PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Antisipasi Peredaran Pil PCC di Pekanbaru, Semua Pihak Diminta Bergerak
PEKANBARU, Riauin.com - Tidak hanya Dinas Kesehatan, pihak-pihak terkait lainnya diharapkan ikut berperan aktif mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan obat jenis paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol (PCC) di Kota Pekanbaru. Pencegahan dini ini seiring telah ditemukannya pil "Zombie" tersebut di Kendari, Sulawesi Tenggara baru-baru ini.
"Semua pihak harus bertanggungjawab dan bekerjasama, mulai dari masyarakat, pemuka agama apalagi aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki mata rantai peredaran obat-obat terlarang tersebut kenapa bisa diperjual belikan secara bebas. Apalagi dengan teknologi sekarang yang super canggih semua bisa diakses dan sangat mudah didapatkan," ungkap Nofrizal, Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru, Senin (18/9/2017).
Meski belum masuk di Kota Pekanbaru, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta sosialisasi mengenai bahaya bagi kesehatan bahkan mengancam nyawa seseorang terhadap penggunaan PCC sangat perlu dilakukan.
"Ini harus diantisipasi oleh kita semua, sebelum pil PCC ini masuk dan beredar di Kota Pekanbaru, dan pihak pelaku usaha yang bergerak di bidang farmasi untuk tidak menjual atau memberikan kepada siapapun obat ini karena efeknya sangat berbahaya," katanya.
Nofrizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan orangtua, agar ikut mengawasi anak-anaknya. Terutama anak usia pelajar, yang rentan dipengaruhi oleh lingkungan.
"Masyarakat dan orang tua harus ambil andil melakukan pengawasan ditambah pendidikan agama untuk anak-anak terutama usia pelajar yang sangat mudah dipengaruhi, kita tidak mau anak-anak generasi muda kita ikut menjadi korban dari Pil PCC dan obat-obat terlarang lainnya, "(hrc)
"Semua pihak harus bertanggungjawab dan bekerjasama, mulai dari masyarakat, pemuka agama apalagi aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki mata rantai peredaran obat-obat terlarang tersebut kenapa bisa diperjual belikan secara bebas. Apalagi dengan teknologi sekarang yang super canggih semua bisa diakses dan sangat mudah didapatkan," ungkap Nofrizal, Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru, Senin (18/9/2017).
Meski belum masuk di Kota Pekanbaru, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta sosialisasi mengenai bahaya bagi kesehatan bahkan mengancam nyawa seseorang terhadap penggunaan PCC sangat perlu dilakukan.
"Ini harus diantisipasi oleh kita semua, sebelum pil PCC ini masuk dan beredar di Kota Pekanbaru, dan pihak pelaku usaha yang bergerak di bidang farmasi untuk tidak menjual atau memberikan kepada siapapun obat ini karena efeknya sangat berbahaya," katanya.
Nofrizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan orangtua, agar ikut mengawasi anak-anaknya. Terutama anak usia pelajar, yang rentan dipengaruhi oleh lingkungan.
"Masyarakat dan orang tua harus ambil andil melakukan pengawasan ditambah pendidikan agama untuk anak-anak terutama usia pelajar yang sangat mudah dipengaruhi, kita tidak mau anak-anak generasi muda kita ikut menjadi korban dari Pil PCC dan obat-obat terlarang lainnya, "(hrc)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar