Relokasi Warga Tesso Nilo Tak Jauh dari Kawasan, Pemprov Riau Siapkan Lahan Baru
RIAUIN.COM – Nasib ribuan warga yang bermukim di sekitar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akhirnya mendapat kejelasan. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa relokasi warga tidak akan dilakukan jauh dari tempat tinggal mereka saat ini.
Terdapat sekitar 7.000 kepala keluarga yang terdampak program rehabilitasi ekosistem di kawasan TNTN. Pemerintah telah menyiapkan lahan baru yang lokasinya masih berdekatan dengan taman nasional tersebut. Proses pemindahan akan berlangsung secara bertahap mulai awal November 2025.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Embiyarman, menyampaikan bahwa pendekatan ini diambil agar masyarakat tidak kehilangan koneksi dengan lingkungan sosial dan budaya mereka.
“Lahan pengganti berada tidak jauh dari zona konservasi. Prinsipnya, warga tetap bisa menjalani kehidupan seperti biasa tanpa merasa terasing,” ungkap Embiyarman pada Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini merujuk pada ketentuan Pasal 110 B dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Pemerintah ingin menghadirkan solusi yang berkeadilan dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi warga, khususnya mereka yang terdampak secara ekonomi akibat upaya pemulihan hutan.
Terkait isu yang menyebutkan adanya relokasi ke wilayah Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Embiyarman memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi bagian dari rencana pemerintah.
“Tidak pernah ada pembahasan soal pemindahan ke Pulau Burung. Informasi itu keliru. Fokus kami adalah menyusun strategi restorasi TNTN tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” jelasnya seperti dikutip dari Tribunpekanbaru.
Taman Nasional Tesso Nilo dikenal sebagai kawasan hutan dataran rendah yang sangat penting di Sumatera, meski saat ini dalam kondisi kritis. Data dari LIPI menyebutkan, kawasan ini merupakan habitat bagi berbagai satwa langka, seperti gajah dan harimau sumatera, serta dihuni oleh 360 jenis tumbuhan, 107 spesies burung, dan puluhan jenis hewan lainnya.
Program restorasi ini menjadi bagian dari langkah strategis nasional untuk menyelamatkan hutan tropis yang tersisa, serta menciptakan harmoni antara pelestarian alam dan kebutuhan hidup masyarakat. (*)
Berita Lainnya
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan