PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Ratusan Buruh dari Desa Pekan Tua Demo Kantor Bea Cukai Tembilahan
TEMBILAHAN, Riauin.com - Ratusan buruh bongkar-muat dari Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas menggelar unjuk rasa di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Kamis (16/11/17).
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Tembilahan di Jalan Sudirman yang dijaga ketat pihak kepolisian ini,diduga buntut larangan aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas oleh Bea dan Cukai.
Dalam orasinya, massa buruh mengatakan selama empat bulan belakangan ini para buruh di Desa Pekan Tua tidak dapat bekerja akibat larangan bongkar muat kapal disana.
"Kami yang bekerja sebagai buruh dari Desa Pekan Tua selama 4 bulan ini tidak bekerja, kami meminta keadilan karena ini masalah perut," pekik salah seorang demonstran dalam orasinya.
Mereka mengancam, bila tuntutan para buruh tidak direspon oleh KPPBC Tembilahan para demonstran akan melakukan aksi lebih besar lagi, seperti dilansir dari riauterkini.
Sementara itu Dedi Irwan dari Serikat Buruh dalam orasinya mengatakan, pihaknya memberi waktu selama satu minggu bagi KPPBC dalam permasalahan ini.
"Karena akibat larangan bongkar muat kapal di Desa Pekan Tua ratusan orang kehilangan pekerjaan," ujarnya.(nol)
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Tembilahan di Jalan Sudirman yang dijaga ketat pihak kepolisian ini,diduga buntut larangan aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas oleh Bea dan Cukai.
Dalam orasinya, massa buruh mengatakan selama empat bulan belakangan ini para buruh di Desa Pekan Tua tidak dapat bekerja akibat larangan bongkar muat kapal disana.
"Kami yang bekerja sebagai buruh dari Desa Pekan Tua selama 4 bulan ini tidak bekerja, kami meminta keadilan karena ini masalah perut," pekik salah seorang demonstran dalam orasinya.
Mereka mengancam, bila tuntutan para buruh tidak direspon oleh KPPBC Tembilahan para demonstran akan melakukan aksi lebih besar lagi, seperti dilansir dari riauterkini.
Sementara itu Dedi Irwan dari Serikat Buruh dalam orasinya mengatakan, pihaknya memberi waktu selama satu minggu bagi KPPBC dalam permasalahan ini.
"Karena akibat larangan bongkar muat kapal di Desa Pekan Tua ratusan orang kehilangan pekerjaan," ujarnya.(nol)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan