Jelang Ramadan, Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang Hidupkan Lagi Ritual Adat Mambasuh Nagori
Ritual membuang kepala Kerbau ke Sungai Kuantan
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM– “Kaluak paku kacang balimbiang, Tampuruang lenggang lenggokkan, baok manurun ka saruaso. Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang nagori patuik dijago.” Petatah adat ini bergema kembali di hamparan Pulau Rona, Desa Koto Kombu, Ahad (15/2/2026) kemarin.
Di bawah langit Hulu Kuantan, Ninik Mamak Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang mengumpulkan ratusan cucu kemanakan dalam sebuah perhelatan sakral yang telah lama dirindukan: "Mambasuh Nagori".
Sudah dua dekade atau hampir 20 tahun lamanya, tradisi "Mambasuh Nagori" (Membasuh Negeri) tidak dilaksanakan secara besar-besaran. Dahulu, ritual ini adalah benteng spiritual masyarakat saat nagori didera musibah atau wabah penyakit.
Kini, di tengah derasnya arus modernisasi, para pemangku adat kembali "membangunkan batang terendam"—menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum demi menjaga keselamatan negeri.
Momentum ini dipilih sangat tepat, yakni menjelang bulan suci Ramadan.
Empat desa yang tergabung dalam Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang—Koto Kombu, Lubuk Ambacang, Sampurago, dan Sungai Alah—bersatu padu dalam satu ikatan kekeluargaan yang erat.
Mambasuh Nagori bukan sekadar simbol mencuci kampung secara fisik. Menurut Syaprudin yang bergelar Datuk Songgo, inti dari acara ini adalah penyucian batin dan perilaku.
"Ini adalah momentum kita saling bertatap muka dan saling memaafkan sebelum masuk Ramadan. Tujuannya agar kita dijauhkan dari bala dan musibah," tegas Syafrudin Datuk Songgo.
Hal senada disampaikan oleh Taslim Idrus bergelar Datuk Sirajo, Ketua LAN Hulu Kuantan. Beliau menegaskan bahwa penyembelihan kerbau dan makan bersama ini adalah bagian dari adat yang sejalan dengan agama.
“Adat bersandi syarak, syarak bersandi Kitabullah,” ujarnya. Duduk bersama dalam satu talam adalah cara terbaik untuk membuang segala dengki dan silaturahmi yang sempat renggang. Edukasi menjadi poin penting dalam acara ini.
Ketua DPRD Kuansing, Jufrizal, serta perwakilan Bupati Kuansing, Masrul Hakim, sepakat bahwa adat adalah warisan yang harus dipahami oleh generasi muda agar hidup mereka terarah.
Dalam pergaulan sehari-hari, masyarakat diingatkan kembali pada kaidah, “Nan tuo dihormati, nan ketek dikasihi, samo godang baok bakawan.”
Camat Hulu Kuantan, Azisman, menekankan bahwa "Mambasuh Nagori" mencakup pembersihan dari segi kelakuan, kepatutan, hingga adab. Jika adab sudah dijaga, maka tatanan sosial akan kuat dan harmonis.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Ketua Panitia, Iid Siswandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh masyarakat, pemerintah, hingga pihak swasta yang bahu-membahu mewujudkan perhelatan ini.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Staf Ahli Ahmad Herry, Kadiskes Aswandi, hingga Ketua KONI Andi Cahyadi, menunjukkan bahwa urusan adat adalah urusan bersama.
"Mambasuh Nagori" adalah pengingat bahwa sebuah bangsa atau negeri akan selamat jika ia memegang teguh akarnya. “Luhak bapago adat, nagori bapago undang.” demikian nasehat ninik mamak sebelum kepala kerbau di buang ke sungai kemarin.
Ninik mamak menambahkan, dengan bersihnya kampung dari hal-hal buruk dan kuatnya ikatan antar cucu kemanakan, Insya Allah, Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang akan melangkah menuju masa depan yang lebih berkah dan terlindungi dari segala marabahaya. (***)
Berita Lainnya
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional