PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Kapitra vs PA 212: Kawan Jadi Lawan
Jakarta, Riauin.com - Hubungan antara Kapitra Ampera dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 berubah sejak Kapitra menjadi caleg DPR dari PDIP. Kini, Kapitra dianggap lawan.
Kapitra sebelumnya dikenal sebagai pengacara Habib Rizieq. Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Namun, kondisi jadi berbeda saat Kapitra menjadi caleg PDIP. Setelah sempat belum ada kepastian, Kapitra akhirnya terang-terangan menyatakan jadi caleg PDIP saat bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Bahkan, Kapitra meminta dipanggil cebong. "Hari ini saya menjadi cebong. Silakan panggil saya 'cebong' karena cebong dalam persepsi agama saya adalah anak katak yang selalu berzikir demi kebaikan bangsa ini, demi kebaikan umat manusia. Itu yang saya tahu dalam terminologi Islam yang saya anut. Jadi kalau itu dipanggil, itu bukan panggilan hina," ungkap Kapitra.
Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif mengaku belum mengetahui Kapitra bertemu dengan pimpinan PDIP. Slamet mengatakan tak mempersoalkan hal tersebut.
"Belum, saya belum dengar. Kalau bertemu, tak jadi masalah. Bertemu siapa pun kita tak mempersoalkan," kata Slamet saat dihubungi, Selasa (24/7/2018).
Slamet mengatakan PA 212 ingin adanya pergantian pemerintahan di Indonesia. PA 212 pun bermitra dengan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB, yang merupakan partai oposisi.
Dengan status Kapitra yang resmi menjadi caleg PDIP, Slamet mengatakan pengacara Habib Rizieq Syihab tersebut menjadi lawan politik PA 212.
"Yang kami garis bawahi, ketika dia jadi bagian PDIP itu, kalau bertemu tak jadi masalah. Artinya, kalau dia jadi caleg PDIP, dia jadi lawan politik kami, kan begitu," tuturnya.(int/nol)
Kapitra sebelumnya dikenal sebagai pengacara Habib Rizieq. Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Namun, kondisi jadi berbeda saat Kapitra menjadi caleg PDIP. Setelah sempat belum ada kepastian, Kapitra akhirnya terang-terangan menyatakan jadi caleg PDIP saat bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Bahkan, Kapitra meminta dipanggil cebong. "Hari ini saya menjadi cebong. Silakan panggil saya 'cebong' karena cebong dalam persepsi agama saya adalah anak katak yang selalu berzikir demi kebaikan bangsa ini, demi kebaikan umat manusia. Itu yang saya tahu dalam terminologi Islam yang saya anut. Jadi kalau itu dipanggil, itu bukan panggilan hina," ungkap Kapitra.
Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif mengaku belum mengetahui Kapitra bertemu dengan pimpinan PDIP. Slamet mengatakan tak mempersoalkan hal tersebut.
"Belum, saya belum dengar. Kalau bertemu, tak jadi masalah. Bertemu siapa pun kita tak mempersoalkan," kata Slamet saat dihubungi, Selasa (24/7/2018).
Slamet mengatakan PA 212 ingin adanya pergantian pemerintahan di Indonesia. PA 212 pun bermitra dengan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB, yang merupakan partai oposisi.
Dengan status Kapitra yang resmi menjadi caleg PDIP, Slamet mengatakan pengacara Habib Rizieq Syihab tersebut menjadi lawan politik PA 212.
"Yang kami garis bawahi, ketika dia jadi bagian PDIP itu, kalau bertemu tak jadi masalah. Artinya, kalau dia jadi caleg PDIP, dia jadi lawan politik kami, kan begitu," tuturnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK