PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Terkendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Akhirnya Dimulai dari Riau
ilustrasi
PADANG, Riauin.com - Pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru akhirnya dimulai dari arah Riau karena adanya kendala pembebasan lahan di wilayah Sumatera Barat. Dan saat ini itu semua peralatan pembangunan sudah diangkut ke Riau.
''Tolnya tidak dialihkan, tapi pembangunannya yang dimulai dari arah Pekanbaru,'' ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, kemarin.
Tahap yang dibangun dimulai dari seksi I dari awalnya Padang Pariaman-Sicincin menjadi Pekanbaru-Bangkinang. ''Saya tidak mendengar kabar itu. Saat ini, proses pembebasan lahan seksi I tol Padang Pariaman-Pekanbaru masih terus berlanjut,'' katanya.
Terkait pembebasan lahan dikatakannya, dari sekitar 80 orang pemilik lahan pada rute sepanjang 27 kilometer itu, 30 orang diantaranya telah menyetujui harga yang ditetapkan tim appraisal, sementara untuk 50 pemilik lahan lagi masih diupayakan pemerintah daerah.
Namun Nasrul tidak menampik adanya mobilisasi peralatan milik PT Hutama Karya ke Pekanbaru untuk mengerjakan proyek tol di provinsi itu. Ia menyebut perusahaan tersebut memang memiliki beberapa pekerjaan selain di Sumbar, sehingga wajar jika memanfaatkan semua alat yang dibutuhkan.
Apalagi alat itu belum terpakai di Sumbar karena proses pembebasan lahan masih dalam proses. Nanti, setelah proses di sini selesai pembangunan akan langsung dikerjakan.
Sebelumnya Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyebut mendapat informasi dari PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan jalan tol Padang Pariaman - Pekanbaru akan memindahkan seksi I dari Sumbar ke Pekanbaru karena lambatnya proses pembebasan lahan di Sumbar. Seksi I itu yang awalnya dimulai dari Padangpariaman-Sicincin sepanjang 27 kilometer, namun akan dipindahkan ke ruas Pekanbaru-Bangkinang.
Pembangunan jalan tol Padang Pariaman - Pekanbaru yang merupakan sirip Tol Trans Sumatera sepanjang 254,8 kilometer, terganjal belum disepakatinya harga pembebasan lahan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Masyarakat menilai harga yang pantas sekitar Rp600 ribu hingga Rp2 juta per meter persegi. Namun penilaian tim appraisal tidak sampai setinggi itu.
Tol Padang - Pekanbaru merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 58 Tahun 2017. Groundbreaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai pada 2025.
Tol itu dinilai memiliki nilai strategis karena akan mempercepat akses dua provinsi dari awalnya 8-12 jam tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi kemacetan jalan menjadi hanya 4 jam bahkan bisa kurang.
Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh PT Hutama Karya telah dilakukan oleh Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo disaksikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 18 Juli 2018.(int/nol)
''Tolnya tidak dialihkan, tapi pembangunannya yang dimulai dari arah Pekanbaru,'' ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, kemarin.
Tahap yang dibangun dimulai dari seksi I dari awalnya Padang Pariaman-Sicincin menjadi Pekanbaru-Bangkinang. ''Saya tidak mendengar kabar itu. Saat ini, proses pembebasan lahan seksi I tol Padang Pariaman-Pekanbaru masih terus berlanjut,'' katanya.
Terkait pembebasan lahan dikatakannya, dari sekitar 80 orang pemilik lahan pada rute sepanjang 27 kilometer itu, 30 orang diantaranya telah menyetujui harga yang ditetapkan tim appraisal, sementara untuk 50 pemilik lahan lagi masih diupayakan pemerintah daerah.
Namun Nasrul tidak menampik adanya mobilisasi peralatan milik PT Hutama Karya ke Pekanbaru untuk mengerjakan proyek tol di provinsi itu. Ia menyebut perusahaan tersebut memang memiliki beberapa pekerjaan selain di Sumbar, sehingga wajar jika memanfaatkan semua alat yang dibutuhkan.
Apalagi alat itu belum terpakai di Sumbar karena proses pembebasan lahan masih dalam proses. Nanti, setelah proses di sini selesai pembangunan akan langsung dikerjakan.
Sebelumnya Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyebut mendapat informasi dari PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan jalan tol Padang Pariaman - Pekanbaru akan memindahkan seksi I dari Sumbar ke Pekanbaru karena lambatnya proses pembebasan lahan di Sumbar. Seksi I itu yang awalnya dimulai dari Padangpariaman-Sicincin sepanjang 27 kilometer, namun akan dipindahkan ke ruas Pekanbaru-Bangkinang.
Pembangunan jalan tol Padang Pariaman - Pekanbaru yang merupakan sirip Tol Trans Sumatera sepanjang 254,8 kilometer, terganjal belum disepakatinya harga pembebasan lahan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Masyarakat menilai harga yang pantas sekitar Rp600 ribu hingga Rp2 juta per meter persegi. Namun penilaian tim appraisal tidak sampai setinggi itu.
Tol Padang - Pekanbaru merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 58 Tahun 2017. Groundbreaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai pada 2025.
Tol itu dinilai memiliki nilai strategis karena akan mempercepat akses dua provinsi dari awalnya 8-12 jam tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi kemacetan jalan menjadi hanya 4 jam bahkan bisa kurang.
Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh PT Hutama Karya telah dilakukan oleh Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo disaksikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 18 Juli 2018.(int/nol)
Berita Lainnya
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun