Netizen Kuansing Geram, Klaim Tangan Dingin Datuk Panglimo Dalam Penyebab Viralitas Pacu Jalur Dikecam
Rayyan Dhika yang viral di tik tok PSG
RIAUIN.COM – Klaim sebagian media yang menyebut viralitas tradisi pacu jalur di Kuantan Singingi sebagai buah "tangan dingin" seorang "Datuk Panglimo Dalam" menuai respons skeptis dan kritis dari warganet di media sosial Facebook.
Diskusi sengit di grup "Sekitar Kuantan Singingi" menunjukkan narasi yang berbeda, di mana netizen justru menyoroti peran sentral kreator konten sebagai kunci popularitas acara budaya tersebut.
Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah komentar di media sosial secara terang-terangan mengungkapkan keraguan mendalam terhadap klaim tersebut.
Akun bernama Vina Vina, misalnya, menyoroti kurangnya apresiasi terhadap kreator lokal, "Banyak konten kreator minta pengakuan dari pemerintah, padahal yang viral bukan akun mereka."
Senada, akun Randuik menyerukan, "Hargai konten kreator Kuansing yang sudah bekerja selama bertahun-tahun, jangan cari sensasi juga lagi." Komentar-komentar ini secara jelas menempatkan para pembuat konten lokal sebagai motor utama di balik gaung pacu jalur.
Kritik pedas juga datang dari Nanang Yurnalis II yang dengan singkat menyatakan, "Ini jilat basah namanya," mengindikasikan adanya upaya penjilatan atau pencarian muka di balik klaim tersebut.
Sementara itu, M Sahrul Rajasman mencoba meluruskan dengan kalimat, "Yang perlu diingat, zaman Datuk baru terjadi," menyiratkan bahwa perkembangan viralitas pacu jalur mungkin lebih disebabkan oleh faktor waktu dan konteks kekinian, bukan semata-mata intervensi personal.
Beberapa warganet bahkan menyampaikan respons bernada sarkasme dan humor. Ughang Sumando, misalnya, menulis, "Tangan dingin datuk lah yang akan membuat jalur tak mendapatkan sponsor nantinya," sebuah sindiran tajam yang diinterpretasikan sebagai kekhawatiran bahwa Peraturan Bupati (Perbup) terbaru dari Bupati Kuansing akan berdampak negatif pada minat sponsor.
Diskusi ini menyoroti bagaimana masyarakat di era digital memiliki perspektif yang beragam dan kritis terhadap narasi yang disajikan, terutama ketika menyangkut klaim atas sebuah pencapaian yang bersifat kolektif.
Bagi netizen Kuansing, popularitas pacu jalur tampaknya lebih merupakan hasil dari kerja keras komunitas, dedikasi kreator konten, dan daya tarik alami tradisi itu sendiri, ketimbang pengaruh satu individu saja.
Kendati demikian, peran pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Kuansing Dr. Suhardiman Amby Datuk Panglimo Dalam dalam memperkenalkan tradisi pacu jalur juga tidak dapat dikesampingkan.
Beberapa waktu lalu, Bupati Suhardiman Amby diketahui telah memperkenalkan tradisi pacu jalur kepada sejumlah duta besar negara asing di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Meskipun upaya tersebut tidak sepopuler unggahan klub sepak bola raksasa PSG yang memposting tarian pacu jalur di media sosial TikTok mereka, inisiatif pemerintah tetap diapresiasi dalam upaya promosi budaya lokal. (hen)
Berita Lainnya
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional