PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
BBKSDA Riau Lepasliarkan Beruang Madu dan Macan
PEKANBARU, Riauin.com - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, melakukan pelepasliaran 4 hewan satwa yang dilindungi oleh negara ke tempat asalnya, Senin (5/11/2018)
Pelepasliaran hewan ini masih dalam kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau yang jauh dari pemukiman penduduk dan merupakan habitatnya yang dinilai layak untuk dilepaskan.
"Sebelum dilakukan pelepasliaran hewan ini, terlebih dahulu kita cek kesehatannya dan observasi. Hasilnya dinilai layak untuk dilepas ke alam bebas," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Rabu (7/11/2018) siang.
Kegiatan pelepasan hewan ini, kata Suharyono sekaligus bertepatan dengan Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional. Adapun satwa yang dilepaskan ini diantaranya, dua ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), satu ekor Macan Akar (Felis bengalensis) dan satu ekor Kukang (Nycticebus coucang).
"Selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya, tujuannya agar satwa dapat berkembang biak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem yang ada," terang Suharyono.
Keberadaan satwa ini, lanjut Suharyono berasal dari penyerahan warga serta penyitaan maupun temuan di beberapa tepat permukiman penduduk. Lalu ditempati di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau, guna mendapatkan perawatan semestinya.
"Di sana lah dilakukan pengecekan kesehatan dan observasi, sebelum dilepasliarkan ke alam bebas habitatnya. Jika layak untuk dilepas baru kita lakukan yang lokasinya jauh dari permukiman penduduk," pungkas Suharyono.
Dalam kegiatan pelepasan satwa ini, dipimpin oleh dr hewan Rini Deswita bersama Polisi Kehutanan, Paramedis, perawat satwa dan anggota Tim Balai Besar KSDA Riau. (int/nol)
Pelepasliaran hewan ini masih dalam kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau yang jauh dari pemukiman penduduk dan merupakan habitatnya yang dinilai layak untuk dilepaskan.
"Sebelum dilakukan pelepasliaran hewan ini, terlebih dahulu kita cek kesehatannya dan observasi. Hasilnya dinilai layak untuk dilepas ke alam bebas," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Rabu (7/11/2018) siang.
Kegiatan pelepasan hewan ini, kata Suharyono sekaligus bertepatan dengan Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional. Adapun satwa yang dilepaskan ini diantaranya, dua ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), satu ekor Macan Akar (Felis bengalensis) dan satu ekor Kukang (Nycticebus coucang).
"Selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya, tujuannya agar satwa dapat berkembang biak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem yang ada," terang Suharyono.
Keberadaan satwa ini, lanjut Suharyono berasal dari penyerahan warga serta penyitaan maupun temuan di beberapa tepat permukiman penduduk. Lalu ditempati di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau, guna mendapatkan perawatan semestinya.
"Di sana lah dilakukan pengecekan kesehatan dan observasi, sebelum dilepasliarkan ke alam bebas habitatnya. Jika layak untuk dilepas baru kita lakukan yang lokasinya jauh dari permukiman penduduk," pungkas Suharyono.
Dalam kegiatan pelepasan satwa ini, dipimpin oleh dr hewan Rini Deswita bersama Polisi Kehutanan, Paramedis, perawat satwa dan anggota Tim Balai Besar KSDA Riau. (int/nol)
Berita Lainnya
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun