PILIHAN
OJK Riau Dorong BRK Bentuk Spin-off BRK Syariah
PEKANBARU, Riauin.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau mendorong Bank Riau Kepri (BRK) membentuk unit usaha baru (spin-off) BRK Syariah, sehingga bisa memperluas usahanya.
Demikian diutarakan Pelaksana Tugas (Plt) OJK Riau, Yusri, kepada cakaplah di Pekanbaru, Selasa (21/11/2017). Menurutnya, kalau BRK Syariah masih melekat di BRK konvensional maka pengembangan usahanya akan terbatas.
"Sekarang kan BRK Syariah masih melekat di konvensional. Tapi kalau sudah berdiri sendiri akan lebih baik untuk melakukan perluasan usaha BRK Syariah-nya," cakap Yusri.
Disinggung soal BRK mengalami kendala modal untuk pengembangan BRK Syariah, Yusri mengatakan kalau BRK sudah menyatakan akan membentuk usaha baru, maka BRK sudah punya modal minimal Rp2,5 triliun.
"Saya lupa berapa jumlah modal yang mereka ajukan. Tapi menurut saya kalau mereka sudah punya modal di atas Rp 2,5 triliun silahkan saja spon-off," ujarnya.
Karena itu, Yusri menyarankan agar untuk modal pembentukan usaha baru BRK Syariah bagusnya BRK mendapat suntikan dana dari pemegang saham. Menurutnya itu akan lebih baik dalam pengembangan usaha.
"Kalau pemegang saham ingin menambah modal akan lebih baik. Tapi kalau ingin modal sendiri minimal BRK punya modal Rp2,5 triliun, itu ketentuannya," pungkasnya.(nol)
Demikian diutarakan Pelaksana Tugas (Plt) OJK Riau, Yusri, kepada cakaplah di Pekanbaru, Selasa (21/11/2017). Menurutnya, kalau BRK Syariah masih melekat di BRK konvensional maka pengembangan usahanya akan terbatas.
"Sekarang kan BRK Syariah masih melekat di konvensional. Tapi kalau sudah berdiri sendiri akan lebih baik untuk melakukan perluasan usaha BRK Syariah-nya," cakap Yusri.
Disinggung soal BRK mengalami kendala modal untuk pengembangan BRK Syariah, Yusri mengatakan kalau BRK sudah menyatakan akan membentuk usaha baru, maka BRK sudah punya modal minimal Rp2,5 triliun.
"Saya lupa berapa jumlah modal yang mereka ajukan. Tapi menurut saya kalau mereka sudah punya modal di atas Rp 2,5 triliun silahkan saja spon-off," ujarnya.
Karena itu, Yusri menyarankan agar untuk modal pembentukan usaha baru BRK Syariah bagusnya BRK mendapat suntikan dana dari pemegang saham. Menurutnya itu akan lebih baik dalam pengembangan usaha.
"Kalau pemegang saham ingin menambah modal akan lebih baik. Tapi kalau ingin modal sendiri minimal BRK punya modal Rp2,5 triliun, itu ketentuannya," pungkasnya.(nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi