Masjid Al Maqari Resmi Difungsikan, Shalat Jumat Pertama Digelar Pemprov Riau
RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau menggelar salat Jumat perdana di Masjid Al Maqari yang terletak di lingkungan Gedung LPTQ, Komplek Purna MTQ, Kota Pekanbaru. Ibadah Jumat ini menandai dimulainya penggunaan masjid tersebut sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Sejak pukul 11.30 WIB, masyarakat mulai memadati area masjid. Tidak hanya warga sekitar, para pejabat di lingkungan Pemprov Riau juga hadir untuk meramaikan salat Jumat pertama di masjid baru tersebut.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, menyampaikan bahwa kehadiran Masjid Al Maqari diharapkan memperkuat peran pemerintah dalam membina kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Syukur alhamdulillah kita bisa melaksanakan salat Jumat perdana hari ini. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sarana mempererat nilai-nilai kebersamaan dan spiritual di kalangan aparatur sipil dan masyarakat luas,” ungkap Helmi pada Jumat (10/10/2025).
Ia menyebutkan bahwa lokasi masjid sangat strategis, berada tidak jauh dari Bandara Sultan Syarif Kasim dan dikelilingi oleh berbagai aktivitas keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan Alquran.
“Gubernur menitipkan pesan bahwa syiar Islam harus tumbuh melalui masjid. Masjid Al Maqari diharapkan menjadi pusat penguatan literasi Alquran di Riau,” tambahnya.
Lebih jauh, Helmi menyampaikan harapannya agar masjid ini menjadi ruang pembinaan generasi muda yang cinta Alquran, sekaligus mempererat tali persaudaraan lintas etnis di bawah naungan Islam.
“Nama Al Maqari sendiri mengandung semangat sosial dan inklusivitas. Seperti yang kita lihat hari ini, panitia juga menyediakan konsumsi bagi jemaah. Ini bentuk nyata masjid sebagai tempat pemersatu umat,” jelasnya.
Ketua Pengelola Masjid Al Maqari, Norham Abdul Wahab, juga menegaskan bahwa masjid ini terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
“Kami menyediakan fasilitas untuk umum, termasuk tempat istirahat, minuman gratis, dan wifi. Bahkan kami gelar karpet khusus agar pengemudi ojek daring bisa beristirahat nyaman. Karena itu, masjid ini dikenal juga sebagai Masjid Ramah Musafir,” jelas Norham.
Ia menambahkan bahwa pihak pengurus juga menjalankan program rutin bernama Pelajar Masuk Masjid, yang melibatkan ratusan siswa dan guru pendamping setiap bulannya.
“Tujuan program ini agar anak-anak lebih dekat dengan masjid dan belajar agama sejak dini. InsyaAllah tahun depan frekuensi program ini ditingkatkan menjadi dua kali sebulan,” ujarnya.
Untuk menyambut Ramadan tahun depan, pengurus juga telah menyusun sejumlah agenda agar masjid tetap aktif sepanjang bulan suci.
“Kami ingin masjid ini menjadi pusat kegiatan keislaman yang hidup. Siapa saja yang ingin belajar atau sekadar bersilaturahmi, silakan datang. Pintu masjid ini selalu terbuka,” tutupnya. (Nab)
Berita Lainnya
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Sekwan DPRD Riau Evaluasi Pejabat Baru, Penempatan Jabatan Belum Permanen
Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Terkendala Aturan, Biaya Pascatambang Jadi Sorotan Ketua DPRD Riau
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan