Banyak Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Pinjol, Pengamat: Bukan Solusi, Tapi Masalah Baru
RIAUIN.COM - Pengamat Pendidikan dari IPB Doni Koesoema menilai bahwa penggunaan pinjaman online (pinjol) untuk biaya kuliah bukanlah solusi, melainkan sumber masalah baru. Selain itu, sistem pinjaman ini juga berdampak buruk pada mahasiswa yang kurang mampu secara finansial.
"Mahasiswa yang menggunakan pinjol akan merasakan dampaknya, terutama dari tekanan mahasiswa tingkat atas. Mereka yang kurang mampu pun terkena imbasnya," ujar Doni dalam diskusi dengan Pro 3 RRI pada Rabu (3/7/2024).
Sistem pinjaman online yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi mahasiswa kurang mampu ternyata tidak tepat sasaran. Pemerintah pun dinilai tidak mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul dari penggunaan pinjaman online bagi para pelajar.
Untuk menghindari masalah ini, Doni mengimbau mahasiswa agar tidak menggunakan pinjaman online untuk biaya kuliah. Sebagai gantinya, Doni, yang juga seorang dosen di IPB, menyarankan beasiswa sebagai solusi.
- Peneliti PFR Bima Kemsaindikti Gelar Diseminasi Penelitian Peran Masyarakat dan Crowdfunding Jurnalistik di Kampus UPBI
- Gelar Diseminasi Hasil Penelitian tentang Crowdfunding Jurnalistik, Solusi Inovatif Tingkatkan Kompetensi Wartawan
- Kelola Limbah Sawit, Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pelatihan Pembuatan Briket di Desa Lubuk Garam Bengkalis
"Kami selalu berupaya keras mencari donatur untuk menyediakan beasiswa. Alhamdulillah, saat ini sekitar 50 persen mahasiswa IPB mendapatkan beasiswa," ungkapnya.
Beragam beasiswa ditawarkan, baik dari pemerintah maupun swasta, memungkinkan siswa yang kurang mampu untuk merasakan pendidikan tinggi. Selain itu, kampus IPB juga memberikan keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT), yang banyak dimanfaatkan oleh pelajar kurang mampu.
"Skema UKT ini meringankan beban biaya kuliah. Jika ditemukan mahasiswa yang kesulitan dengan jumlah pembayaran yang ditentukan, kami akan mencari solusi," kata Doni.
Kebijakan yang diterapkan IPB terhadap mahasiswanya dinilai sangat membantu, tanpa ada laporan negatif. "Sejauh ini tidak ada masalah, justru mereka merasa terbantu dengan sistem ini," ucapnya.
Terkait dengan pinjaman online yang diusulkan pemerintah untuk biaya kuliah, Doni khawatir akan menimbulkan risiko besar. Menurutnya, penggunaan pinjaman online sebagai media biaya kuliah harus dikaji kembali agar tidak memberatkan mahasiswa. - rum
Berita Lainnya
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat