Harimau Sumatera Muncul Lagi di Pelalawan, Tim BBKSDA Riau Intensifkan Mitigasi
RIAUIN.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali menerima laporan terkait kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Lokasi kemunculan ini dilaporkan berada di titik yang sama dengan laporan warga sebelumnya.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi terbaru mengenai pergerakan satwa dilindungi tersebut pada Rabu (28/1/2026). Sebelumnya, tim telah melakukan pemantauan selama sepekan menggunakan kamera pengawas (camera trap) dan pemindaian panas dari udara (drone thermal).
"Berdasarkan laporan dari masyarakat yang diterima petugas di lapangan, individu harimau muncul kembali di lokasi yang hampir sama," ujar Ujang Holisudin
Sebagai langkah cepat, BBKSDA Riau telah menerjunkan kembali personel dari resort dan seksi wilayah menuju lokasi kejadian. Tim teknis bertugas melakukan penanganan di lapangan guna memastikan keamanan warga sekaligus melindungi satwa tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak seekor harimau sumatera sedang duduk diam di tepian hutan, tidak jauh dari badan jalan. Kehadiran satwa pemangsa ini mengejutkan warga yang kebetulan melintas menggunakan kendaraan mobil di area tersebut.
Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi tim di lapangan, titik koordinat kemunculan harimau memang berada di perbatasan kawasan hutan. Wilayah ini merupakan bagian dari kantong habitat alami harimau sumatera di Pelalawan.
"Jarak kemunculan satwa ini cukup mengkhawatirkan karena hanya berkisar 200 hingga 300 meter dari permukiman warga," kata Supartono
Hasil mitigasi awal menunjukkan bahwa individu yang muncul diduga lebih dari satu ekor. Tim menduga mereka adalah satu kesatuan keluarga yang terdiri dari induk dan anak yang diperkirakan berumur empat hingga lima bulan.
Supartono menyebutkan, pada usia tersebut, anak harimau sedang berada dalam fase transisi penyapihan. Hal ini membuat ketergantungan anak terhadap induknya masih sangat tinggi dalam mencari makan dan bergerak.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta pihak perusahaan pemegang izin hutan (PBPH) setempat tengah mengupayakan penggiringan. Fokus utama adalah mengarahkan satwa agar menjauh dari zona aktivitas manusia dan kembali masuk ke kedalaman hutan.
Pihak otoritas meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama saat beraktivitas pada waktu fajar dan menjelang malam hari. Warga juga diimbau untuk tidak melepas ternak di area terbuka karena dapat memicu daya tarik bagi harimau untuk mendekat.
"Kami mengedepankan prinsip keselamatan manusia tanpa mengabaikan perlindungan terhadap satwa. Tim akan tetap bersiaga hingga situasi dipastikan kondusif," pungkas Supartono. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini