Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Warga Terancam Tak Dapa Bantuan, Pekanbaru Investigasi Perubahan Data Kesejahteraan
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas merespons gelombang protes masyarakat yang mendadak dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Petugas menemukan indikasi pencatutan identitas hingga data pinjaman daring sebagai pemicu utama bergesernya posisi desil kesejahteraan warga dalam pemutakhiran data kependudukan 2026.
Menanggapi fenomena tersebut, penelusuran mendalam langsung digulirkan melalui pembentukan posko penanganan khusus yang tersebar di seluruh kantor kelurahan dan kecamatan se-Kota Pekanbaru.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengungkapkan bahwa penelusuran lapangan mendeteksi adanya indikator kesejahteraan yang tidak lagi terpenuhi akibat data finansial yang bermasalah dalam satu dokumen kependudukan.
"Ada masyarakat yang tidak tahu tiba-tiba dalam satu KK ada mungkin salah satu keluarganya terjerat pinjaman online. Itu maka dihilangkan untuk menerima bantuannya," kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kamis (24/9/2026).
Selain jeratan pinjaman daring, temuan lapangan juga menunjukkan maraknya kasus penyalahgunaan dokumen pribadi warga oleh pihak tak bertanggung jawab demi transaksi tertentu.
"KTP masyarakat yang bersangkutan ditemukan digunakan untuk pembelian kendaraan maupun barang lainnya. Kondisi tersebut turut memengaruhi data kesejahteraan masyarakat," ujar Agung Nugroho.
Guna memulihkan hak warga yang terdampak kekeliruan data tersebut, pemerintah daerah menggandeng Kementerian Sosial untuk memfasilitasi proses verifikasi ulang dan klarifikasi dokumen secara langsung di tingkat tapak.
"Bagaimana masyarakat yang berhak kembali mendapatkan bantuan. Untuk masyarakat yang desilnya berubah atau baik bisa datang ke posko yang telah ada," tutur Agung Nugroho.
Melalui posko ini, seluruh aduan warga akan diverifikasi ulang agar penyaluran bantuan sosial di Kota Pekanbaru kembali tepat sasaran sesuai kondisi riil perekonomian masyarakat. (Bil)
Berita Lainnya
Tuah Madani Jadi Wilayah Kasus DBD Terbanyak di Pekanbaru, Total Capai 107 Kasus
Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan
Pemprov Riau Pangkas Bantuan BPJS Kesehatan, Pemko Pekanbaru Cari Pihak Swasta
Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi, DPRD Pekanbaru Minta UKS Dilengkapi Oksigen dan Masker
Buron Hingga ke Bintan, Pelaku Penipuan Proyek Fiktif Ditangkap Polresta Pekanbaru
Pengawasan Limbah RS di Pekanbaru Diperketat, Timbangan Digital Hingga QR Code Mulai Digunakan
Tuah Madani Jadi Wilayah Kasus DBD Terbanyak di Pekanbaru, Total Capai 107 Kasus
Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan
Pemprov Riau Pangkas Bantuan BPJS Kesehatan, Pemko Pekanbaru Cari Pihak Swasta
Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi, DPRD Pekanbaru Minta UKS Dilengkapi Oksigen dan Masker
Buron Hingga ke Bintan, Pelaku Penipuan Proyek Fiktif Ditangkap Polresta Pekanbaru
Pengawasan Limbah RS di Pekanbaru Diperketat, Timbangan Digital Hingga QR Code Mulai Digunakan