PILIHAN
Kembali Usulkan Rp4,9 M Tahun Ini
Kakan Kemenang Berharap Pemkab Realisasikan Dana Hibah 2.053 Guru MDTa
PASIR PANGARAIAN, Riauin.com - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Rokan Hulu (Rohul), H.Syahrudin,M.Sy berharap, Pemkab Rohul bisa merealisasikan usulan dana hibah bagi honor 2.053 guru masdrasyah tersebar di 335 Madrasyah Diniyah Takmiliyahawaliyah (MDTa) se-Rohul.
Diakui Kakan Kemenag Rohul, H.Syahrudin, Rabu (30/8/2017), kini pihaknya tengah mengusulkan untuk keempat kali ke Pemkab Rohul bantuan dana hibah untuk honor 2.053 guru MDTa di Rohul.
“Kita usulkan dana Rp4,9 miliar lebih untuk honorer setahun selama 2017, nantinya dibayarkan per guru MDTa Rp200 ribu per bulannya. Ini sudah usulan yang keempat kakinya kita sampaikan ke Pemkab Rohul, berharap tahun ini bisa teralisasi,†harap Syahrudin.
Dikatakan Syahrudin lagi, sejak adanya aturan Kementrian Dalam Negeri terkait penyaluran dana hibah tidak bisa dibantu setiap tahun, sejak tiga tahun terakhir ini banyak MDTa di Rohul yang gulung tikar atau menutupnya. Hal itu disebabkan, banyak guru MDTa yang tidak gairah lagi mengajar.
“Sementara, rata-rata MDTa hanya bisa memberi honorer paling tinggi Rp200 per bulan ke guru. Sejak tiga tahun terakhir ini, guru MDTa tidak lagi menerima dana hibah dari Pemkab Rohul. Kita harapkan, tahun ini Pemkab Rohul bisa mengakomodirnya sehingga keberadaan MDTa di Rohul bisa terus beroperasi,†kata Syahrudin. (Yus)
Diakui Kakan Kemenag Rohul, H.Syahrudin, Rabu (30/8/2017), kini pihaknya tengah mengusulkan untuk keempat kali ke Pemkab Rohul bantuan dana hibah untuk honor 2.053 guru MDTa di Rohul.
“Kita usulkan dana Rp4,9 miliar lebih untuk honorer setahun selama 2017, nantinya dibayarkan per guru MDTa Rp200 ribu per bulannya. Ini sudah usulan yang keempat kakinya kita sampaikan ke Pemkab Rohul, berharap tahun ini bisa teralisasi,†harap Syahrudin.
Dikatakan Syahrudin lagi, sejak adanya aturan Kementrian Dalam Negeri terkait penyaluran dana hibah tidak bisa dibantu setiap tahun, sejak tiga tahun terakhir ini banyak MDTa di Rohul yang gulung tikar atau menutupnya. Hal itu disebabkan, banyak guru MDTa yang tidak gairah lagi mengajar.
“Sementara, rata-rata MDTa hanya bisa memberi honorer paling tinggi Rp200 per bulan ke guru. Sejak tiga tahun terakhir ini, guru MDTa tidak lagi menerima dana hibah dari Pemkab Rohul. Kita harapkan, tahun ini Pemkab Rohul bisa mengakomodirnya sehingga keberadaan MDTa di Rohul bisa terus beroperasi,†kata Syahrudin. (Yus)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh