Modus Ganti Pelat Nomor, Penyelundup Ribuan Liter Solar di Kuansing Diringkus
Tim Krimsus Polda Riau saat mengamankan pelaku pelansir minyak subsidi
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN. COM- Polda Riau bergerak cepat. Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus baru saja memutus urat nadi tambang emas ilegal di Kuantan Singingi (Kuansing).
Minggu, 5 April 2026, seorang pria berinisial MI dicegat. Lokasinya di Jalan Sudirman Lintas Riau–Sumbar, Desa Seberang Pantai.
MI tidak berkutik. Saat itu, ia sedang mengemudikan Mitsubishi L300. Mobil pikap itu sudah dimodifikasi. Isinya bukan sayur atau barang rongsokan. Melainkan biosolar subsidi.
Polisi menemukan 10 jeriken di atas mobil. Tapi itu baru permulaan.
Tim yang dipimpin AKBP Teddy Ardian melakukan pengembangan. Mereka mendatangi rumah MI di Desa Pebaun Hulu. Hasilnya mengejutkan.
Di sana ditemukan tangki penampungan 800 liter dan ribuan liter solar lainnya. Total barang bukti mencapai 3.200 liter. Angka yang fantastis untuk ukuran "pelansir" kelas rumahan.
Modusnya cerdik tapi klasik. MI bolak-balik ke SPBU. Setiap kali masuk antrean, pelat nomor kendaraan diganti. Tujuannya satu: mengelabui petugas dan sistem barcode.
"Ini bukan sekadar salah distribusi. Ini penyokong aktivitas ilegal yang merusak lingkungan," tegas Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro.
Solar-solar ini punya tujuan jelas. Sebagian besar dikirim ke wilayah Kuantan Mudik. Di sana, solar itu menjadi "nyawa" bagi mesin dompeng. Alat utama untuk menambang emas tanpa izin (PETI).
Padahal, pemerintah sedang memperketat aturan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sudah berkali-kali mengingatkan.
Bahlil menegaskan bahwa distribusi BBM subsidi harus tepat sasaran. Bahkan, imbauan terbaru menyebut mobil pribadi hanya boleh mengisi maksimal 50 liter per hari. Tujuannya jelas: agar rakyat kecil tidak kehabisan jatah gara-gara ulah spekulan.
Namun di tangan MI, aturan itu seperti angin lalu. Biosolar yang harusnya untuk rakyat, justru digunakan untuk merusak alam.
Kini MI harus mendekam di sel Mapolda Riau. Polisi masih mendalami siapa saja yang terlibat di belakangnya. Termasuk kemungkinan adanya kerja sama dengan pihak SPBU.
Pesan kepolisian jelas: penegakan hukum tidak hanya menangkap orang, tapi memutus sistem yang menghidupkan kejahatan. Rantai pasokan BBM untuk tambang emas ilegal itu supaya terputus. (***)
Berita Lainnya
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional