Lahan Gambut Sedalam Satu Meter di Air Hitam Pekanbaru Akhirnya Padam Total
RIAUIN.COM - Kebakaran lahan gambut yang melanda Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau, akhirnya berhasil dikendalikan secara menyeluruh oleh tim gabungan pada Kamis (9/7/2026). Karakteristik tanah gambut di wilayah tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena api rawan menjalar di bawah permukaan tanah.
Kebakaran yang melanda area penggunaan lain (APL) milik warga ini menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, pakisan, dan tanaman kelapa sawit. Upaya pemadaman di atas lahan seluas satu hektar tersebut membutuhkan waktu selama dua hari akibat kondisi bawah tanah yang masih menyimpan panas.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menjelaskan, penanganan di lahan gambut memerlukan ketelitian ekstra. Petugas di lapangan tidak hanya fokus mematikan kobaran api di permukaan, tetapi juga harus memastikan area di bawahnya benar-benar dingin.
"Kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api bisa bergerak di bawah permukaan. Oleh karena itu, proses pendinginan menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh titik panas benar-benar padam," kata Ferdian Krisnanto di Pekanbaru, Kamis sore.
Operasi pemadaman yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB ini memanfaatkan pasokan air dari kanal selebar dua meter di sekitar lokasi. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, TNI, Polri, serta Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan sejumlah mesin pompa jinjing dan mesin induk untuk membasahi sisa-sisa bara tersembunyi.
Pada hari pertama, petugas melokalisasi rembetan api dan memadamkan lahan seluas 0,2 hektar. Sisa lahan seluas 0,8 hektar kemudian diselesaikan pada hari kedua hingga dipastikan tidak ada lagi asap yang keluar dari dalam tanah.
"Alhamdulillah, berkat sinergi Manggala Agni bersama BPBD, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait, kebakaran di Kelurahan Air Hitam berhasil dipadamkan secara total. Meski api sudah padam, kami tetap memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali melalui proses pendinginan dan pemantauan di lokasi," tutur Ferdian Krisnanto.
Memasuki musim kemarau di wilayah Riau, potensi kebakaran hutan dan lahan diprediksi akan terus meningkat. Otoritas terkait meminta masyarakat untuk menghentikan praktik pembersihan atau pembukaan lahan perkebunan dengan metode pembakaran demi mencegah bencana kabut asap.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan, sehingga peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujar Ferdian Krisnanto. (*)
Berita Lainnya
Layanan Mutasi PBB-P2 Pekanbaru Resmi Didistribusikan ke Lima Kantor UPT
Pemko Pekanbaru Bidik Pembukaan Rute Penerbangan Langsung Pekanbaru-Bandung
Manfaatkan Air Kanal, Manggala Agni Gempur Kebakaran Lahan di Air Hitam Pekanbaru
Perbaikan Jalan Melati Pekanbaru Ditargetkan Rampung Cepat untuk Kelancaran Ekonomi Warga
Gandeng Sektor Swasta, Pekanbaru Targetkan Bebas Gizi Buruk pada Balita
Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Drainase Ambles di Rumbai untuk Cegah Banjir
Layanan Mutasi PBB-P2 Pekanbaru Resmi Didistribusikan ke Lima Kantor UPT
Pemko Pekanbaru Bidik Pembukaan Rute Penerbangan Langsung Pekanbaru-Bandung
Manfaatkan Air Kanal, Manggala Agni Gempur Kebakaran Lahan di Air Hitam Pekanbaru
Perbaikan Jalan Melati Pekanbaru Ditargetkan Rampung Cepat untuk Kelancaran Ekonomi Warga
Gandeng Sektor Swasta, Pekanbaru Targetkan Bebas Gizi Buruk pada Balita
Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Drainase Ambles di Rumbai untuk Cegah Banjir