PILIHAN
Puluhan Hektar Lahan Milik Masyarakat dan Koperasi Tandan Harapan di Teluk Meranti Terbakar
PANGKALAN KERINCI, Riauin.com - Puluhan hektar lahan di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan terbakar. Lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat dan Koperasi Tandan Harapan.
Kebakaran hutan dan lahan di Teluk Meranti sedikitnya menghanguskan 21 hektar yang Terdeteksi sejak empat hari hari pada, Jumat (28/9/2018) lalu.
"Pagi ini, Teluk Meranti sudah pendinginan di beberapa titik. Karena malam tadi hujan cukup lebat, meski durasi hanya 1,5 jam," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Senin (1/9/2018).
Dikatakannya, lahan yang terbakar di Teluk Meranti merupakan lahan masyarakat dan Koperasi Tandan Harapan.
"Mudahan pendinginan hari ini selesai, karena lokasi kebakaran sudah dilokalisir. Sesuai garis polisi, luas lahan yang terbakar 21 hektar," sebutnya kepada GoRiau.
Ia menambahkan, kendala pemadaman yakni arah angin yang berpindah-pindah. Petugas gabungan di lapangan beberapa kali pindah titik lokasi dan melakukan bongkar pasang peralatan pemadam.
"Proses pemadaman di Teluk Meranti kami sempat terkepung asap, jadi perlu perhitungan asap. Khusus di Teluk Meranti tumbuhan pakis, jadi cukup tebal dan sulit dipadamkan," jelas Hadi Penandio.(int/nol)
Kebakaran hutan dan lahan di Teluk Meranti sedikitnya menghanguskan 21 hektar yang Terdeteksi sejak empat hari hari pada, Jumat (28/9/2018) lalu.
"Pagi ini, Teluk Meranti sudah pendinginan di beberapa titik. Karena malam tadi hujan cukup lebat, meski durasi hanya 1,5 jam," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Senin (1/9/2018).
Dikatakannya, lahan yang terbakar di Teluk Meranti merupakan lahan masyarakat dan Koperasi Tandan Harapan.
"Mudahan pendinginan hari ini selesai, karena lokasi kebakaran sudah dilokalisir. Sesuai garis polisi, luas lahan yang terbakar 21 hektar," sebutnya kepada GoRiau.
Ia menambahkan, kendala pemadaman yakni arah angin yang berpindah-pindah. Petugas gabungan di lapangan beberapa kali pindah titik lokasi dan melakukan bongkar pasang peralatan pemadam.
"Proses pemadaman di Teluk Meranti kami sempat terkepung asap, jadi perlu perhitungan asap. Khusus di Teluk Meranti tumbuhan pakis, jadi cukup tebal dan sulit dipadamkan," jelas Hadi Penandio.(int/nol)
Berita Lainnya
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang