PILIHAN
Syamsuar - Edy Nasution Siapkan Solusi Masalah Pendidikan di Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Dalam kegiatan silaturrahmi dengan masyarakat di sejumlah Kabupaten kota di Riau, Syamsuar masih mendengar aduan masalah pendidikan dari para guru soal kesejahteraan mereka dan dari walimurid soal kualitas pedidikan.
Seperti contoh yang pernah terjadi di pertengahan tahun 2017 lalu. Nasib tenaga pendidik, khususnya guru non-PNS seperti Guru Bantu Provinsi (GBP) dan guru honor daerah harus menanggung derita karena sempat berbulan-bulan belum gajian.
Hal ini menjadi satu dari beragam persoalan nyata yang dihadapi dunia pendidikan Riau yang disiapkan solusinya. Termasuk sebaran guru yang belum merata, biaya sekolah murah yang hanya isapan jempol semata.
Persoalan sarana dan prasarana pendidikan yang belum optimal dengan kelengkapan fasilitasnya yang minim juga masih terjadi dengan konsekwensi menurunnya mutu dan kualitas pendidikan.
Bakal calon Gubernur Riau, Syamsuar yang akan berpasangan dengan Brigjen Edy Natar Nasution ini sudah berkomitmen dalam visi misinya di bidang pendidikan untuk Riau lebih baik. Dia berjanji akan membenahi dunia pendidikan Riau dengan segala persoalannya.
"Kami berkeinginan agar pendidikan Riau benar-benar berkompeten dan berkualitas. Tentunya dengan meningkatkan kualitas guru serta memberikan insentif kepada guru. Karena jika guru hebat, maka siswanya juga akan akan lebih hebat dan berprestasi," kata Syamsuar kepada wartawan, Rabu (31/1/2018).
Selain itu juga, masih kata Syamsuar, anak-anak miskin atau kurang mampu tetap akan bisa melanjutkan pendidikan dengan syarat harus berprestasi. Syarat ini bagian dari motivasi agar mereka yang tetap ingin bersekolah harus tetap mengukir prestasi.
Bantuan beasiswa kepasa guru dan anak tidak mampu untuk pendidikan S1, S2, dan S3 baik dalam maupun luar negeri. Selain itu juga Syamsuar - Edy Nasution juga akan memprioritaskan pembangunan dan sarana pendidikan serta membangin asrama mahasiswa di Kairo Mesir.
“Komitmen secara teknis yang diperlukan dunia pendidikan, mulai beasiswa, peralatan, bangunan sekolah, guru, guru bantu termasuk gaji semua harus terakomodir dengan baik. Nasib dunia pendidikan di Riau ini masih sangat memprihatinkan. Terutama terkait penanganan tenaga guru," tutur Bupati Siak dua periode ini.(int/nol)
sumber: goriau
Seperti contoh yang pernah terjadi di pertengahan tahun 2017 lalu. Nasib tenaga pendidik, khususnya guru non-PNS seperti Guru Bantu Provinsi (GBP) dan guru honor daerah harus menanggung derita karena sempat berbulan-bulan belum gajian.
Hal ini menjadi satu dari beragam persoalan nyata yang dihadapi dunia pendidikan Riau yang disiapkan solusinya. Termasuk sebaran guru yang belum merata, biaya sekolah murah yang hanya isapan jempol semata.
Persoalan sarana dan prasarana pendidikan yang belum optimal dengan kelengkapan fasilitasnya yang minim juga masih terjadi dengan konsekwensi menurunnya mutu dan kualitas pendidikan.
Bakal calon Gubernur Riau, Syamsuar yang akan berpasangan dengan Brigjen Edy Natar Nasution ini sudah berkomitmen dalam visi misinya di bidang pendidikan untuk Riau lebih baik. Dia berjanji akan membenahi dunia pendidikan Riau dengan segala persoalannya.
"Kami berkeinginan agar pendidikan Riau benar-benar berkompeten dan berkualitas. Tentunya dengan meningkatkan kualitas guru serta memberikan insentif kepada guru. Karena jika guru hebat, maka siswanya juga akan akan lebih hebat dan berprestasi," kata Syamsuar kepada wartawan, Rabu (31/1/2018).
Selain itu juga, masih kata Syamsuar, anak-anak miskin atau kurang mampu tetap akan bisa melanjutkan pendidikan dengan syarat harus berprestasi. Syarat ini bagian dari motivasi agar mereka yang tetap ingin bersekolah harus tetap mengukir prestasi.
Bantuan beasiswa kepasa guru dan anak tidak mampu untuk pendidikan S1, S2, dan S3 baik dalam maupun luar negeri. Selain itu juga Syamsuar - Edy Nasution juga akan memprioritaskan pembangunan dan sarana pendidikan serta membangin asrama mahasiswa di Kairo Mesir.
“Komitmen secara teknis yang diperlukan dunia pendidikan, mulai beasiswa, peralatan, bangunan sekolah, guru, guru bantu termasuk gaji semua harus terakomodir dengan baik. Nasib dunia pendidikan di Riau ini masih sangat memprihatinkan. Terutama terkait penanganan tenaga guru," tutur Bupati Siak dua periode ini.(int/nol)
sumber: goriau
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK