PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Enggan Mendebat Kiai Ma'ruf, Sandiaga Pilih Urun Rembuk
Jakarta, Riauin.com - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mendapat tantangan dari tim kampanye rivalnya, Presiden petahana RI Joko Widodo - Ma'ruf Amin untuk berdebat mengenai situasi dan kondisi ekonomi Indonesia. Namun, Sandiaga mengaku enggan melakukan itu karena diajari untuk tidak melawan kiai.
"Saya diajari untuk tidak boleh berdebat dengan kiai. Kiai itu harus dimuliakan, jadi urun rembuk saya rasa baik sekali karena keadaan ekonomi kita menghawatirkan kita tidak boleh anggap enteng," kata Sandi, Jakarta, Jumat (31/8).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'urun rembuk' didefinisi sebagai 'memberikan sumbang saran; bermusyawarah; urun pendapat'.
Menurut Sandiaga urun rembuk jadi opsi yang lebih baik untuk situasi saat ini. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memandang masalah perekonomian negara sedang memprihatinkan. Akan lebih baik menurut Sandi apabila masalah tersebut dicarikan solusi melalui musyawarah ketimbang debat.
"Bersatu saja belum tentu bisa menghadapi gejolak ini, apalagi terpecah-belah. Jadi saya ingin duduk bersama urun rembuk. Dan ini masih 8 bulan kedepan sementara yang kita hadapi keseharian ekonomi kita berat, dolar perkasa," lanjut Sandi.
Sandi pun menyarankan semua pihak untuk saling membantu memperbaiki kondisi perekonomian dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengonsumsi lebih banyak produk domestik serta berwisata di dalam negeri.
"Supaya kita bisa tahan devisa untuk yang gemar memproduksi barang-barang impor ditahan dulu," imbuhnya.
Dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang kedua pasang kontestan memiliki peserta dengan latar belakang ekonomi.
Kubu petahana diwakili Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) nonaktif Ma'ruf Amin yang lekat dengan ilmu ekonomi syariah. Sementara di kubu oposisi, ada Sandi yang dikenal ulung dalam dunia bisnis dan investasi.
Sementara itu tantangan dari tim kampanye Jokowi-Ma'ruf kepada Sandiaga setelah pendamping Prabowo Mereka mempersoalkan pernyataan kubu oposisi yang kerap menuding perekonomian Indonesia kian terpuruk.(int/nol)
"Saya diajari untuk tidak boleh berdebat dengan kiai. Kiai itu harus dimuliakan, jadi urun rembuk saya rasa baik sekali karena keadaan ekonomi kita menghawatirkan kita tidak boleh anggap enteng," kata Sandi, Jakarta, Jumat (31/8).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'urun rembuk' didefinisi sebagai 'memberikan sumbang saran; bermusyawarah; urun pendapat'.
Menurut Sandiaga urun rembuk jadi opsi yang lebih baik untuk situasi saat ini. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memandang masalah perekonomian negara sedang memprihatinkan. Akan lebih baik menurut Sandi apabila masalah tersebut dicarikan solusi melalui musyawarah ketimbang debat.
"Bersatu saja belum tentu bisa menghadapi gejolak ini, apalagi terpecah-belah. Jadi saya ingin duduk bersama urun rembuk. Dan ini masih 8 bulan kedepan sementara yang kita hadapi keseharian ekonomi kita berat, dolar perkasa," lanjut Sandi.
Sandi pun menyarankan semua pihak untuk saling membantu memperbaiki kondisi perekonomian dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengonsumsi lebih banyak produk domestik serta berwisata di dalam negeri.
"Supaya kita bisa tahan devisa untuk yang gemar memproduksi barang-barang impor ditahan dulu," imbuhnya.
Dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang kedua pasang kontestan memiliki peserta dengan latar belakang ekonomi.
Kubu petahana diwakili Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) nonaktif Ma'ruf Amin yang lekat dengan ilmu ekonomi syariah. Sementara di kubu oposisi, ada Sandi yang dikenal ulung dalam dunia bisnis dan investasi.
Sementara itu tantangan dari tim kampanye Jokowi-Ma'ruf kepada Sandiaga setelah pendamping Prabowo Mereka mempersoalkan pernyataan kubu oposisi yang kerap menuding perekonomian Indonesia kian terpuruk.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK