PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Hasil Survei Poltracking
Lebih Banyak Dikenal Masyarakat, Syamsuar Unggul di Pilgubri
JAKARTA, Riauin.com - Pasangan nomor urut 1, Syamsuar dan Edy Nasution menempati peringkat paling atas. Keduanya ternyata lebih banyak dikenal masyarakat baik secara sosok pribadi, maupun sebagai pasangan calon.
Demikian terungkap dari hasil Lembaga survei Poltracking Indonesia melakukan survei melibatkan 800 responden untuk Pemilihan Calon Gubernur Riau.
"Kita melakukan pendataan dan survei yang dilaksanakan 20-25 Februari lalu. Poltracking menurunkan 80 pewawancara untuk menanyai 800 responden yang tersebar di Riau," ujar kata Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Arya Budi, dalam siaran persnya, Minggu (25/3/2018).
Dikatakan Arya, Poltracking melakukan survei melalui tanya jawab langsung dengan margin of eror kurang lebih 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Hasilnya elektabilitas calon gubernur secara sosok pribadi, Syamsuar ada di posisi paling atas sebesar 19,2 persen, kedua Firdaus 12,9 persen, Lukman Edy 11,6 persen dan Andi Rachman 10,6 persen, lainnya 2,2 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 43,5 persen," kaya Arya.
Saat survei, responden diminta untuk menyebut 4 nama yang diinginkan jadi calon gubernur. Lagi-lagi nama Syamsuar paling atas. Bupati Siak dua periode itu disebut responden sebanyak 21,6 persen, Lukman Edy 17,7 persen, Firdaus 16 persen, Andi Rachman 15,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 29,6 persen.
"Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil gubernur tanpa pasangan, Edy Natar Nasution berada paling atas, yakni sebesar 14,6 persen. Kedua ditempati Suyatno 12,6 persen, Hardiyanto 11,2 persen, Rusli Efendi 8,7 persen, lainnya 2,9 persen, tidak jawab/tidak tahu 50 persen," terang Arya.
Sementara itu, jika nama pasangan calon disebutkan untuk dipilih masyarakat yang menjadi responden, paslon Syamsuar-Edy berada di peringkat paling atas, yakni 19,8 persen.
Peringkat kedua diraih paslon Lukman Edy-Hardianto 17,8 persen, Firdaus-Rusli 16,4 persen dan Andi Rachman 11,2 persen. Responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu sebesar 34,8 persen.
"Tidak ada kandidat yang dominan. Karena itu, para calon punya peluang yang sama karena jarak perbedaannya sangat tipis bahkan di bawah angka 3,5 persen," jelasnya dilansir merdeka.
Arya menyebutkan, para paslon memiliki kesempatan untuk melakukan strategi dalam memenangkan hati masyarakat. Angka hasil survei tersebut merupakan potret dari perolehan calon, dan itu bisa berubah setiap waktu.
Sebab, responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu serta belum menentukan pilihan lebih besar ketimbang yang menjawab.
"Bahkan dari hasil survei kami, sebesar 57,3 persen menyebut masih bisa mengubah pilihannya, 13,2 persen, sedangkan menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 29,5 persen. Ini menjadi peluang bagi para kandidat untuk terus berjuang meraih suara," ungkap Arya.(int/nol)
Demikian terungkap dari hasil Lembaga survei Poltracking Indonesia melakukan survei melibatkan 800 responden untuk Pemilihan Calon Gubernur Riau.
"Kita melakukan pendataan dan survei yang dilaksanakan 20-25 Februari lalu. Poltracking menurunkan 80 pewawancara untuk menanyai 800 responden yang tersebar di Riau," ujar kata Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Arya Budi, dalam siaran persnya, Minggu (25/3/2018).
Dikatakan Arya, Poltracking melakukan survei melalui tanya jawab langsung dengan margin of eror kurang lebih 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Hasilnya elektabilitas calon gubernur secara sosok pribadi, Syamsuar ada di posisi paling atas sebesar 19,2 persen, kedua Firdaus 12,9 persen, Lukman Edy 11,6 persen dan Andi Rachman 10,6 persen, lainnya 2,2 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 43,5 persen," kaya Arya.
Saat survei, responden diminta untuk menyebut 4 nama yang diinginkan jadi calon gubernur. Lagi-lagi nama Syamsuar paling atas. Bupati Siak dua periode itu disebut responden sebanyak 21,6 persen, Lukman Edy 17,7 persen, Firdaus 16 persen, Andi Rachman 15,1 persen, tidak tahu/tidak jawab 29,6 persen.
"Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil gubernur tanpa pasangan, Edy Natar Nasution berada paling atas, yakni sebesar 14,6 persen. Kedua ditempati Suyatno 12,6 persen, Hardiyanto 11,2 persen, Rusli Efendi 8,7 persen, lainnya 2,9 persen, tidak jawab/tidak tahu 50 persen," terang Arya.
Sementara itu, jika nama pasangan calon disebutkan untuk dipilih masyarakat yang menjadi responden, paslon Syamsuar-Edy berada di peringkat paling atas, yakni 19,8 persen.
Peringkat kedua diraih paslon Lukman Edy-Hardianto 17,8 persen, Firdaus-Rusli 16,4 persen dan Andi Rachman 11,2 persen. Responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu sebesar 34,8 persen.
"Tidak ada kandidat yang dominan. Karena itu, para calon punya peluang yang sama karena jarak perbedaannya sangat tipis bahkan di bawah angka 3,5 persen," jelasnya dilansir merdeka.
Arya menyebutkan, para paslon memiliki kesempatan untuk melakukan strategi dalam memenangkan hati masyarakat. Angka hasil survei tersebut merupakan potret dari perolehan calon, dan itu bisa berubah setiap waktu.
Sebab, responden yang tidak menjawab dan menyatakan tidak tahu serta belum menentukan pilihan lebih besar ketimbang yang menjawab.
"Bahkan dari hasil survei kami, sebesar 57,3 persen menyebut masih bisa mengubah pilihannya, 13,2 persen, sedangkan menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 29,5 persen. Ini menjadi peluang bagi para kandidat untuk terus berjuang meraih suara," ungkap Arya.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK