Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Belum Capai Target, Dinkes Pekanbaru Temukan 3.605 Kasus TBC hingga September
RIAUIN.COM - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru merealisasikan 68,2 persen target penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun hingga 20 September 2026. Dari target tahunan sebanyak 5.280 kasus, petugas kesehatan baru mengidentifikasi 3.605 kasus baru.
Selain penemuan kasus TBC baru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat penanganan terduga TBC melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) telah menjangkau 15.395 orang. Angka tersebut setara 54,6 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebanyak 28.220 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan bahwa pihaknya terus menggenjot penjaringan kasus TBC di lapangan maupun di fasilitas kesehatan. Langkah aktif ini bertujuan agar warga yang terinfeksi segera mendapatkan pengobatan medis yang tepat.
"Hingga 20 September tahun ini, sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan dari target 5.280 kasus. Selain itu, sebanyak 15.395 orang TBC tak terduga telah ditemukan melalui SPM, atau 54,6 persen dari target 28.220 orang," kata Hazli, Senin (28/9/2026).
Hazli mengakui capaian tahun ini masih membutuhkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru berhasil melampaui target Kementerian Kesehatan dengan menemukan 5.505 kasus atau mencapai 114 persen.
"Hasil evaluasi tahun lalu menjadi pemacu semangat bagi jajaran kami untuk memperluas jangkauan penemuan kasus di seluruh wilayah. Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen," ujar Hazli.
Guna memicu kinerja pelayanan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan yang mencatatkan performa terbaik. Puskesmas Sidomulyo menjadi fasilitas kesehatan dengan penemuan kasus terbanyak sekaligus tingkat keberhasilan pengobatan tertinggi pada 2025, yakni mencapai 99 persen.
Puskesmas lain seperti Payung Sekaki, Rejosari, Sapta Taruna, Sail, dan Langsat turut mencatatkan angka kesembuhan pasien di atas 97 persen. Capaian dari puskesmas-puskesmas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan TBC secara menyeluruh di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. (Bil)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan
Pemko Pekanbaru Usulkan Ranperda APBD-P 2026 Fokus Pelunasan Tunda Bayar dan Masalah Kota
Tuah Madani Jadi Wilayah Kasus DBD Terbanyak di Pekanbaru, Total Capai 107 Kasus
Warga Terancam Tak Dapa Bantuan, Pekanbaru Investigasi Perubahan Data Kesejahteraan
Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan
Pemprov Riau Pangkas Bantuan BPJS Kesehatan, Pemko Pekanbaru Cari Pihak Swasta
Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan
Pemko Pekanbaru Usulkan Ranperda APBD-P 2026 Fokus Pelunasan Tunda Bayar dan Masalah Kota
Tuah Madani Jadi Wilayah Kasus DBD Terbanyak di Pekanbaru, Total Capai 107 Kasus
Warga Terancam Tak Dapa Bantuan, Pekanbaru Investigasi Perubahan Data Kesejahteraan
Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan
Pemprov Riau Pangkas Bantuan BPJS Kesehatan, Pemko Pekanbaru Cari Pihak Swasta