PILIHAN
Gubri Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Baganbatu, Rohil
BAGAN BATU, Riauin.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89, di lapangan bola Kecamatan Bagan Sinembah. Sambutan tertulis dari Menpora Imam Nahrowi yang dibacakan Gubernur Riau meminta pentingnya menjaga persatuan dan jangan sampai mudah dipecah belah yang dapat menghancurkan bangsa ini.
Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Wakil Bupati Rokan Hilir Djamiludin. Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tempatan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau. Hadir juga berbagai organisasi kepemudaan hadir pada kesempatan ini, termasuk para pelajar, mahasiswa, guru serta TNI, Polri serta Satpol PP.
"Dahulu kita dipisahkan dengan jarak, meski komunikasi dan fasilitas transportasi sangat terbatas. Tapi pemuda dulu bisa bertemu, bersatu untuk menjunjung persatuan dan kesatuan. Puncaknya diucapkannya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 oleh masing-masing perwakilan daerah yang ada di nusantara ini," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Sabtu (28/10/17).
HTML CODE Keterangan Tidak hanya soal jarak dan waktu, mereka yang berasal dari suku, adat istiadat, agama berbeda, mampu menghilangkannya dengan mengedepankan rasa persaudaraan.
Bayangkan saya bagaimana Muhammad Yamin yang berasal dari Sawah Lunto yang mewakili Yong Sumatera, bisa bertemu dengan pemuda-pemuda dari Jong Ambon. Begitu juga dari Madura, bertemu dengan pemuda dari Sulawesi.
Pada hal untuk jarak Sumatera Bartat dengan Ambon saja mencapai 4 ribu kilometer lebih. Transportasi masih mengandalkan laut. Komunikasi masih menghandalkan surat pos yang membutuhkan hingga dua bulan. Namun itu tak membatasi mereka yang berebeda suku, adat istiadat dan agama untuk bersatu untuk mencapai kemerdekaan.
Hal itu seolah tidak lagi bisa dirasakan sekarang. Dimana semua perbedaan itu seakan ada dinding tinggi dan kokoh sulit untuk dirubuhkan. Pada hal tanpa persatuan dan kesatuan, negara multi kultur ini akan mudah dihancurkan, seperti dilansir dari riauterkini.
Pada kesempatan ini, Gubernur Riau juga memberikan bantuan dan penghargaan kepada pemuda berprestasi melalui pertukaran pemuda antar negara. Kemudian ada juga pemuda berprestasi dibidang wira usaha, duta pemuda kreatif, pemuda peduli lingkungan, pemuda pelopor bidang seni budaya serta sejumlah penghargaan lainnya.(nol)
Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Wakil Bupati Rokan Hilir Djamiludin. Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tempatan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau. Hadir juga berbagai organisasi kepemudaan hadir pada kesempatan ini, termasuk para pelajar, mahasiswa, guru serta TNI, Polri serta Satpol PP.
"Dahulu kita dipisahkan dengan jarak, meski komunikasi dan fasilitas transportasi sangat terbatas. Tapi pemuda dulu bisa bertemu, bersatu untuk menjunjung persatuan dan kesatuan. Puncaknya diucapkannya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 oleh masing-masing perwakilan daerah yang ada di nusantara ini," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Sabtu (28/10/17).
HTML CODE Keterangan Tidak hanya soal jarak dan waktu, mereka yang berasal dari suku, adat istiadat, agama berbeda, mampu menghilangkannya dengan mengedepankan rasa persaudaraan.
Bayangkan saya bagaimana Muhammad Yamin yang berasal dari Sawah Lunto yang mewakili Yong Sumatera, bisa bertemu dengan pemuda-pemuda dari Jong Ambon. Begitu juga dari Madura, bertemu dengan pemuda dari Sulawesi.
Pada hal untuk jarak Sumatera Bartat dengan Ambon saja mencapai 4 ribu kilometer lebih. Transportasi masih mengandalkan laut. Komunikasi masih menghandalkan surat pos yang membutuhkan hingga dua bulan. Namun itu tak membatasi mereka yang berebeda suku, adat istiadat dan agama untuk bersatu untuk mencapai kemerdekaan.
Hal itu seolah tidak lagi bisa dirasakan sekarang. Dimana semua perbedaan itu seakan ada dinding tinggi dan kokoh sulit untuk dirubuhkan. Pada hal tanpa persatuan dan kesatuan, negara multi kultur ini akan mudah dihancurkan, seperti dilansir dari riauterkini.
Pada kesempatan ini, Gubernur Riau juga memberikan bantuan dan penghargaan kepada pemuda berprestasi melalui pertukaran pemuda antar negara. Kemudian ada juga pemuda berprestasi dibidang wira usaha, duta pemuda kreatif, pemuda peduli lingkungan, pemuda pelopor bidang seni budaya serta sejumlah penghargaan lainnya.(nol)
Berita Lainnya
Tim Gabungan Riau Jinakkan Kebakaran Lahan Sawit di Kubu Rohil
Cuaca Ekstrem di Riau Terjang Perahu Nelayan di Rokan Hilir hingga Hancur
Warga Rohil Kritis Terlilit Sanca, Penanganan Satwa Tanpa Koahlian Jadi Perhatian
Pemkab Rohil Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Lebaran 2026
PKS PT Permata Hijau Indonesia Digugat Aktivis Lingkungan
Anggota DPR RI Karmila Sari Pimpin BKMT Rohil, Tekankan Peran Ibu Lawan Narkoba dan Degradasi Moral
Tim Gabungan Riau Jinakkan Kebakaran Lahan Sawit di Kubu Rohil
Cuaca Ekstrem di Riau Terjang Perahu Nelayan di Rokan Hilir hingga Hancur
Warga Rohil Kritis Terlilit Sanca, Penanganan Satwa Tanpa Koahlian Jadi Perhatian
Pemkab Rohil Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Lebaran 2026
PKS PT Permata Hijau Indonesia Digugat Aktivis Lingkungan
Anggota DPR RI Karmila Sari Pimpin BKMT Rohil, Tekankan Peran Ibu Lawan Narkoba dan Degradasi Moral