PILIHAN
Tokoh Masyarakat: Syamsuar - Edy Nasution Mampu Pindahkan Teknologi Pertanian dari Siak ke Kuansing
TELUKKUANTAN, Riauin.com - Masyarakat Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memiliki sebuah harapan besar kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Syamsuar - Edy Nasution jika duduk sebagai pemimpin Riau.
Harapan tersebut dituangkan dalam sebuah realisasi perubahan menuju Riau lebih baik dan perubahan secara nyata untuk masyarakat Kuansing. Seperti halnya dunia pertanian, pendidikan dan kesehatan.
Tokoh Masyarakat Kuansing, Safril Manaf kepada wartawan mengatakan, Kabupaten Kuansing memiliki lahan yang luas untuk digunakan sebagai cetak sawah. Namun, keinginan masyarakat untuk bertani sangat minim.
"Menjadi petani tidak menjanjikan dan tidak bisa membuat kesejahteraan perani meningkat. Itu yang menjadi alasan kenapa petani beralih profesi menjadi buruh," kata Safril di rumahnya, Rabu (21/2/2018).
Dikatakan Safril, jika Syamsuar - Edy Nasution duduk sebagai pemimpin Riau, teknologi pertanian yang sudah maju di Kabupaten Siak bisa diterapkan juga di Kabupaten Kuansing.
"Petani di sini tidak memiliki teknologi dalam pertanian. Ini yang membuat petani beralih profesi. Kalau kesejahteraan petani meningkat, saya yakin, akan banyak petani yang mau kembali menggarap lahan sawahnya lagi," ujar Safril.
Masih dikatakan Safril, dengan luasnya lahan sawah yang ada di Kuansing, dirinya yakin bisa swasembada di Kuansing. Karena, dengan luas lahan yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat Kuansing dan sekitarnya.
"Ini harapan besar, agar perekonomian masyarakat bisa terdongkrak kembali. Saya yakin, Syamsuar - Edy Nasution dapat membangun Riau lebih baik lagi," jelas Safril. (int/nol)
Harapan tersebut dituangkan dalam sebuah realisasi perubahan menuju Riau lebih baik dan perubahan secara nyata untuk masyarakat Kuansing. Seperti halnya dunia pertanian, pendidikan dan kesehatan.
Tokoh Masyarakat Kuansing, Safril Manaf kepada wartawan mengatakan, Kabupaten Kuansing memiliki lahan yang luas untuk digunakan sebagai cetak sawah. Namun, keinginan masyarakat untuk bertani sangat minim.
"Menjadi petani tidak menjanjikan dan tidak bisa membuat kesejahteraan perani meningkat. Itu yang menjadi alasan kenapa petani beralih profesi menjadi buruh," kata Safril di rumahnya, Rabu (21/2/2018).
Dikatakan Safril, jika Syamsuar - Edy Nasution duduk sebagai pemimpin Riau, teknologi pertanian yang sudah maju di Kabupaten Siak bisa diterapkan juga di Kabupaten Kuansing.
"Petani di sini tidak memiliki teknologi dalam pertanian. Ini yang membuat petani beralih profesi. Kalau kesejahteraan petani meningkat, saya yakin, akan banyak petani yang mau kembali menggarap lahan sawahnya lagi," ujar Safril.
Masih dikatakan Safril, dengan luasnya lahan sawah yang ada di Kuansing, dirinya yakin bisa swasembada di Kuansing. Karena, dengan luas lahan yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat Kuansing dan sekitarnya.
"Ini harapan besar, agar perekonomian masyarakat bisa terdongkrak kembali. Saya yakin, Syamsuar - Edy Nasution dapat membangun Riau lebih baik lagi," jelas Safril. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK