Pemko Pekanbaru Tanggung Biaya Perbaikan Instalasi Listrik di Kawasan Padat Warga Kurang Mampu
RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas untuk menekan angka kebakaran yang melonjak belakangan ini. Kawasan permukiman padat dan rumah sewa yang dihuni warga kurang mampu menjadi fokus utama dalam program pemeriksaan serta pembenahan jaringan listrik secara massal.
Langkah mitigasi ini digerakkan menyusul instruksi Walikota Pekanbaru Agung Nugroho kepada jajaran organisasi perangkat daerah. Berdasarkan pemetaan awal, risiko terbesar berada di wilayah permukiman yang sulit diakses oleh armada pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin sekadar melakukan inspeksi, melainkan langsung memberikan solusi konkret. Rumah-rumah warga miskin yang ditemukan memiliki instalasi listrik rusak atau kedaluwarsa akan langsung diperbaiki tanpa dipungut biaya.
Menurut Ami, sapaan akrab Zulhelmi Arifin, saat ditemui di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Riau-Kepri pada Senin sore, banyak ditemukan praktik penumpukan stopkontak dan penggunaan kabel non-standar di perumahan padat. Kebiasaan ini memicu panas berlebih pada jaringan dan berujung pada korsleting listrik.
Gerakan ini direncanakan bergulir mulai Rabu pekan depan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Untuk tahap pembuka, tim gabungan yang terdiri dari dinas sosial, pemadam kebakaran, serta teknisi asosiasi kelistrikan bakal menyisir 100 unit rumah sebagai proyek percontohan.
Sistem pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari batas jaringan luar milik PLN, fungsi alat pengukur petunjuk atau meteran, hingga kondisi kabel di dalam langit-langit rumah warga. Jika kondisi material dinilai masih aman dan layak pakai, petugas hanya akan memberikan edukasi keamanan tanpa melakukan pembongkaran.
Di sisi lain, kebijakan berbeda diterapkan bagi bangunan sewa atau rumah petak komersial. Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan tidak akan menanggung biaya perbaikan untuk properti sewaan tersebut dan meminta para pemilik kontrakan mengambil tanggung jawab mandiri demi keselamatan penghuninya.
Program penyelamatan lingkungan permukiman ini ditargetkan terus meluas setelah fase komparasi awal selesai. Wali Kota Pekanbaru bahkan sudah menginstruksikan penyusunan anggaran khusus agar program serupa bisa menjangkau hingga 2.000 rumah tangga di seluruh wilayah rawan kebakaran. (Bil)
Berita Lainnya
Pejabat Pemko Pekanbaru Diminta Sisir Kerusakan Infrastruktur Pakai Sepeda Motor
Satpol PP Pekanbaru Kerahkan 120 Personel Motoris untuk Tertibkan Balap Liar dan PMKS
Kembangkan Wisata Rumbai Timur, Pemko Pekanbaru Tata Batas Sempadan Lahan Warga
Atasi Hambatan Birokrasi, Pekanbaru Terapkan Layanan PBG Satu Jam Selesai
Kejar Target Nasional 46 Persen, Pemprov Riau Masifkan Cek Kesehatan Gratis
Pemko Pekanbaru Bangun Drainase 1,2 Kilometer untuk Atasi Banjir di Payung Sekaki
Pejabat Pemko Pekanbaru Diminta Sisir Kerusakan Infrastruktur Pakai Sepeda Motor
Satpol PP Pekanbaru Kerahkan 120 Personel Motoris untuk Tertibkan Balap Liar dan PMKS
Kembangkan Wisata Rumbai Timur, Pemko Pekanbaru Tata Batas Sempadan Lahan Warga
Atasi Hambatan Birokrasi, Pekanbaru Terapkan Layanan PBG Satu Jam Selesai
Kejar Target Nasional 46 Persen, Pemprov Riau Masifkan Cek Kesehatan Gratis
Pemko Pekanbaru Bangun Drainase 1,2 Kilometer untuk Atasi Banjir di Payung Sekaki