PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Ribuan Masyarakat Ramaikan Deklarasi Melawan Hoax
PEKANBARU, Riauin.com - Seluruh rangkaian kegiatan Deklarasi Pemuda Melawan Hoax yang ditaja oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pekanbaru, berlangsung dengan meriah. Lebih 5.000 masyarakat ikut berpartisipasi, dan menyambut dengan antusias.
Kegiatan ini diawali dengan jalan santai. Jalan santai ini dilepas oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. Puluhan hadiah dibagikan kepada 5.000 lebih peserta. Sedangkan hadiah utama, yakni Honda Beat, diraih oleh Lifia, siswi kelas VII dari SMPN 10 Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba cipta lagu bertema melawan hoax, dan meme tolak hoax.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan lelang foto Ustaz Abdul Somad (UAS) bersama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. Bagi Kapolresta, foto ini sangat berharga. Sulit mendapatkan momen berfoto bersama UAS. Dalam foto tersebut, pernyataan UAS, "jangan suka menyebarkan hoax, karena nanti orang yang suka menyebarkan hoax, walaupun amalnya baik, nanti dia akan masuk dalam surga, surganya juga hoax".
Foto ini dibuka dengan harga Rp5 juta. Lelang ini berlangsung dengan sengit. Terutama antara Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga dengan Wiwid dari PT Hasrat Tata Jaya. Namun akhirnya, lelang itu dimenangkan oleh Jhon Romi Sinaga dengan harga Rp30 juta. Hasil penjualan foto, diserahkan untuk bantuan korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Meski kalah dalam lelang, Wiwid tetap ikut menyumbang Rp10 juta untuk korban bencana.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, dan Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang. Dalam sambutannya, Atal S Depari menyampaikan apresiasi kepada PWI Pekanbaru yang telah menggagas kegiatan ini.
"Kita apresiasi PWI Pekanbaru yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat luar biasa, yang telah melibatkan semua pihak. Mulai dari Polda Riau, pemerintah daerah dan swasta," ujarnya.
Bahkan kata dia, berita resmi yang telah susah payah ditulis oleh wartawan, diabaikan karena berita hoax. Parahnya kata dia, hoax dapat memutus tali silaturrahim. "Misalnya kasus kabar palsu yang dengan tanpa malu-malu diedar oleh RS, dan dengan massif disebarluaskan oleh mereka-mereka yang reaktif dan jarang mengkaji kebenaran berita tersebut. Betapa bahayanya hoax ini," ujarnya.
Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan, kegiatan deklarasi pemuda melawan hoax ini, sangat strategis. Sebab, hoax sudah sangat mengganggu. "Kalau tidak lakukan langkah nyata, tidak diantisipasi, saya yakin, akan menjadi pemicu perpecahan," ujarnya.
Dia mengapresiasi PWI Pekanbaru yang telah menggagas kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, kita bisa saksikan jalan santai, sampai deklarasi melawan hoax, berlangsung dengan sukses," kata dia.
Dia menyebut, generasi muda saat ini, adalah calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. "Generasi muda, generasi milenial, adalah generasi penerus bangsa. 10-15 tahun ke depan, penerus pimpinan di Indonesia ini. Kami Polda Riau siap untuk melaksanakan kegiatan yang serupa untuk yang akan datang," sebutnya.
Ketua PWI Pekanbaru, Agustiar menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan karena hoax sudah menjadi ancaman di Indonesia. "Dulu kita melawan penjajah, sekarang hoax harus kita lawan, yang kita nilai sudah menjajah bangsa ini," sebutnya.
Penjajahan gaya baru ini kata dia, merupakan musuh yang nyata. Penjajahan ini dapat meruntuhkan semangat nasionalisme dengan seketika, mengurangi rasa percaya terhadap pemerintahan yang sedang menunaikan kewajibannya untuk menjaga segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. "Hoax mampu menghadirkan rasa takut, membentangkan jurang pecah belah di tengah-tengah anak bangsa," sebutnya.
Kaum penjajah ini kata Agustiar, memproduksi sekian banyak kabar bohong. Menggulai berita-berita basi yang menyesatkan, menghasut dengan kepalsuan, serta sanggup tertawa di atas perpecahan. "Makanya hoax harus kita lawan bersama-sama," kata dia.
Menurut Agustiar, dari hoax, kemudian akan terbentuk tindakan main hakim sendiri. Dari itu, di hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018 ini, PWI Pekanbaru atas restu PWI Provinsi Riau bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Riau, Komando Resort Militer 031/Wirabima, Walikota Pekanbaru, dan unsur lainnya mengadakan Deklarasi Pemuda Riau Melawan Hoax.
