DPRD Pekanbaru Desak Evaluasi Anggaran untuk Naikkan Insentif Kader Posyandu
RIAUIN.COM - Pelayanan kesehatan dasar di tingkat tapak wilayah Provinsi Riau masih bertumpu pada besarnya dedikasi para kader kelurahan. Di Kota Pekanbaru, sejumlah kader Posyandu bahkan dilaporkan kerap menggunakan dana pribadi demi memastikan program pencegahan tengkes (stunting) dan pos pelayanan terpadu tetap berjalan, di tengah minimnya insentif bulanan yang mereka terima.
Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari parlemen daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekanbaru mendesak pemerintah kota setempat segera mengevaluasi porsi anggaran daerah dan menaikkan dana stimulan bagi para ujung tombak kesehatan masyarakat tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Abidin menyatakan, dari hasil serapan aspirasi di berbagai wilayah, upah yang dikantongi para kader saat ini sudah tidak manusiawi jika dihadapkan pada beban kerja yang kian berat.
"Saya sering mendengar langsung keluhan dari kader Posyandu. Ada yang hanya menerima insentif Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per bulan. Padahal, beban tugas mereka cukup besar karena menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat," ujar Tekad Abidin saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).
Menurut Tekad, peran kader di lapangan kini tidak lagi sekadar menimbang bayi atau mencatat pertumbuhan anak. Pemerintah pusat hingga daerah membebankan target-target krusial penuntasan tengkes, edukasi gizi, hingga validasi data warga miskin kepada institusi berbasis komunitas ini.
Ironisnya, tuntutan kinerja yang tinggi itu tidak dibarengi dengan jaminan operasional yang memadai. Situasi di lapangan menunjukkan, keterbatasan anggaran operasional memaksa para kader patungan untuk membeli pemenuhan gizi karib atau makanan tambahan bagi balita.
"Bahkan ada kader yang rela mengeluarkan uang sendiri untuk membeli makanan tambahan bergizi atau memenuhi kebutuhan kegiatan ketika anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa, tetapi tidak boleh terus-menerus dibebankan kepada mereka," kata Tekad menambahkan.
Lebih lanjut, legislatif meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memanfaatkan momentum evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan untuk menyisipkan pos peningkatan kesejahteraan ini. Kenaikan insentif dinilai bukan sebagai beban pengeluaran, melainkan investasi mendasar bagi perbaikan kualitas generasi penerus di Riau. (Bil)
Berita Lainnya
Diperpanjang, Warga Pekanbaru Bisa Bayar Tunggakan Pajak Tanpa Denda hingga Akhir September
Pemko Pekanbaru Tinggikan Badan Jalan Embun Pagi untuk Atasi Banjir
Bantu Korban Kebakaran di Marpoyan Damai, Pemko Pekanbaru dan Warga Himpun Dana Pembangunan Rumah
Pemko Pekanbaru Alokasikan Rp 4 Miliar Atasi Sumbatan Air Jalan Paus
DPRD Pekanbaru Minta Pemko Edukasi Pedagang Jalan Teratai Sebelum Relokasi ke Pasar Higienis
Pemerintah Kota Pekanbaru Kucurkan APBD Tambah Dana Revitalisasi Sekolah
Diperpanjang, Warga Pekanbaru Bisa Bayar Tunggakan Pajak Tanpa Denda hingga Akhir September
Pemko Pekanbaru Tinggikan Badan Jalan Embun Pagi untuk Atasi Banjir
Bantu Korban Kebakaran di Marpoyan Damai, Pemko Pekanbaru dan Warga Himpun Dana Pembangunan Rumah
Pemko Pekanbaru Alokasikan Rp 4 Miliar Atasi Sumbatan Air Jalan Paus
DPRD Pekanbaru Minta Pemko Edukasi Pedagang Jalan Teratai Sebelum Relokasi ke Pasar Higienis
Pemerintah Kota Pekanbaru Kucurkan APBD Tambah Dana Revitalisasi Sekolah