PILIHAN
Silpa APBD Riau Rp1 Triliun, Sekda Sebut Sesuai Arahan Pusat
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah menghitung Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2017 sebesar Rp1 triliun lebih.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi kepada cakaplah, Senin (4/12/2017) di ‎kantor Gubernur Riau. Dengan begitu, maka serapan APBD 2017 diperkirakan tembus 90 persen dari Rp10,45 triliun.
"Silpa kita kemarin dihitung-hitung sekitar Rp1 triliun. Jadi serapan APBD 2017 paling tinggi sekitar 90 persen," kata mantan Sekretaris Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau ini.
Silpa tersebut pun diklaim telah sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat 10 persen dari total APBD. Menurutnya Silpa 10 persen tersebut sudah bagus namun kalau dibawah 10 persen akan lebih bagus.
"Kalau kita bisa mencapai serapan 95 persen, artinya Silpa kita di bawah 10 persen, dan itu lebih bagus. Tapi di atas 10 persen kurang bagus karena ambang batas arahan pusat itu minimal 10 persen," ujarnya.
Lebih lanjut diterangkan Ahmad Hijazi, Silpa Rp1 triliun tersebut sudah dianggaran di APBD 2018. Karena bagian Silpa masuk dalam kas yang bergabung dengan pendapatan.
Karena itu, Ahmad Hijazi menargetkan untuk Silpa 2018 bisa dibawah 10 persen. Dengan begitu serapan APBD 2018 bisa mencapai diatas 90 persen, dan pihaknya berharap setiap tahun Silpa bisa ditekan lebih rendah.
"Tentu semua kita komitmen semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena tanpa ada kerja keras dari kita, tentu target kita tak akan tercapai," pungkasnya. (nol)
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi kepada cakaplah, Senin (4/12/2017) di ‎kantor Gubernur Riau. Dengan begitu, maka serapan APBD 2017 diperkirakan tembus 90 persen dari Rp10,45 triliun.
"Silpa kita kemarin dihitung-hitung sekitar Rp1 triliun. Jadi serapan APBD 2017 paling tinggi sekitar 90 persen," kata mantan Sekretaris Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau ini.
Silpa tersebut pun diklaim telah sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat 10 persen dari total APBD. Menurutnya Silpa 10 persen tersebut sudah bagus namun kalau dibawah 10 persen akan lebih bagus.
"Kalau kita bisa mencapai serapan 95 persen, artinya Silpa kita di bawah 10 persen, dan itu lebih bagus. Tapi di atas 10 persen kurang bagus karena ambang batas arahan pusat itu minimal 10 persen," ujarnya.
Lebih lanjut diterangkan Ahmad Hijazi, Silpa Rp1 triliun tersebut sudah dianggaran di APBD 2018. Karena bagian Silpa masuk dalam kas yang bergabung dengan pendapatan.
Karena itu, Ahmad Hijazi menargetkan untuk Silpa 2018 bisa dibawah 10 persen. Dengan begitu serapan APBD 2018 bisa mencapai diatas 90 persen, dan pihaknya berharap setiap tahun Silpa bisa ditekan lebih rendah.
"Tentu semua kita komitmen semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena tanpa ada kerja keras dari kita, tentu target kita tak akan tercapai," pungkasnya. (nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi