Proses Belajar Mengajar SD Negeri 006 Sitiang Memprihatinkan, Guru Sering Terlambat karena Enggan Tinggal di Desa
SD Negeri 006 Sitiang
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN. COM– Proses belajar mengajar di SD Negeri 006 Sitiang, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dikeluhkan warga lantaran mayoritas guru di sekolah tersebut sering datang terlambat.
Keterlambatan ini disebabkan tenaga pendidik memilih tidak berdomisili di desa tempat sekolah berada.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat. "Kadang-kadang gurunya tak datang, kalau pun datang nyampainya sudah siang, karena mereka tinggal di desa lain, ada juga yang dari Kopah yang jaraknya cukup jauh," ujar seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi sekolah.
Warga merasa mutu pendidikan anak-anak mereka terancam, apalagi beberapa waktu lalu sempat terjadi kasus lulusan SD tersebut yang tidak diterima di SMP karena dinyatakan tidak bisa tulis baca.
Minimnya kehadiran guru di desa menjadi sorotan utama. Menurut cerita warga, dari sekian banyak guru yang bertugas di SD Negeri 006 Sitiang, hanya satu orang yang berdomisili di desa itu.
Ironisnya, di desa tersebut telah disediakan empat unit rumah dinas yang semestinya dapat dimanfaatkan oleh para tenaga pendidik agar mereka lebih dekat dan disiplin dalam mengajar.
Berdasarkan pantauan riauin.com pada Kamis (23/10/2025), kondisi fisik SD Negeri 006 Sitiang juga terlihat memprihatinkan. Halaman depan sekolah dipenuhi rumput liar yang tumbuh subur hingga setinggi lutut orang dewasa, menambah kesan tidak terawat pada lingkungan pendidikan tersebut.
Warga setempat berharap Dinas Pendidikan dan pihak terkait di Kabupaten Kuantan Singingi segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah keterlambatan guru dan memastikan para tenaga pendidik memanfaatkan fasilitas yang ada demi peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Desa Sitiang. (***)
Berita Lainnya
Seratus Tiket Early Bird TEDxMAN Two Pekanbaru Youth Ludes dalam Hitungan Hari, Penjualan Normal Wave Telah Dibuka
Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina
Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
Perkuat Nilai Keberlanjutan di Lingkungan Kampus, UPER Jadi Tuan Rumah SDGs Center Conference 2026
Hemat Biaya Hingga Rp588 Juta, Mahasiswa UPER Hadirkan Teknologi Konstruksi Berbasis Augmented Reality
Seratus Tiket Early Bird TEDxMAN Two Pekanbaru Youth Ludes dalam Hitungan Hari, Penjualan Normal Wave Telah Dibuka
Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina
Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
Perkuat Nilai Keberlanjutan di Lingkungan Kampus, UPER Jadi Tuan Rumah SDGs Center Conference 2026
Hemat Biaya Hingga Rp588 Juta, Mahasiswa UPER Hadirkan Teknologi Konstruksi Berbasis Augmented Reality