PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Satu Hotspot Terdeteksi di Riau, Jarak Pandang Terbatas
PEKANBARU, Riauin.com - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatilogi Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Senin (29/10/2018) ini, ada 1 hotspot terpantau di Riau yakni di wilayah Rokan Hilir.
"Hari ini ada 1 hotspot di Riau tepatnya di Rokan Hilir. Untuk provinsi lain di wilayah Sumatera terpantau 12 hotspot yakni di Sumsel 11 titik dan Lampung 1 titik," ujar Sukisno, Kepala BMKG Pekanbaru.
Sementara berdasarkan pantauan pihak BMKG lagi, jarak pandang sejumlah wilayah di Riau hanya beberapa kilometer saja. Namun hal ini bukan disebabkan kabut asap, melainkan oleh udara kabur (haze).
Menurut Sukisno, kondisi tersebut terjadi di tiga wilayah, dengan jarak pandang hanya 5 km saja.
"Tiga wilayah tersebut ada di Indragiri Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru. Jarak pandang yang hanya beberapa km di 3 wilayah ini terpengaruh udara kabur (haze). Jadi itu bukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Sukisno.
Secara umum, udara kabur (haze) ini berasal dari partikel kering dan udara yang panas yang menyebabkan jarak pandang pendek. Dan kelembapan rendah dikarenakan udara dan partikel tersebut tidak dapat naik atau tertahan pada atmosfer lapisan bawah akibat lapisan udara di atas lebih panas daripada lapisan di bawahnya (Inversi).(int/nol)
"Hari ini ada 1 hotspot di Riau tepatnya di Rokan Hilir. Untuk provinsi lain di wilayah Sumatera terpantau 12 hotspot yakni di Sumsel 11 titik dan Lampung 1 titik," ujar Sukisno, Kepala BMKG Pekanbaru.
Sementara berdasarkan pantauan pihak BMKG lagi, jarak pandang sejumlah wilayah di Riau hanya beberapa kilometer saja. Namun hal ini bukan disebabkan kabut asap, melainkan oleh udara kabur (haze).
Menurut Sukisno, kondisi tersebut terjadi di tiga wilayah, dengan jarak pandang hanya 5 km saja.
"Tiga wilayah tersebut ada di Indragiri Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru. Jarak pandang yang hanya beberapa km di 3 wilayah ini terpengaruh udara kabur (haze). Jadi itu bukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Sukisno.
Secara umum, udara kabur (haze) ini berasal dari partikel kering dan udara yang panas yang menyebabkan jarak pandang pendek. Dan kelembapan rendah dikarenakan udara dan partikel tersebut tidak dapat naik atau tertahan pada atmosfer lapisan bawah akibat lapisan udara di atas lebih panas daripada lapisan di bawahnya (Inversi).(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila