PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Satu Hotspot Terdeteksi di Riau, Jarak Pandang Terbatas
PEKANBARU, Riauin.com - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatilogi Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Senin (29/10/2018) ini, ada 1 hotspot terpantau di Riau yakni di wilayah Rokan Hilir.
"Hari ini ada 1 hotspot di Riau tepatnya di Rokan Hilir. Untuk provinsi lain di wilayah Sumatera terpantau 12 hotspot yakni di Sumsel 11 titik dan Lampung 1 titik," ujar Sukisno, Kepala BMKG Pekanbaru.
Sementara berdasarkan pantauan pihak BMKG lagi, jarak pandang sejumlah wilayah di Riau hanya beberapa kilometer saja. Namun hal ini bukan disebabkan kabut asap, melainkan oleh udara kabur (haze).
Menurut Sukisno, kondisi tersebut terjadi di tiga wilayah, dengan jarak pandang hanya 5 km saja.
"Tiga wilayah tersebut ada di Indragiri Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru. Jarak pandang yang hanya beberapa km di 3 wilayah ini terpengaruh udara kabur (haze). Jadi itu bukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Sukisno.
Secara umum, udara kabur (haze) ini berasal dari partikel kering dan udara yang panas yang menyebabkan jarak pandang pendek. Dan kelembapan rendah dikarenakan udara dan partikel tersebut tidak dapat naik atau tertahan pada atmosfer lapisan bawah akibat lapisan udara di atas lebih panas daripada lapisan di bawahnya (Inversi).(int/nol)
"Hari ini ada 1 hotspot di Riau tepatnya di Rokan Hilir. Untuk provinsi lain di wilayah Sumatera terpantau 12 hotspot yakni di Sumsel 11 titik dan Lampung 1 titik," ujar Sukisno, Kepala BMKG Pekanbaru.
Sementara berdasarkan pantauan pihak BMKG lagi, jarak pandang sejumlah wilayah di Riau hanya beberapa kilometer saja. Namun hal ini bukan disebabkan kabut asap, melainkan oleh udara kabur (haze).
Menurut Sukisno, kondisi tersebut terjadi di tiga wilayah, dengan jarak pandang hanya 5 km saja.
"Tiga wilayah tersebut ada di Indragiri Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru. Jarak pandang yang hanya beberapa km di 3 wilayah ini terpengaruh udara kabur (haze). Jadi itu bukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Sukisno.
Secara umum, udara kabur (haze) ini berasal dari partikel kering dan udara yang panas yang menyebabkan jarak pandang pendek. Dan kelembapan rendah dikarenakan udara dan partikel tersebut tidak dapat naik atau tertahan pada atmosfer lapisan bawah akibat lapisan udara di atas lebih panas daripada lapisan di bawahnya (Inversi).(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga