PILIHAN
Langka, Warga Pekanbaru Harus Muter-muter Cari Gas Melon
PEKANBARU, Riauin.com - Sepekan terakir gas Elpiji tiga kilogram langka di Kota Pekanbaru. Dampaknya banyak warga yang kesusahan untuk mendapatkan gas melon tersebut untuk kebutuhan sehari hari.
Delvi salah seorang warga Kecamatan Rumbai terpaksa berkeliling Rumbai untuk mencari si melon. Sedikitanya ada sembilan pangkalan yang dia datangi untuk mendapatkan satu tabung gas tiga kilogram tersebut. "Banyak pangkalan Yang saya datangi namun cuma tabung kosong yang saya temui, "Gas Kosong" itulah ungkapan pemilik pangkalan kepada saya, " papar Delvi kepada Riauterkini.com, Kamis (7/9).
Setelah menghabiskan seliter bahan bakar motornya untuk mencari gas bersubsidi itu akhirnya Delvi mendapatkan si melon di pangkalan Rambah Sari.
" Itupun saya orang terakhir yang membeli gas disitu, ketika ada orang lain yang datang untuk membeli disitu gas sudah habis, memang harganya masih pada HET namun jika seperti ini saya terbeli mahal juga jadinya. Sungguh terlalu," runtuknya.
Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Tampan, banyak pangkalan yang kosong atau kehabisan gas melon tersebut. Tapi di kedai kedai gas tersebut ada namun harganya cukup bervariasi mulau dari Rp 22 ribu hingga 27 ribu.
Bahkan Ari Gunawan warga Tampan sampai mengungkapkan kekesalannya di akun Facebooknya sembari membuat status meminta info dimana yang jual Gas Elpigi wilayah Panam. Karena sudah keliling belum ketemu.
Dilain pihak, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengakui terjadinya kelangkaan gas di sebagian wilayah kota Pekanbaru. Itu disebabkan terjadinya insident dalam pendistribusian gas 3 kg pada pekan lalu.
"Insyaallah Jumat besok ketersediaan gas 3 kg di Pekanbaru sudah normal dan khusus hari ini kami melakukan operasi pasar gas di tiga kecamatan yakni Tenayan Raya, Sukajadi dan Marpoyan Damai, " singkatnya.(rtc)
Delvi salah seorang warga Kecamatan Rumbai terpaksa berkeliling Rumbai untuk mencari si melon. Sedikitanya ada sembilan pangkalan yang dia datangi untuk mendapatkan satu tabung gas tiga kilogram tersebut. "Banyak pangkalan Yang saya datangi namun cuma tabung kosong yang saya temui, "Gas Kosong" itulah ungkapan pemilik pangkalan kepada saya, " papar Delvi kepada Riauterkini.com, Kamis (7/9).
Setelah menghabiskan seliter bahan bakar motornya untuk mencari gas bersubsidi itu akhirnya Delvi mendapatkan si melon di pangkalan Rambah Sari.
" Itupun saya orang terakhir yang membeli gas disitu, ketika ada orang lain yang datang untuk membeli disitu gas sudah habis, memang harganya masih pada HET namun jika seperti ini saya terbeli mahal juga jadinya. Sungguh terlalu," runtuknya.
Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Tampan, banyak pangkalan yang kosong atau kehabisan gas melon tersebut. Tapi di kedai kedai gas tersebut ada namun harganya cukup bervariasi mulau dari Rp 22 ribu hingga 27 ribu.
Bahkan Ari Gunawan warga Tampan sampai mengungkapkan kekesalannya di akun Facebooknya sembari membuat status meminta info dimana yang jual Gas Elpigi wilayah Panam. Karena sudah keliling belum ketemu.
Dilain pihak, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengakui terjadinya kelangkaan gas di sebagian wilayah kota Pekanbaru. Itu disebabkan terjadinya insident dalam pendistribusian gas 3 kg pada pekan lalu.
"Insyaallah Jumat besok ketersediaan gas 3 kg di Pekanbaru sudah normal dan khusus hari ini kami melakukan operasi pasar gas di tiga kecamatan yakni Tenayan Raya, Sukajadi dan Marpoyan Damai, " singkatnya.(rtc)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
Pemko Pekanbaru Siapkan 48 Kegiatan Sosial untuk Warga Jelang Hari Jadi
Pemko Pekanbaru Uji Efisiensi dan Ketepatan Waktu Bus Listrik
Kecamatan di Pekanbaru Diwajibkan Normalisasi 200 Meter Drainase Saban Hari
Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Ahmad Ditargetkan Rampung Lima Bulan
Target Akhir Tahun, Pekanbaru Kejar Pemerataan Aspal hingga Pinggiran Kota
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi