PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Pemkab Inhil Upayakan Kelola Limbah Organik
TEMBILAHAN, Riauin.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Lingkungan Hidup menjalin kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta PT RSUP Pulau Burung, khususnya dalam upaya pengelolaan limbah organik berwawasan lingkungan.
Dalam kerjasama tersebut, pihak-pihak terkait berhasil mengembangkan inovasi baru, yakni pemanfaatan limbah kulit nenas, pengelolaan limbah berwawasan lingkungan, mitigasi kebakaran lahan dan hutan, merubah mind set lama menjadi membuka lahan tanpa bakar serta meningkatkan hasil produksi tanaman.
Dimana sebelumnya, pengembangan bioteknologi yang dilakukan oleh BPPT telah diujicobakan dan memberikan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan teknologi hasil pertanian hortikultura pada lahan gambut yang ada di wilayah Kecamatan Pulau Burung
Beberapa dampak dan manfaat yang cukup besar lainnya, adalah terkelolanya limbah kulit nenas menjadi bahan yang dapat membantu mengurangi kadar keasaman tanah gambut, yang digunakan oleh para petani lokal.
"Dinas Lingkungan Hidup mengapresiasi langkah-langkah pengelolaan limbah organik ini, karena pengelolaannya ramah lingkungan," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Inhil, Heri Gunawan, S.ST, M.Si, MM. Kes kepada awak media, kemarin.
Upaya-upaya tersebut, dinilai juga merupakan salah satu rangkaian upaya mitigasi dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan, khususnya di Kecamatan Pulau Burung, dengan merubah pola yang lama dalam membuka lahan dengan membakar menjandi tanpa bakar.
Dengan pengembangan teknologi ini pada masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan produksi tanaman dan perekonomian masyarakat, serta melakukan pembukaan lahan tanpa membakar. Apalahi, dengan memanfaatkan pupuk hayati (bio peat) yang dapat menyuburkan media tanam gambut.
"Dan harapan ke depan, kita senantiasa dapat bersinergi dan meningkatkan kontribusi untuk kesejahteraan petani," imbuhnya.(nol)
Dalam kerjasama tersebut, pihak-pihak terkait berhasil mengembangkan inovasi baru, yakni pemanfaatan limbah kulit nenas, pengelolaan limbah berwawasan lingkungan, mitigasi kebakaran lahan dan hutan, merubah mind set lama menjadi membuka lahan tanpa bakar serta meningkatkan hasil produksi tanaman.
Dimana sebelumnya, pengembangan bioteknologi yang dilakukan oleh BPPT telah diujicobakan dan memberikan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan teknologi hasil pertanian hortikultura pada lahan gambut yang ada di wilayah Kecamatan Pulau Burung
Beberapa dampak dan manfaat yang cukup besar lainnya, adalah terkelolanya limbah kulit nenas menjadi bahan yang dapat membantu mengurangi kadar keasaman tanah gambut, yang digunakan oleh para petani lokal.
"Dinas Lingkungan Hidup mengapresiasi langkah-langkah pengelolaan limbah organik ini, karena pengelolaannya ramah lingkungan," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Inhil, Heri Gunawan, S.ST, M.Si, MM. Kes kepada awak media, kemarin.
Upaya-upaya tersebut, dinilai juga merupakan salah satu rangkaian upaya mitigasi dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan, khususnya di Kecamatan Pulau Burung, dengan merubah pola yang lama dalam membuka lahan dengan membakar menjandi tanpa bakar.
Dengan pengembangan teknologi ini pada masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan produksi tanaman dan perekonomian masyarakat, serta melakukan pembukaan lahan tanpa membakar. Apalahi, dengan memanfaatkan pupuk hayati (bio peat) yang dapat menyuburkan media tanam gambut.
"Dan harapan ke depan, kita senantiasa dapat bersinergi dan meningkatkan kontribusi untuk kesejahteraan petani," imbuhnya.(nol)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan