Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Pekanbaru Kekurangan 19 Puskesmas dan 102 Posyandu
RIAUIN.COM - Kota Pekanbaru masih mengalami krisis infrastruktur kesehatan dasar. Saat ini, ibu kota Provinsi Riau tersebut kekurangan 19 unit Puskesmas, 49 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 102 Posyandu untuk melayani sekitar 1,2 juta jiwa penduduknya.
Kondisi tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, dalam Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer di Hotel Grand Central Pekanbaru, Senin (28/9/2026).
Hazli Fendriyanto menjelaskan bahwa idealnya Pekanbaru memiliki 40 unit Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah. Namun, fasilitas yang tersedia saat ini baru menyentuh angka 21 unit di 12 kecamatan.
"Kota Pekanbaru perlu meningkatkan infrastruktur kesehatan, pemenuhan jumlah Puskesmas, Pustu, dan Posyandu sesuai standar, serta sarana prasarana pendukung fasilitas pelayanan," ujar Hazli Fendriyanto.
Ketimpangan juga terjadi pada tingkat kelurahan dan RW. Dari total 83 kelurahan, baru ada 34 Pustu yang beroperasi. Sementara dari 767 RW, Posyandu yang terbentuk baru mencapai 665 unit.
Langkah pemenuhan fasilitas ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2024. Lewat aturan baru tersebut, Posyandu dituntut memberikan layanan kesehatan menyeluruh berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, hingga lansia.
"Namun, saat ini baru tersedia 21 Puskesmas di 12 kecamatan, sehingga masih terdapat kekurangan 19 unit Puskesmas," kata Hazli Fendriyanto.
Selain membahas defisit fasilitas medis, forum tersebut menjadi wadah evaluasi bagi Tim Pembina (TP) Posyandu di 15 kecamatan. Para perwakilan kecamatan memaparkan berbagai kendala lapangan, seperti keterbatasan gedung, penanganan anak zero dose, pemeriksaan ibu hamil, pencegahan stunting, hingga penguatan kapasitas kader.
Agenda koordinasi ini dihadiri oleh Ketua TP Posyandu Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Ketua I TP Posyandu Kota Pekanbaru dr. Sari Rahmawati Markarius, perwakilan Bappeda Kota Pekanbaru, serta seluruh Ketua TP Posyandu Kecamatan se-Kota Pekanbaru.
"Kita berharap pertemuan koordinasi ini dapat memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat Kota Pekanbaru," tutur Hazli Fendriyanto. (Bil)
Berita Lainnya
Angka Pelanggaran Helm Tiga Bulan Berturut-turut Naik, Polresta Pekanbaru Intensifkan Edukasi
Ancam Copot Pejabat Pemko Pekanbaru Bekerja Buruk, Walikota Terapkan Evaluasi Kinerja 6 Bulanan
1.258 ASN Pemko Pekanbaru Ikuti Pemetaan Kompetensi Digital BKN
Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan
Belum Capai Target, Dinkes Pekanbaru Temukan 3.605 Kasus TBC hingga September
Pemko Pekanbaru Usulkan Ranperda APBD-P 2026 Fokus Pelunasan Tunda Bayar dan Masalah Kota
Angka Pelanggaran Helm Tiga Bulan Berturut-turut Naik, Polresta Pekanbaru Intensifkan Edukasi
Ancam Copot Pejabat Pemko Pekanbaru Bekerja Buruk, Walikota Terapkan Evaluasi Kinerja 6 Bulanan
1.258 ASN Pemko Pekanbaru Ikuti Pemetaan Kompetensi Digital BKN
Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan
Belum Capai Target, Dinkes Pekanbaru Temukan 3.605 Kasus TBC hingga September
Pemko Pekanbaru Usulkan Ranperda APBD-P 2026 Fokus Pelunasan Tunda Bayar dan Masalah Kota