PILIHAN
Tajaan RAPP, 28 Tim dari 5 Provinsi Ikuti Kompetisi Pemadaman Karlahut
PEKANBARU, Riauin.com - Sedikitnya 150 personil yang tergabung dalam 28 tim dari 5 provinsi, yakni Riau, Sumatera Utara (Sumut), Aceh, Jambi, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti kompetisi pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) atau Wildland Firefighter Competition V 2017.
Kompetisi yang digelar di lapangan Sola Gratia, Jalan Sei Duku Pekanbaru dibuka langsung Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Senin (27/11/17) pagi.
Dalam sambutannya, Edwar menyatakan selaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui BPBD Riau mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
"Kegiatan ini tentu sangat banyak manfaatnya dan dapat membantu kami keseharian di dalam siaga darurat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau," tuturnya3.
Memang diakui Edwar Sanger, terhitung pada 23 Nopember 2017 lalu status Siaga Darurat Karlahut sudah dicabut dan ditutup Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman, namun antisipasi, pencegahan, dan kewaspadaan akan bahan kabut asap selalu tetap dijaga.
"Alhamdulillah 2 tahun berturut turut berkat kerjasama dan kebersamaan dengan teman teman TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, BPBD Provinsi, Kota dan Kabupaten serta pihak pihak terkait lainnya, daerah kita tidak lagi diselimuti kabut asap," tuturnya.
Bahkan kondisi ini mendapat pujian dari Perdana Menteri Malaysia. Terkait pencegahan Karlahut, Edwar menilai PT RAPP bersama grup perusahaannya juga telah banyak memberikan sumbangsih agar lahan konsesinya bebas dari Karlahut. Termasuk memberikan penghargaan kepada desa desa di sekitar daerah operasionalnya yang terbebas dari kebakaran lahan dan hutan atau dikenal dengan sebutan Desa Bebas Api.
"RAPP juga memberikan reward untuk desa yang bebas dari bencana karhutla. Semoga ini bisa terus ditingkatkan," ujarnya.
Ketua Panitia Wildland Firefighter Competition V Sulaiman menambahkan, kompetisi ini digelar 27-30 November di Lapangan Sola Gratia, Tanjung Datuk, Pekanbaru diikuti sebanyak 150 personel pemadam kebakaran atau Fire Fighter dari berbagai perusahaan mitra PT RAPP.
Kompetisi Wildland Firefighter Competition V yang digelar oleh Departemen Fire and Aviation PT RAPP ini memperlombakan beberapa jenis terdiri dari pemadaman,persentase, gulungan selang, Samapta Beregu, Backpack Pump War dan adu cerdas cermat.
Acara kompetisi yang mengangkat tema "Ciptakan Zero Fire dengan Strategi yang Tepat" ini diharapkan nantinya akan mampu melatih ketangkasan para Fire Fighter sehingga jika nanti terjadi Karlahut bisa dihandalkan untuk memadamkan api.
Stakeholder Relation Manager PT RAPP Wijatmoko Rah Trisno kepada wartawan menyebutkan kompetisi ini setiap tahunnya rutin digelar. Tahun ini merupakan yang kelima kalinya. Pesertanya dari Fire Fighter dari 5 Provinsi di Sumatera dan Kalimantan serta tim pemadaman api dari BPBD Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.
Dikatakan Widjatmoko, untuk seorang Fire Fighter tak hanya diperlukan ketangkasan dan keberanian saja, namun juga pengetahuan serta teknik- teknik memadamkan api yang cepat dan efesien. Oleh karena itu, setelah acara ini, perserta diharapkan bisa banyak mendapatkan banyak ilmu sehingga nantinya bisa diaplikasikan di lapangan.
Apalagi, imbuhnya, berpijak pada Permen LNK Nomor 32 tahun 2016, setiap perusahaan diwajibkan membentuk Brigade Karhutla. Tim ini mestinya terdiri dari Fire Fighter yang tangguh terlatih serta memiliki sertifikat.(nol)
Kompetisi yang digelar di lapangan Sola Gratia, Jalan Sei Duku Pekanbaru dibuka langsung Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Senin (27/11/17) pagi.
Dalam sambutannya, Edwar menyatakan selaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui BPBD Riau mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
"Kegiatan ini tentu sangat banyak manfaatnya dan dapat membantu kami keseharian di dalam siaga darurat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau," tuturnya3.
Memang diakui Edwar Sanger, terhitung pada 23 Nopember 2017 lalu status Siaga Darurat Karlahut sudah dicabut dan ditutup Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman, namun antisipasi, pencegahan, dan kewaspadaan akan bahan kabut asap selalu tetap dijaga.
"Alhamdulillah 2 tahun berturut turut berkat kerjasama dan kebersamaan dengan teman teman TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, BPBD Provinsi, Kota dan Kabupaten serta pihak pihak terkait lainnya, daerah kita tidak lagi diselimuti kabut asap," tuturnya.
Bahkan kondisi ini mendapat pujian dari Perdana Menteri Malaysia. Terkait pencegahan Karlahut, Edwar menilai PT RAPP bersama grup perusahaannya juga telah banyak memberikan sumbangsih agar lahan konsesinya bebas dari Karlahut. Termasuk memberikan penghargaan kepada desa desa di sekitar daerah operasionalnya yang terbebas dari kebakaran lahan dan hutan atau dikenal dengan sebutan Desa Bebas Api.
"RAPP juga memberikan reward untuk desa yang bebas dari bencana karhutla. Semoga ini bisa terus ditingkatkan," ujarnya.
Ketua Panitia Wildland Firefighter Competition V Sulaiman menambahkan, kompetisi ini digelar 27-30 November di Lapangan Sola Gratia, Tanjung Datuk, Pekanbaru diikuti sebanyak 150 personel pemadam kebakaran atau Fire Fighter dari berbagai perusahaan mitra PT RAPP.
Kompetisi Wildland Firefighter Competition V yang digelar oleh Departemen Fire and Aviation PT RAPP ini memperlombakan beberapa jenis terdiri dari pemadaman,persentase, gulungan selang, Samapta Beregu, Backpack Pump War dan adu cerdas cermat.
Acara kompetisi yang mengangkat tema "Ciptakan Zero Fire dengan Strategi yang Tepat" ini diharapkan nantinya akan mampu melatih ketangkasan para Fire Fighter sehingga jika nanti terjadi Karlahut bisa dihandalkan untuk memadamkan api.
Stakeholder Relation Manager PT RAPP Wijatmoko Rah Trisno kepada wartawan menyebutkan kompetisi ini setiap tahunnya rutin digelar. Tahun ini merupakan yang kelima kalinya. Pesertanya dari Fire Fighter dari 5 Provinsi di Sumatera dan Kalimantan serta tim pemadaman api dari BPBD Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.
Dikatakan Widjatmoko, untuk seorang Fire Fighter tak hanya diperlukan ketangkasan dan keberanian saja, namun juga pengetahuan serta teknik- teknik memadamkan api yang cepat dan efesien. Oleh karena itu, setelah acara ini, perserta diharapkan bisa banyak mendapatkan banyak ilmu sehingga nantinya bisa diaplikasikan di lapangan.
Apalagi, imbuhnya, berpijak pada Permen LNK Nomor 32 tahun 2016, setiap perusahaan diwajibkan membentuk Brigade Karhutla. Tim ini mestinya terdiri dari Fire Fighter yang tangguh terlatih serta memiliki sertifikat.(nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi