"Duet Maut" Fedli Azis dan Micho Cello
Perdana, Monolog "Babi" Sambangi Kota Dumai
RIAUIN.COM - Membuka agenda 2026, sutradara sekaligus aktor teater Fedli Azis berduet dengan komposer dan musisi Micho Cello melalui karya monolog berjudul Babi. Karya yang diadaptasi dari cerpen Putu Wijaya tersebut akan dipentaskan perdana di Kota Dumai pada Sabtu (4/4/2026).
Karya berdurasi 40–45 menit itu disuguhkan di hadapan publik berkat kerja sama antara Lembaga Teater Selembayung dan Komite Teater Dewan Kesenian Dumai (DKD). Selain pementasan monolog, pada Jumat (3/4/2026) juga digelar workshop atau class acting yang menyasar guru seni dan pelajar se-Kota Dumai.
"Bisa dibilang pementasan monolog ini menjadi 'pemanasan' untuk tahun ini. Apalagi kami sedang mempersiapkan beberapa karya teater untuk agenda tahunan," ujar dedengkot Lembaga Teater Selembayung, Fedli Azis.
Fedli menjelaskan, karya monolog berjudul Babi ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Karya tersebut disiapkan untuk beberapa kali pementasan di kabupaten/kota se-Riau, seperti Kota Dumai, Pekanbaru, Bagansiapiapi, Pasirpengaraian, Tembilahan, dan lainnya.
"Tentu saja kami berharap penikmat, pemerhati, dan pelaku teater Kota Dumai hadir pada helatan tersebut, sekaligus berbagi pengalaman proses kreatif usai pagelaran," ujar Fedli.
Menurutnya, workshop dan pementasan teater, baik secara kelompok maupun monolog, adalah sebuah keharusan. "Apalagi aktivitas teater di Riau terus mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan lahirnya asosiasi Jaringan Teater Riau (JTR) dua tahun terakhir," jelasnya.
Sebagai pelaku teater Riau yang kerap dipercaya sebagai kurator teater, baik di tingkat provinsi maupun nasional, Fedli menekankan bahwa workshop seharusnya terus dilakukan oleh berbagai pihak, terutama pemerintah. Terlebih perkembangan seni pertunjukan ini cukup menjanjikan dengan semakin ramainya pihak-pihak yang menaja festival teater.
"Menularkan 'virus' akting ke generasi muda tak boleh berhenti dilakukan. Sambutan Dewan Kesenian Dumai (DKD) yang diketuai Agoes S. Alam menjadi momen penting bagi geliat teater di kota itu," kata Fedli.
Khusus agenda workshop yang diinisiasi Komite Teater DKD yang digawangi Angga dan David, kegiatan ini diarahkan bagi guru seni dan pelajar SMA sederajat. Agenda itu dimaksudkan sebagai bekal dan pengetahuan mendalam untuk menghadapi helatan FLS3N yang ditaja pemerintah pusat hingga daerah setiap tahunnya, terutama dalam bidang monolog.
"Kami sangat antusias saat Bang Fedli Azis menawarkan untuk main di Dumai. Bagi kami, workshop monolog ini sangat bermanfaat bagi guru seni dan pelajar. Nah, jangan lengah lagi, yuk merapat," ungkap Angga kepada masyarakat Dumai. - rum
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK