PILIHAN
LAM Riau Tengahi Pertikaian Suhardiman Amby Vs Kordias
Pekanbaru, Riauin.com - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menengahi kasus pertikaian atau Pertelagahan antara Suhardiman Amby dengan Kordias Pasaribu. Dua wakil rakyat ini beberapa waktu lalu nyaris berkelahi di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sesaat sebelum take off ke Jakarta untuk menunaikan tugas kerakyatan.
Ketua harian Lembaga Adat Melayu (LAM)
Riau, Datuk Syahril Abu Bakar kepada Berazam, Jum'at (3/11) mengatakan bahwa Pertelagahan tersebut tidak boleh dibiarkan apalagi makin meruncing. Makanya, kata Syahril, LAM Riau segera turun tangan untuk menengahinya.
"Kita sudah sepakat dengan kedua belah pihak, baik Datuk Suhardiman maupun pak Kordias untuk tidak memperpanjang masalah Ini. Mereka akan kita undang ke LAM hari Sabtu tanggal 4 besok," kata Syahril.
Menurut Datuk Syahril, dalam pertemuan nanti LAM akan meminta semacam kesaksian atau keterangan dari kedua belah pihak. Juga kesaksian dari pihak atau anggota dewan yang ada saat kejadian itu.
"Selain keterangan dari kedua belah pihak (Suhardiman dan Kordias), kita juga akan meminta kesaksian dari teman teman yang melihat kejadian Itu, seperti pak Erizal Muluk," ucap Syahril.
Jadi, inti peretemuan ini lanjut Syahril bukan mengungkit ungkit tapi menyelesaikan dan menyudahi pertikaian. "LAM Riau hadir untuk menengahinya," ujar Syahril Abu Bakar.
Dikutip dari Cakaplah, puluhan ninik mamak dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akan mendatangi LAMR pada Sabtu mendatang untuk mendampingi Suhardiman Amby.
Hal tersebut disampaikan Suhardiman Amby kepada wartawan yang ditemui di DPRD Riau, Kamis (2/11/2017). Menurut pria yang biasa disapa Datuk itu mengatakan bahwa untuk permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan Kordias tersebut pada hari Sabtu mendatang, puluhan ninik mamak akan datang ke LAMR di Pekanbaru dengan menumpang sebanyak 27 mobil untuk menggelar sidang adat.
"Jadi pada hari Sabtu akan digelar sidang adat. Ini persoalan adat karena saya seorang datuk, seorang pemangku adat, seorang pengurus LAM Riau. Karena persoalan ini terjadi di muka umum maka ini penistaan terhadap adat. Apalagi tunjuk-tunjuk menggunakan tangan kiri itu tidak boleh," kata Datuk.
Sementara terkait upload foto di grup whatsapp DPRD seperti yang diungkap Kordias, menurut Datuk biarlah hal itu diselesaikan oleh Badan Kehormatan DPRD jika berkaitan dengan kode etik dan tata tertib.
Datuk mengatakan menyerahkan penyelesaian masalah ini ke Lembaga Adat Melayu Riau, namun ia menegaskan bahwa kejadian ini disaksikan oleh banyak saksi yakni anggota DPRD serta adanya CCTV di lokasi kejadian.
"Karena beliau (Kordias) telah melapor ke LAM, biarlah LAM yang akan menyelesaikan, entah ada sanksi adat, biarlah LAM yang menentukan. Kan ada ketentuannya yang dengan sengaja membuat seorang pemangku adat itu dilemahkan, diremehkan dimuka umum, apakah ada sanksi adat biarlah LAM yang bicara itu," cakapnya lagi.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah sebelumnya pernah ada perseteruan dengan Kordias seperti saat ini, Suhardiman mengaku tidak ada persoalan antara dirinya dengan wakil ketua DPRD Riau itu. Akan tetapi permasalahannya memang pada saat Kordias yang mengamuk di Bandara SSK II tersebut. "Semua kita serahkan ke LAM, mudah-mudahan selesai lah," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu dan anggota DPRD Riau Suhardiman Amby berseteru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Hal ini dibenarkan Suhardiman Amby. Ia mengatakan bermula saat beberapa anggota DPRD Riau ditugaskan untuk berangkat ke Jakarta, Senin (20/10/2017). Rombongan terdiri dari Kordias Pasaribu, Suhardiman Amby, Erizal Muluk, Ade Agus Hartanto, M.Arpah dan Adrian.
"Jadi pas panggilan terakhir untuk masuk pesawat, pas dia mau lewat saya bilang jangan terlalu tempramen, setelah itu dia marah-marah pakai kata-kata kau kau. Saya tanya eh ada apa? Kemudian langsung dia lemparkan gelas ke lantai, dan hampir mengenai saya," terang Suhardiman Amby yang akrab di sapa Datuk ini, Selasa (31/10/2017).
Datuk merasa harga dirinya diinjak-injak karena perbuatan Kordias tersebut. Ia merasa apa dilontarkan Kordias tersebut merendahkan martabat dia sebagai orang Melayu. Ia mengaku tidak gentar Kordias menantangnya berkelahi. Ia berprinsip kalau ditantang ia takkan munduri.
"Setapakpun takkan lari saya melawan dia. Seharusnya sebagai pimpinan DPRD dia tidak melakukan cara-cara yang tidak baik," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu, membantah semua tuduhan Suhardiman Ambi itu. Menurutnya Suhardiman membalikkan fakta. Apa yang disampaikan ke media tidak sesuai dengan fakta kejadian.
"Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi persoalan ini, tapi karena dia (Suhardiman) menyebarkan ini ke media, maka saya perlu klarifikasi. Kejadian ini berawal dari percakapan di Grup WhatsApp (WA) DPRD Riau," ungkap Kordias.
Dalam percakapan di grup WA itu, sambungnya, Suhardiman acap kali memposting meme ataupun pernyataan yang merendahkan pimpinan partai dan parpol, terutama PDIP.
"Ia sudah saya ingatkan, jangan memposting hal-hal yang merendahkan sesama anggota ataupun pimpinan partai. Karena saya punya prinsip, kalau sudah masuk ke DPRD ini tidak ada perbedaan warna, kita sudah keluarga, tapi dia tetap memposting meme yang tak pantas," jelasnya.
Tak hanya melecehkan partai, kata Kordias, Suhardiman juga pernah memposting video tak elok di grup WhatsApp tersebut. "Semua buktinya ada di hape saya, ini gak pantas, makanya saya ingatkan. Kemarin saya memimpin Banmus juga sudah saya sampaikan ini, tapi dia (Suhardiman) tidak ada disana," cetusnya.
Puncaknya saat sejumlah anggota DPRD berada di VIP lancang kuning dimana kedua orang yang berseteru ini bertemu.
"Awalnya biasa saja, pas waktu panggilan boarding saya imbau kawan-kawan untuk bersiap. Tiba-tiba dari kejauhan Suhardiman berteriak, ketua turunkanlah tensi di Banmus tu, saya lalu tanya mengapa memangnya? Diapun langsung bereaksi," ucapnya.
Kordias membantah ia melecehkan orang Melayu," Tidak ada saya lecehkan sebagaimana tudingan Suhardiman," tegasnya. (nol)
Ketua harian Lembaga Adat Melayu (LAM)
Riau, Datuk Syahril Abu Bakar kepada Berazam, Jum'at (3/11) mengatakan bahwa Pertelagahan tersebut tidak boleh dibiarkan apalagi makin meruncing. Makanya, kata Syahril, LAM Riau segera turun tangan untuk menengahinya.
"Kita sudah sepakat dengan kedua belah pihak, baik Datuk Suhardiman maupun pak Kordias untuk tidak memperpanjang masalah Ini. Mereka akan kita undang ke LAM hari Sabtu tanggal 4 besok," kata Syahril.
Menurut Datuk Syahril, dalam pertemuan nanti LAM akan meminta semacam kesaksian atau keterangan dari kedua belah pihak. Juga kesaksian dari pihak atau anggota dewan yang ada saat kejadian itu.
"Selain keterangan dari kedua belah pihak (Suhardiman dan Kordias), kita juga akan meminta kesaksian dari teman teman yang melihat kejadian Itu, seperti pak Erizal Muluk," ucap Syahril.
Jadi, inti peretemuan ini lanjut Syahril bukan mengungkit ungkit tapi menyelesaikan dan menyudahi pertikaian. "LAM Riau hadir untuk menengahinya," ujar Syahril Abu Bakar.
Dikutip dari Cakaplah, puluhan ninik mamak dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akan mendatangi LAMR pada Sabtu mendatang untuk mendampingi Suhardiman Amby.
Hal tersebut disampaikan Suhardiman Amby kepada wartawan yang ditemui di DPRD Riau, Kamis (2/11/2017). Menurut pria yang biasa disapa Datuk itu mengatakan bahwa untuk permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan Kordias tersebut pada hari Sabtu mendatang, puluhan ninik mamak akan datang ke LAMR di Pekanbaru dengan menumpang sebanyak 27 mobil untuk menggelar sidang adat.
"Jadi pada hari Sabtu akan digelar sidang adat. Ini persoalan adat karena saya seorang datuk, seorang pemangku adat, seorang pengurus LAM Riau. Karena persoalan ini terjadi di muka umum maka ini penistaan terhadap adat. Apalagi tunjuk-tunjuk menggunakan tangan kiri itu tidak boleh," kata Datuk.