"Deklarasi ini menjadi tonggak sejarah perlawanan rakyat Riau terhadap para penyebar hoax. Para penjajah yang menggunakan hoax sebagai senjata utama mereka. Siapa saja yang memproduksi hingga menyebarkan hoax adalah musuh bersama yang mesti dilawan," kata Agustiar.(int/nol)
Kegiatan ini diawali dengan jalan santai. Jalan santai ini dilepas oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. Puluhan hadiah dibagikan kepada 5.000 lebih peserta. Sedangkan hadiah utama, yakni Honda Beat, diraih oleh Lifia, siswi kelas VII dari SMPN 10 Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba cipta lagu bertema melawan hoax, dan meme tolak hoax.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan lelang foto Ustaz Abdul Somad (UAS) bersama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. Bagi Kapolresta, foto ini sangat berharga. Sulit mendapatkan momen berfoto bersama UAS. Dalam foto tersebut, pernyataan UAS, "jangan suka menyebarkan hoax, karena nanti orang yang suka menyebarkan hoax, walaupun amalnya baik, nanti dia akan masuk dalam surga, surganya juga hoax".
Foto ini dibuka dengan harga Rp5 juta. Lelang ini berlangsung dengan sengit. Terutama antara Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga dengan Wiwid dari PT Hasrat Tata Jaya. Namun akhirnya, lelang itu dimenangkan oleh Jhon Romi Sinaga dengan harga Rp30 juta. Hasil penjualan foto, diserahkan untuk bantuan korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Meski kalah dalam lelang, Wiwid tetap ikut menyumbang Rp10 juta untuk korban bencana.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, dan Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang. Dalam sambutannya, Atal S Depari menyampaikan apresiasi kepada PWI Pekanbaru yang telah menggagas kegiatan ini.
"Kita apresiasi PWI Pekanbaru yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat luar biasa, yang telah melibatkan semua pihak. Mulai dari Polda Riau, pemerintah daerah dan swasta," ujarnya.
Bahkan kata dia, berita resmi yang telah susah payah ditulis oleh wartawan, diabaikan karena berita hoax. Parahnya kata dia, hoax dapat memutus tali silaturrahim. "Misalnya kasus kabar palsu yang dengan tanpa malu-malu diedar oleh RS, dan dengan massif disebarluaskan oleh mereka-mereka yang reaktif dan jarang mengkaji kebenaran berita tersebut. Betapa bahayanya hoax ini," ujarnya.
Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan, kegiatan deklarasi pemuda melawan hoax ini, sangat strategis. Sebab, hoax sudah sangat mengganggu. "Kalau tidak lakukan langkah nyata, tidak diantisipasi, saya yakin, akan menjadi pemicu perpecahan," ujarnya.
Dia mengapresiasi PWI Pekanbaru yang telah menggagas kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, kita bisa saksikan jalan santai, sampai deklarasi melawan hoax, berlangsung dengan sukses," kata dia.
Dia menyebut, generasi muda saat ini, adalah calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. "Generasi muda, generasi milenial, adalah generasi penerus bangsa. 10-15 tahun ke depan, penerus pimpinan di Indonesia ini. Kami Polda Riau siap untuk melaksanakan kegiatan yang serupa untuk yang akan datang," sebutnya.
Ketua PWI Pekanbaru, Agustiar menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan karena hoax sudah menjadi ancaman di Indonesia. "Dulu kita melawan penjajah, sekarang hoax harus kita lawan, yang kita nilai sudah menjajah bangsa ini," sebutnya.
Penjajahan gaya baru ini kata dia, merupakan musuh yang nyata. Penjajahan ini dapat meruntuhkan semangat nasionalisme dengan seketika, mengurangi rasa percaya terhadap pemerintahan yang sedang menunaikan kewajibannya untuk menjaga segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. "Hoax mampu menghadirkan rasa takut, membentangkan jurang pecah belah di tengah-tengah anak bangsa," sebutnya.
Kaum penjajah ini kata Agustiar, memproduksi sekian banyak kabar bohong. Menggulai berita-berita basi yang menyesatkan, menghasut dengan kepalsuan, serta sanggup tertawa di atas perpecahan. "Makanya hoax harus kita lawan bersama-sama," kata dia.
Menurut Agustiar, dari hoax, kemudian akan terbentuk tindakan main hakim sendiri. Dari itu, di hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018 ini, PWI Pekanbaru atas restu PWI Provinsi Riau bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Riau, Komando Resort Militer 031/Wirabima, Walikota Pekanbaru, dan unsur lainnya mengadakan Deklarasi Pemuda Riau Melawan Hoax.
"Deklarasi ini menjadi tonggak sejarah perlawanan rakyat Riau terhadap para penyebar hoax. Para penjajah yang menggunakan hoax sebagai senjata utama mereka. Siapa saja yang memproduksi hingga menyebarkan hoax adalah musuh bersama yang mesti dilawan," kata Agustiar.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga