PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Kampar Kembangkan Program Peningkatan Ekonomi Petani
BUPATI Kampar, Riau, Jefry Noer menjadi sorotan Pemerintah Malaysia setelah berbagai keunikan disalurkannya lewat program pengentasan kemiskinan di tengah melemahnya ekonomi global.
"Mereka (Malaysia) tertarik dengan program yang dijalankan Pemda Kampar saat ini, khususnya RTMPE," kata Jefry Noer yang ditemui pers di Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Senin (25/4/2016) sore.
RTMPE merupakan salah satu program unggulan Pemda Kampar yang merupakan singkatan dari Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi. Program ini dijalankan untuk mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di tengah maraknya pemberhentian kerja (PHK) oleh sejumlah perusahaan akibat perlambatan ekonomi global.
Sejumlah pejabat dari Malaysia sebelumnya sudah berulang kali mengunjungi lahan percontohan RTMPE di Desa Kubang Jaya. "Terakhir mereka juga telah mengirimkan 38 orang untuk dilatih di lokasi RTMPE ini," kata Jefry.
Jefry menjelaskan, RTMPE menjadi program yang mengundang daya tarik warga asing karena modelnya yang tidak rumit. Lewat program ini, masyarakat diajarkan untuk memanfaatkan lahan hanya seluas 1.000 meter persegi namun mendatangkan hasil memuaskan.
"Petani mana yang bisa berpenghasilan Rp10 juta sampai Rp25 juta sebulan hanya karena mengelola lahan seluas seribu meter persegi," katanya.
Kelak, demikian Jefry, jika masyakat Kampar dengan serius menjalankan Program RTMPE, maka berlahan daerah ini akan swasembada sayuran, daging ayam, daging sapi dan telur serta dapat mandiri tanpa harus ketergantungan gas elpiji dan listrik PLN yang sering padam mendadak.
"Karena lewat program ini, masyarakat bisa mengelola kotoran sapi menjadi biogas sebagai pengganti energi listrik dan bisa juga untuk bahan bakar memasak," katanya lagi.(riA)
"Mereka (Malaysia) tertarik dengan program yang dijalankan Pemda Kampar saat ini, khususnya RTMPE," kata Jefry Noer yang ditemui pers di Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Senin (25/4/2016) sore.
RTMPE merupakan salah satu program unggulan Pemda Kampar yang merupakan singkatan dari Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi. Program ini dijalankan untuk mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di tengah maraknya pemberhentian kerja (PHK) oleh sejumlah perusahaan akibat perlambatan ekonomi global.
Sejumlah pejabat dari Malaysia sebelumnya sudah berulang kali mengunjungi lahan percontohan RTMPE di Desa Kubang Jaya. "Terakhir mereka juga telah mengirimkan 38 orang untuk dilatih di lokasi RTMPE ini," kata Jefry.
Jefry menjelaskan, RTMPE menjadi program yang mengundang daya tarik warga asing karena modelnya yang tidak rumit. Lewat program ini, masyarakat diajarkan untuk memanfaatkan lahan hanya seluas 1.000 meter persegi namun mendatangkan hasil memuaskan.
"Petani mana yang bisa berpenghasilan Rp10 juta sampai Rp25 juta sebulan hanya karena mengelola lahan seluas seribu meter persegi," katanya.
Kelak, demikian Jefry, jika masyakat Kampar dengan serius menjalankan Program RTMPE, maka berlahan daerah ini akan swasembada sayuran, daging ayam, daging sapi dan telur serta dapat mandiri tanpa harus ketergantungan gas elpiji dan listrik PLN yang sering padam mendadak.
"Karena lewat program ini, masyarakat bisa mengelola kotoran sapi menjadi biogas sebagai pengganti energi listrik dan bisa juga untuk bahan bakar memasak," katanya lagi.(riA)
Berita Lainnya
Polda Riau Jadi Pusat Konsolidasi Sinergi Penanganan Karhutla
Tekan Risiko Karhutla, Pemprov Riau Wajibkan Korporasi Siagakan Regu Pemadam Sesuai Luas Lahan
Pekanbaru dan Pelalawan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Sekolah Diliburkan
DPRD Riau Minta Bapenda Maksimalkan Sektor Pajak dan Aset demi Target APBD 2027
Inhil Dominasi Lokasi Sebaran, Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tekan Jumlah Titik Panas di Riau
Kabut Asap Meluas ke 10 Daerah, Kasus Gangguan Kesehatan di Riau Capai 1.960 Orang
Polda Riau Jadi Pusat Konsolidasi Sinergi Penanganan Karhutla
Tekan Risiko Karhutla, Pemprov Riau Wajibkan Korporasi Siagakan Regu Pemadam Sesuai Luas Lahan
Pekanbaru dan Pelalawan Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Sekolah Diliburkan
DPRD Riau Minta Bapenda Maksimalkan Sektor Pajak dan Aset demi Target APBD 2027
Inhil Dominasi Lokasi Sebaran, Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tekan Jumlah Titik Panas di Riau
Kabut Asap Meluas ke 10 Daerah, Kasus Gangguan Kesehatan di Riau Capai 1.960 Orang