Sementara terkait upload foto di grup whatsapp DPRD seperti yang diungkap Kordias, menurut Datuk biarlah hal itu diselesaikan oleh Badan Kehormatan DPRD jika berkaitan dengan kode etik dan tata tertib.
Datuk mengatakan menyerahkan penyelesaian masalah ini ke Lembaga Adat Melayu Riau, namun ia menegaskan bahwa kejadian ini disaksikan oleh banyak saksi yakni anggota DPRD serta adanya CCTV di lokasi kejadian.
"Karena beliau (Kordias) telah melapor ke LAM, biarlah LAM yang akan menyelesaikan, entah ada sanksi adat, biarlah LAM yang menentukan. Kan ada ketentuannya yang dengan sengaja membuat seorang pemangku adat itu dilemahkan, diremehkan dimuka umum, apakah ada sanksi adat biarlah LAM yang bicara itu," cakapnya lagi.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah sebelumnya pernah ada perseteruan dengan Kordias seperti saat ini, Suhardiman mengaku tidak ada persoalan antara dirinya dengan wakil ketua DPRD Riau itu. Akan tetapi permasalahannya memang pada saat Kordias yang mengamuk di Bandara SSK II tersebut. "Semua kita serahkan ke LAM, mudah-mudahan selesai lah," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu dan anggota DPRD Riau Suhardiman Amby berseteru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Hal ini dibenarkan Suhardiman Amby. Ia mengatakan bermula saat beberapa anggota DPRD Riau ditugaskan untuk berangkat ke Jakarta, Senin (20/10/2017). Rombongan terdiri dari Kordias Pasaribu, Suhardiman Amby, Erizal Muluk, Ade Agus Hartanto, M.Arpah dan Adrian.
"Jadi pas panggilan terakhir untuk masuk pesawat, pas dia mau lewat saya bilang jangan terlalu tempramen, setelah itu dia marah-marah pakai kata-kata kau kau. Saya tanya eh ada apa? Kemudian langsung dia lemparkan gelas ke lantai, dan hampir mengenai saya," terang Suhardiman Amby yang akrab di sapa Datuk ini, Selasa (31/10/2017).
Datuk merasa harga dirinya diinjak-injak karena perbuatan Kordias tersebut. Ia merasa apa dilontarkan Kordias tersebut merendahkan martabat dia sebagai orang Melayu. Ia mengaku tidak gentar Kordias menantangnya berkelahi. Ia berprinsip kalau ditantang ia takkan munduri.
"Setapakpun takkan lari saya melawan dia. Seharusnya sebagai pimpinan DPRD dia tidak melakukan cara-cara yang tidak baik," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu, membantah semua tuduhan Suhardiman Ambi itu. Menurutnya Suhardiman membalikkan fakta. Apa yang disampaikan ke media tidak sesuai dengan fakta kejadian.
"Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi persoalan ini, tapi karena dia (Suhardiman) menyebarkan ini ke media, maka saya perlu klarifikasi. Kejadian ini berawal dari percakapan di Grup WhatsApp (WA) DPRD Riau," ungkap Kordias.
Dalam percakapan di grup WA itu, sambungnya, Suhardiman acap kali memposting meme ataupun pernyataan yang merendahkan pimpinan partai dan parpol, terutama PDIP.
"Ia sudah saya ingatkan, jangan memposting hal-hal yang merendahkan sesama anggota ataupun pimpinan partai. Karena saya punya prinsip, kalau sudah masuk ke DPRD ini tidak ada perbedaan warna, kita sudah keluarga, tapi dia tetap memposting meme yang tak pantas," jelasnya.
Tak hanya melecehkan partai, kata Kordias, Suhardiman juga pernah memposting video tak elok di grup WhatsApp tersebut. "Semua buktinya ada di hape saya, ini gak pantas, makanya saya ingatkan. Kemarin saya memimpin Banmus juga sudah saya sampaikan ini, tapi dia (Suhardiman) tidak ada disana," cetusnya.
Puncaknya saat sejumlah anggota DPRD berada di VIP lancang kuning dimana kedua orang yang berseteru ini bertemu.
"Awalnya biasa saja, pas waktu panggilan boarding saya imbau kawan-kawan untuk bersiap. Tiba-tiba dari kejauhan Suhardiman berteriak, ketua turunkanlah tensi di Banmus tu, saya lalu tanya mengapa memangnya? Diapun langsung bereaksi," ucapnya.
Kordias membantah ia melecehkan orang Melayu," Tidak ada saya lecehkan sebagaimana tudingan Suhardiman," tegasnya. (nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi