarak Pandang Hanya 600 Meter, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
Aksi Telepon Palsu ke Layanan TRC 112 Ancam Keselamatan Warga Pekanbaru
Tiga Jalan Utama Pekanbaru Diperlebar, Kemacetan Mulai Terurai
Tim Gabungan Pantau Tiga Titik Bekas Karhutla di Payung Sekaki Pekanbaru
Jarak Pandang Terbatas, Pendaratan Dua Pesawat Tujuan Pekanbaru Dialihkan
Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Jarak Pandang Hanya 600 Meter, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
Aksi Telepon Palsu ke Layanan TRC 112 Ancam Keselamatan Warga Pekanbaru
Tiga Jalan Utama Pekanbaru Diperlebar, Kemacetan Mulai Terurai