PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Ijtima Ulama Rekomendasikan Prabowo Capres, Kapitra: Saya Dukung Jokowi!
JAKARTA, Riauin.com – Mantan pengacara Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera, kecewa atas rekomendasi ijtima ulama yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capes) di Pilpres 2019. Karena itu, ia tak akan memilih Prabowo pada Pilpres mendatang.
Kapitra yang kini merupakan calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP akan mengikuti pilihan partai. Karena itu, Kapitra akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
"Kalau hanya Prabowo dan Jokowi, bentar dulu deh, saya ikut partai saya. Kalau calonnya Prabowo sama Jokowi, saya dukung Jokowi!" tegas Kapitra saat jumpa pers di Jakarta, Minggu, (29/7/2018).
Salah satu alasan ia memilih Jokowi karena kecewa dengan ijtima ulama yang lebih merekomendasikan Prabowo sebagai capres dibanding ulama.
Alasan lainnya Kapitra mendukung Jokowi adalah agar dapat melanjutkan pembangunan di Indonesia dalam periode kedua.
Berbeda jika Prabowo menjadi presiden. Menurutnya, pemerintahan saat ini akan dibongkar dan dirombak kembali.
"Kalau Prabowo (presiden), mulai lagi dari baru, ulang lagi, rombak lagi. Tau kan setiap ganti kabinet, ganti sistem, capek," kata dia.
Sekadar diketahui, ijtima yang digelar n Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama bersama berbagai tokoh nasional sepakat merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres.
Untuk cawapres Prabowo, ada dua nama yang direkomendasikan, Kedua nama itu adalah Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara. Selanjutnya rekomendasi ini akan diserahkan kepada partai yang tergabung dalam koalisi umat. (int/nol)
Kapitra yang kini merupakan calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP akan mengikuti pilihan partai. Karena itu, Kapitra akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
"Kalau hanya Prabowo dan Jokowi, bentar dulu deh, saya ikut partai saya. Kalau calonnya Prabowo sama Jokowi, saya dukung Jokowi!" tegas Kapitra saat jumpa pers di Jakarta, Minggu, (29/7/2018).
Salah satu alasan ia memilih Jokowi karena kecewa dengan ijtima ulama yang lebih merekomendasikan Prabowo sebagai capres dibanding ulama.
Alasan lainnya Kapitra mendukung Jokowi adalah agar dapat melanjutkan pembangunan di Indonesia dalam periode kedua.
Berbeda jika Prabowo menjadi presiden. Menurutnya, pemerintahan saat ini akan dibongkar dan dirombak kembali.
"Kalau Prabowo (presiden), mulai lagi dari baru, ulang lagi, rombak lagi. Tau kan setiap ganti kabinet, ganti sistem, capek," kata dia.
Sekadar diketahui, ijtima yang digelar n Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama bersama berbagai tokoh nasional sepakat merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres.
Untuk cawapres Prabowo, ada dua nama yang direkomendasikan, Kedua nama itu adalah Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad Batubara. Selanjutnya rekomendasi ini akan diserahkan kepada partai yang tergabung dalam koalisi umat. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK