PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Diskes Inhil Taja Pertemuan Pengelola Obat Puskesmas
TEMBILAHAN, Riauin.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan pengelola obat Puskesmas se-Kabupaten Inhil.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari dari tanggal 25 sampai 28 Oktober 2017 di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan.
Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Kepala Diskes Kabupaten Inhil, H Zainal Arifin yang dihadiri sejumlah pegawai Dinkes Inhil serta seluruh perwakilan Puskesmas se-Inhil.
Menurutnya, kegiatan itu terlaksana dalam upaya pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan yang dimanfaatkan dengan positif oleh BPOM.
Tujuannya tentu saja untuk semakin meningkatkan kinerja pengawasannya secara lebih efektif lagi, bersama Kementrian Negara, lembaga dan daerah.
"Pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi dan makanan yang menjadi tujuan Puskesmaa sebagai penguasa di wilayahnya," kata Zainal.
Dan perlu diketahui, Inpres itu memberikan instruksi antara lain, kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Gubernur, dan Bupati & Walikota.
Dengan begitu, maka berbagai lembaga tersebut akan bersinergi dengan BPOM untuk lebih terlibat aktif dalam kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan.(nol)
Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari dari tanggal 25 sampai 28 Oktober 2017 di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan.
Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Kepala Diskes Kabupaten Inhil, H Zainal Arifin yang dihadiri sejumlah pegawai Dinkes Inhil serta seluruh perwakilan Puskesmas se-Inhil.
Menurutnya, kegiatan itu terlaksana dalam upaya pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan yang dimanfaatkan dengan positif oleh BPOM.
Tujuannya tentu saja untuk semakin meningkatkan kinerja pengawasannya secara lebih efektif lagi, bersama Kementrian Negara, lembaga dan daerah.
"Pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi dan makanan yang menjadi tujuan Puskesmaa sebagai penguasa di wilayahnya," kata Zainal.
Dan perlu diketahui, Inpres itu memberikan instruksi antara lain, kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Gubernur, dan Bupati & Walikota.
Dengan begitu, maka berbagai lembaga tersebut akan bersinergi dengan BPOM untuk lebih terlibat aktif dalam kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan.(nol)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan