PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Internet Indonesia Jadi Sorotan di Google IO
Nama sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, sempat disebut dalam konferensi Google I/O yang berlangsung Kamis (28/5/2015) kemarin.
Salah satu tema besar yang dibawakan di konferensi itu memang terkait dengan optimalisasi layanan-layanan Google di negara berkembang, di mana pengguna internet mobile seringkali bermasalah dengan koneksi yang lamban atau tidak merata.
"Padahal, akses terhadap informasi di internet bisa membantu meningkatkan kualitas hidup orang-orang," kata Vice President of Engineering and Product Management Google, Jen Fitzpatrick ketika berbicara di panggung acara, sebagaimana bisa disimak dalam video di bawah.
Google pun berinisiatif menggelar sejumlah upaya untuk memperlancar penggunaan layanan-layanan Google yang berbasis internet di negara-negara berkembang.
Indonesia menjadi lokasi perdana penerapan fitur lite search pada Oktober tahun lalu yang mempercepat loading laman hasil search.
Lalu, dilanjutkan dengan transcoding laman internet melalui teknologi Search Google pada Mei 2015. Hal ini meningkatkan kecepatan loading laman-laman web ketika diakses melalui laman hasil search.
Proses ini, menurut Fitzpatrick, bisa mempercepat proses loading laman web di ponsel 2G yang masih banyak digunakan di Tanah Air.
YouTube/ Google Developers Laman Kompas.com dijadikan contoh penerapan teknologi percepatan akses internet lewat koneksi 2G di Indonesia, dalam konferensi Google I/O 2015 yang berlangsung di San Francisco, AS, Kamis (28/5/2015)
"Kami tengah melakukan optimalisasi laman web untuk koneksi lambat, dimulai dari Indonesia," kata Fitzpatrick.
Kecepatan diklaim meningkat hingga 4 kali lipat, sementara jumlah data yang diperlukan untuk membuka laman web berkurang sebanyak 80 persen sehingga lebih menghemat kuota data.
Keuntungan lain, kebutuhan memori untuk membuka browser Chrome di ponsel pun turut menciut sebanyak 80 MB. Hal ini, lanjut Fitzpatrick, akan membantu meningkatkan kinerja perangkat Android low-end yang hanya memiliki RAM sebesar 512 MB.
Selain Search, beberapa layanan lain dari Google, yakni Chrome, YouTube, dan Maps juga mendapat fitur "offline" agar bisa digunakan meski perangkat mobile sedang tak mendapat sambungan data internet.
Fitur offline dimaksud menawarkan kemampuan menyimpan konten (laman web untuk Chrome, video untuk YouTube, dan data peta untuk Maps) ketika sedang online, untuk kemudian diakses kembali saat perangkat offline. (*)
Salah satu tema besar yang dibawakan di konferensi itu memang terkait dengan optimalisasi layanan-layanan Google di negara berkembang, di mana pengguna internet mobile seringkali bermasalah dengan koneksi yang lamban atau tidak merata.
"Padahal, akses terhadap informasi di internet bisa membantu meningkatkan kualitas hidup orang-orang," kata Vice President of Engineering and Product Management Google, Jen Fitzpatrick ketika berbicara di panggung acara, sebagaimana bisa disimak dalam video di bawah.
Google pun berinisiatif menggelar sejumlah upaya untuk memperlancar penggunaan layanan-layanan Google yang berbasis internet di negara-negara berkembang.
Indonesia menjadi lokasi perdana penerapan fitur lite search pada Oktober tahun lalu yang mempercepat loading laman hasil search.
Lalu, dilanjutkan dengan transcoding laman internet melalui teknologi Search Google pada Mei 2015. Hal ini meningkatkan kecepatan loading laman-laman web ketika diakses melalui laman hasil search.
Proses ini, menurut Fitzpatrick, bisa mempercepat proses loading laman web di ponsel 2G yang masih banyak digunakan di Tanah Air.
YouTube/ Google Developers Laman Kompas.com dijadikan contoh penerapan teknologi percepatan akses internet lewat koneksi 2G di Indonesia, dalam konferensi Google I/O 2015 yang berlangsung di San Francisco, AS, Kamis (28/5/2015)
"Kami tengah melakukan optimalisasi laman web untuk koneksi lambat, dimulai dari Indonesia," kata Fitzpatrick.
Kecepatan diklaim meningkat hingga 4 kali lipat, sementara jumlah data yang diperlukan untuk membuka laman web berkurang sebanyak 80 persen sehingga lebih menghemat kuota data.
Keuntungan lain, kebutuhan memori untuk membuka browser Chrome di ponsel pun turut menciut sebanyak 80 MB. Hal ini, lanjut Fitzpatrick, akan membantu meningkatkan kinerja perangkat Android low-end yang hanya memiliki RAM sebesar 512 MB.
Selain Search, beberapa layanan lain dari Google, yakni Chrome, YouTube, dan Maps juga mendapat fitur "offline" agar bisa digunakan meski perangkat mobile sedang tak mendapat sambungan data internet.
Fitur offline dimaksud menawarkan kemampuan menyimpan konten (laman web untuk Chrome, video untuk YouTube, dan data peta untuk Maps) ketika sedang online, untuk kemudian diakses kembali saat perangkat offline. (*)
Berita Lainnya
DPRD Riau Minta Bapenda Maksimalkan Sektor Pajak dan Aset demi Target APBD 2027
Inhil Dominasi Lokasi Sebaran, Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tekan Jumlah Titik Panas di Riau
Kabut Asap Meluas ke 10 Daerah, Kasus Gangguan Kesehatan di Riau Capai 1.960 Orang
Hotspot Riau Menyusut Jadi 69 Titik, BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Daerah
KI Riau Kejar Peningkatan Indeks Keterbukaan Informasi, SDM PPID Bakal Dibenahi
Tembus 33 Ton Garam, Satgas Riau Kembali Gempur Asap Karhutla Lewat Udara
DPRD Riau Minta Bapenda Maksimalkan Sektor Pajak dan Aset demi Target APBD 2027
Inhil Dominasi Lokasi Sebaran, Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tekan Jumlah Titik Panas di Riau
Kabut Asap Meluas ke 10 Daerah, Kasus Gangguan Kesehatan di Riau Capai 1.960 Orang
Hotspot Riau Menyusut Jadi 69 Titik, BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Daerah
KI Riau Kejar Peningkatan Indeks Keterbukaan Informasi, SDM PPID Bakal Dibenahi
Tembus 33 Ton Garam, Satgas Riau Kembali Gempur Asap Karhutla Lewat Udara